Setia Sampai Akhir Hayat, Rumini Peluk Ibunya dan Tewas saat Gunung Semeru Meletus
Selasa, 07 Desember 2021 - 16:25 WIB
loading...
Jasad Rumini dan ibunya, Salamah warga Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang yang menjadi korban Gunung Semeru meletus dimakamkan. Foto/Facebook @Tongkrongan Arek-Arek Lumajang Jatim
A
A
A
LUMAJANG - Kisah Rumini (28) yang setia sampai mati menemani dan memeluk ibunya, Salamah (71) yang sudah lanjut usia saat Gunung Semeru meletus menyayat hati. Peristiwa heroik yang terjadi di Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu 4 Desember 2021 ini viral.
"Mungkin kami harus belajar darimu tentang mencintai, terutama ibu. Tak rela kau tinggalkan ibumu saat erupsi Semeru menyerang desamu, Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang, Sabtu 4 Desember 2021," tulis Tim Relawan Bencana Semeru di akun Facebook @Tongkrongan Arek-Arek Lumajang Jatim, dikutip Selasa (7/12/2021).
Saat ditemukan, kondisi keduanya sangat menyayat hati. Rumini dan Salamah tewas berpelukan. Sang ibu diketahui sudah tua renta.
Baca juga: Korban Letusan Semeru Terus Bertambah, Kapus Dokkes Polri: 30 Meninggal
Letusan Gunung Merapi membuat panik warga, termasuk Rumini dan ibunya. Rumini memiliki dua pilihan sulit. Lari menyelamatkan diri, atau setiap menemani ibunya yang tak sanggup berjalan hingga akhir ajal menjemput.
Ternyata, Rumini memilih untuk untuk memeluk dan mendekap sang ibu guna melindungi letusan Gunung Semeru. Jasad Rumini dan Salamah ditemukan di reruntuhan bangunan dapur rumah mereka yang ambruk.
Keduanya tewas tertimpa reruntuhan tembok dapur yang ambruk saat Gunung Semeru meletus.
"Namamu melangit, malaikat menyambut ruh yang mewangi meski tubuh terbakar material panas, nafas terakhir mu saat memeluk ibumu, InsyaAllah seluruh penduduk langit kini tengah memelukmu."
"Kami seluruh relawan di Semeru tak kuasa membendung haru, Rumini telah ajarkan kami tentang kesungguhan mencintai dan berbakti kepada ibu."
Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Banjir Lahar Panas Mbah Rono: Jangan Mendekat ke Sungai
"Angkat topi sejuta kali untukmu, Rumini. Tak terasa air mata menetes menulis kisahmu. Alfatihah," pungkas Tim Relawan Bencana Semeru.
"Mungkin kami harus belajar darimu tentang mencintai, terutama ibu. Tak rela kau tinggalkan ibumu saat erupsi Semeru menyerang desamu, Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang, Sabtu 4 Desember 2021," tulis Tim Relawan Bencana Semeru di akun Facebook @Tongkrongan Arek-Arek Lumajang Jatim, dikutip Selasa (7/12/2021).
Saat ditemukan, kondisi keduanya sangat menyayat hati. Rumini dan Salamah tewas berpelukan. Sang ibu diketahui sudah tua renta.
Baca juga: Korban Letusan Semeru Terus Bertambah, Kapus Dokkes Polri: 30 Meninggal
Letusan Gunung Merapi membuat panik warga, termasuk Rumini dan ibunya. Rumini memiliki dua pilihan sulit. Lari menyelamatkan diri, atau setiap menemani ibunya yang tak sanggup berjalan hingga akhir ajal menjemput.
Ternyata, Rumini memilih untuk untuk memeluk dan mendekap sang ibu guna melindungi letusan Gunung Semeru. Jasad Rumini dan Salamah ditemukan di reruntuhan bangunan dapur rumah mereka yang ambruk.
Keduanya tewas tertimpa reruntuhan tembok dapur yang ambruk saat Gunung Semeru meletus.
"Namamu melangit, malaikat menyambut ruh yang mewangi meski tubuh terbakar material panas, nafas terakhir mu saat memeluk ibumu, InsyaAllah seluruh penduduk langit kini tengah memelukmu."
"Kami seluruh relawan di Semeru tak kuasa membendung haru, Rumini telah ajarkan kami tentang kesungguhan mencintai dan berbakti kepada ibu."
Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Banjir Lahar Panas Mbah Rono: Jangan Mendekat ke Sungai
"Angkat topi sejuta kali untukmu, Rumini. Tak terasa air mata menetes menulis kisahmu. Alfatihah," pungkas Tim Relawan Bencana Semeru.
(shf)
Lihat Juga :