Huntap Korban Banjir Akan Dibangun di Desa Meli, Dirancang Tahan Gempa
Jum'at, 10 Desember 2021 - 16:31 WIB
loading...
Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur saat menghadiri ekspose huntap Banua Tadulako, kemarin. Foto: Humas Pemkab Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Percepatan pengadaan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Olehnya itu, pemkab menggelar ekspose huntap Banua Tadulako dengan aplikator PT Bangun Bhumyagara Parama di ruang command center Kantor Bupati, kemarin.
Lokasi pembangunan huntap rencananya di Desa Meli, Kecamatan Baebunta, dan Desa Pombakka Kecamatan Masamba. Yusri Matoha, selaku pihak aplikator, menawarkan huntap dengan spesifikasi tahan gempa, seperti yang sudah mereka terapkan bagi korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Ketahanannya bisa sampai 7,4 SR.
Baca juga:Pemkab Luwu Utara Terima Penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan
“Secara umum spesifikasi bahannya, untuk fondasi menggunakan batu gunung/kali, rangka struktur bangunan sloof, kolom, ringbalok menggunakan c.75.45.15.18, menggunakan rangka atap baja ringan, lantai rabat beton, serta dinding menggunakan bata ringan,” urai Yusri.
Ia menyebutkan konstruksi bangunan kuat. “Jika kaitannya dengan banjir, insyaallah akan sanggup menahan arus air yang cukup kuat,” beber dia.
Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur , dalam ekspose tersebut mengatakan, desain yang ditawarkan aplikator, secara umum tahan terhadap bencana, karena huntap yang ditawarkan aplikator sudah diterapkan di Palu.
Baca juga:35 Pejabat Perempuan di Lutra Ikut Kegiatan Peningkatan Kapasitas Leader
Sementara di Luwu Utara sendiri, kata dia, terjadi bencana banjir yang disebabkan pergerakan bebatuan akibat gempa.
“Kita ingin huntap ini bukan cuma tahan gempa, dalam kaitannya dengan banjir, huntap yang akan dibangun harus adaptif, artinya ketika terjadi banjir, rumah ini bisa beradaptasi dengan banjir, sehingga hunian ini bisa cepat dipulihkan, seperti pembersihannya dan sebagainya,” harap dia.
“Jangan sampai sekali terendam, bangunannya sudah keropos,” sambungnya.
Mantan Kadis PUPR ini juga berharap pembangunan huntap dikerjakan secara profesional dan tepat waktu, mengikuti time schedule pelaksanaan pembangunan dari pihak aplikator.
Baca juga:Hadiri Perayaan Natal Klasis Bonebone, Begini Pesan Wabup Luwu Utara
“Mari kita tetap mengawal dan mengedukasi masyarakat terkait pelaksanaan pembangunan huntap ini, sehingga kegiatan ini berjalan sesuai harapan kita semua,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Muslim Muchtar, Kepala Bapenda Baharuddin Nurdin, Camat Masamba Adjie Saputra, Camat Baebunta, Andi Yasir, Camat Baebunta Selatan Muhammad Yamin, Camat Sabbang Sitti Kidar, serta para Kepala Desa lingkup kecamatan Masamba, Baebunta, Baebunta Selatan, dan Sabbang.
Lokasi pembangunan huntap rencananya di Desa Meli, Kecamatan Baebunta, dan Desa Pombakka Kecamatan Masamba. Yusri Matoha, selaku pihak aplikator, menawarkan huntap dengan spesifikasi tahan gempa, seperti yang sudah mereka terapkan bagi korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Ketahanannya bisa sampai 7,4 SR.
Baca juga:Pemkab Luwu Utara Terima Penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan
“Secara umum spesifikasi bahannya, untuk fondasi menggunakan batu gunung/kali, rangka struktur bangunan sloof, kolom, ringbalok menggunakan c.75.45.15.18, menggunakan rangka atap baja ringan, lantai rabat beton, serta dinding menggunakan bata ringan,” urai Yusri.
Ia menyebutkan konstruksi bangunan kuat. “Jika kaitannya dengan banjir, insyaallah akan sanggup menahan arus air yang cukup kuat,” beber dia.
Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur , dalam ekspose tersebut mengatakan, desain yang ditawarkan aplikator, secara umum tahan terhadap bencana, karena huntap yang ditawarkan aplikator sudah diterapkan di Palu.
Baca juga:35 Pejabat Perempuan di Lutra Ikut Kegiatan Peningkatan Kapasitas Leader
Sementara di Luwu Utara sendiri, kata dia, terjadi bencana banjir yang disebabkan pergerakan bebatuan akibat gempa.
“Kita ingin huntap ini bukan cuma tahan gempa, dalam kaitannya dengan banjir, huntap yang akan dibangun harus adaptif, artinya ketika terjadi banjir, rumah ini bisa beradaptasi dengan banjir, sehingga hunian ini bisa cepat dipulihkan, seperti pembersihannya dan sebagainya,” harap dia.
“Jangan sampai sekali terendam, bangunannya sudah keropos,” sambungnya.
Mantan Kadis PUPR ini juga berharap pembangunan huntap dikerjakan secara profesional dan tepat waktu, mengikuti time schedule pelaksanaan pembangunan dari pihak aplikator.
Baca juga:Hadiri Perayaan Natal Klasis Bonebone, Begini Pesan Wabup Luwu Utara
“Mari kita tetap mengawal dan mengedukasi masyarakat terkait pelaksanaan pembangunan huntap ini, sehingga kegiatan ini berjalan sesuai harapan kita semua,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Muslim Muchtar, Kepala Bapenda Baharuddin Nurdin, Camat Masamba Adjie Saputra, Camat Baebunta, Andi Yasir, Camat Baebunta Selatan Muhammad Yamin, Camat Sabbang Sitti Kidar, serta para Kepala Desa lingkup kecamatan Masamba, Baebunta, Baebunta Selatan, dan Sabbang.
(luq)
Lihat Juga :