Sejarah Tambora, Berawal dari Perjuangan KH Moestojib dan Ki Daeng Melawan Belanda di Batavia
Sabtu, 11 Desember 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Ternyata keduanya bersembunyi di balik kubah masjid. Mereka kerap mengintai kalau-kalau tentara Belanda datang. Menurut Bang Didi, tempat persembunyian di balik kubah itu memiliki tangga penghubung langsung dari bawah. Namun, pascarenovasi tangga di bawah dihilangkan.
Baca juga: Kesaktian Mbah Priok yang Kapalnya Tidak Kena Bombardir Meriam Belanda
Sebagai bentuk penghormatan, dua makam KH Moestojib dan Ki Daeng diletakkan di depan Masjid Tambora. Dua pendiri masjid ini meninggal sekitar 1836.
Perjuangan KH Moestojib dan Ki Daeng dilanjutkan Imam Saiddin. Setelah itu terjadi beberapa kali pergantian pimpinan terakhir pada 1370 H (1950 M) pimpinan dipegang oleh Madsupi dan kawan-kawan di Gang Tambora. Tahun 1945, masjid sempat dijadikan markas perjuangan hingga pernah diserang tentara NICA. Kemudian, perawatan dan perlindungan masjid diteruskan Yayasan Masjid Jami Tambora yang dipimpin Haji Memed (1959).
Berdasarkan data kependudukan pada 2020, penduduk di Kecamatan Tambora berjumlah 241.889 jiwa dengan kepadatan penduduk 44.794 jiwa/km persegi. Adapun 11 kelurahan di Kecamatan Tambora yakni: Tanah Sareal, Tambora, Roa Malaka, Pekojan, Jembatan Lima, Krendang, Duri Utara, Duri Selatan, Kali Anyar, Jembatan Besi, dan Angke.
Baca juga: Kesaktian Mbah Priok yang Kapalnya Tidak Kena Bombardir Meriam Belanda
Sebagai bentuk penghormatan, dua makam KH Moestojib dan Ki Daeng diletakkan di depan Masjid Tambora. Dua pendiri masjid ini meninggal sekitar 1836.
Perjuangan KH Moestojib dan Ki Daeng dilanjutkan Imam Saiddin. Setelah itu terjadi beberapa kali pergantian pimpinan terakhir pada 1370 H (1950 M) pimpinan dipegang oleh Madsupi dan kawan-kawan di Gang Tambora. Tahun 1945, masjid sempat dijadikan markas perjuangan hingga pernah diserang tentara NICA. Kemudian, perawatan dan perlindungan masjid diteruskan Yayasan Masjid Jami Tambora yang dipimpin Haji Memed (1959).
Berdasarkan data kependudukan pada 2020, penduduk di Kecamatan Tambora berjumlah 241.889 jiwa dengan kepadatan penduduk 44.794 jiwa/km persegi. Adapun 11 kelurahan di Kecamatan Tambora yakni: Tanah Sareal, Tambora, Roa Malaka, Pekojan, Jembatan Lima, Krendang, Duri Utara, Duri Selatan, Kali Anyar, Jembatan Besi, dan Angke.
(jon)
Lihat Juga :