Demi Lindungi Anak-anak, Komnas PA Dukung Pelabelan Galon Isi Ulang Bebas Zat BPA

Selasa, 07 Desember 2021 - 11:48 WIB
loading...
Demi Lindungi Anak-anak,...
Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait mendukung langkah BPOM yang akan segera melabeli kemasan galon bebas zat Bisphenol A (BPA). Foto: SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait mendukung langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang akan segera melabeli kemasan galon bebas zat Bisphenol A (BPA). Bahkan rencana BPOM tersebut melampaui ekspektasi dirinya.

Baca juga: Guru Besar Undip: Kemasan Plastik Makanan dan Minuman Harus Bebas Zat BPA

Sebelumnya, Arist mendesak BPOM agar memberi label pada galon guna ulang karena tidak cocok untuk bayi, balita dan janin. Apalagi BPA yang terdapat pada galon guna ulang dapat migrasi ke dalam air. Setelah mendengarkan masukan dari berbagai pihak, sambung Arist, BPOM berencana memasang label free BPA.

"Kepentingan saya melindungi anak agar mendapat makanan yang sehat. Jika bayi, balita dan janin sehat dan terlindungi maka Indonesia ke depan akan lebih tangguh, " ungkap Arist, dalam keterangannya, Selasa (7/12/2021).

Menurut Arist, kesehatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama. Apalagi bagi kesehatan bayi, balita, dan janin. Karenanya, Arist mengaku geram ketika ada oknum yang mengaku sebagai pengamat kebijakan publik mengatakan bahaya BPA adalah hoaks.

Baca juga: BPA Kemasan Plastik Ancam Ibu Hamil dan Lingkungan

"Dari mana BPA hoaks? Pernyataan bahaya BPA itu hoaks jelas menjerumuskan masyarakat. Harusnya masyarakat dianjurkan agar makin berhati-hati dalam menjaga kesehatan, ini dipengaruhi oleh orang yang tidak jelas kapasitasnya. Bahkan keberpihakannya saja patut dipertanyakan. Sudah jelas hasil penelitian ilmuwan dunia menyatakan BPA berbahaya bagi usia rentan. FDA negara-negara maju telah melarang penggunaan kemasan plastik dengan kode No 7 yang mengandung BPA bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi oleh bayi, balita dan ibu hamil," tegas Arist.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM di Surabaya Percepat...
BPOM di Surabaya Percepat Izin Edar Produk Nasional Lewat One Stop Services
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Penguatan Manajemen...
Penguatan Manajemen Risiko Jadi Kunci Keamanan Industri Pangan
Rekomendasi
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Rantis Brimob Siaga...
Rantis Brimob Siaga di Mabes Polri di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Pengamanan di Polda...
Pengamanan di Polda Metro Diperketat usai Penggeledahan, Puluhan Brimob Bersenjata Siaga
Rayakan Hari Jadi, Ancol...
Rayakan Hari Jadi, Ancol Gratiskan Tiket Masuk pada 10 Juli Besok
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
Infografis
Sekolah Online, Lindungi...
Sekolah Online, Lindungi Anak dari Kejahatan di Dunia Maya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved