Pemberlakuan ASO Tandai Digitalisasi Penyiaran secara Nasional
Senin, 06 Desember 2021 - 12:03 WIB
loading...
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Sulsel, Amson Padolo. Foto: Humas Pemprov Sulsel
A
A
A
MAKASSAR - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Sulsel, Amson Padolo membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Analog Switch Off (ASO), Minggu 5 Desember 2021. Kegiatan yang berlangsung di Grand Asia Hotel Makassar ini digelar selama tiga hari, hingga Senin (6/12).
Amson menerangkan, ASO merupakan salah satu kebijakan yang diambil pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk menghentikan secara bertahap siaran televisi analog, kemudian menggantinya dengan siaran televisi digital.
Baca juga:Pemprov Sulsel Fokus Pembangunan Infrastruktur Tahun 2022
Dalam sambutannya, Amson menyampaikan bahwa seiring dengan kemajuan teknologi terutama dengan kehadiran internet, kondisi masyarakat saat ini tidak akan mampu membendung arus informasi.
"Disrupsi teknologi revolusi industri 4.0 memaksa industri penyiaran mengubah perkembangan media untuk bertransformasi ke media digital. Namun, yang harus dipastikan dalam transisi yang masih belum selesai ini, peran media massa, termasuk yang lokal, harus tetap didukung untuk menampilkan jurnalisme berkualitas," kata Amson dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa pada era masyarakat informasi, industri media massa mau tidak mau harus bertransformasi dari bentuk analog menjadi digital. Pasalnya ciri khas produk teknologi di era ini menawarkan produktivitas, efisiensi, kecepatan dan lintas batas.
"Perangkat komunikasi teks, audio dan visual yang sebelumnya terpisah, kini berpadu dan konvergen dalam satu perangkat transmisi yang menggabungkan fungsi media penyiaran lama ke dalam satu platform media baru. Semuanya didukung oleh jaringan global internet, di mana media massa, komputer dan jaringan telekomunikasi saling berintegrasi atau belakang lazim disebut sebagai konvergensi media," jelasnya.
Baca juga:Pertikaian Soal Penyerangan Asrama Mahasiswa Diharap Tidak Terjadi Lagi
Amson menambahkan, dengan diberlakukannya ASO secara resmi di Indonesia, maka era digital penuh dalam industri penyiaran nasional akan dimulai. Hal tersebut juga akan menuntut semua pihak beradaptasi dengan teknologi yang lebih baik.
"Lembaga penyiaran harus menjadikan digitalisasi ini meminimalisir ketimpangan yang ada dalam masyarakat. Melalui siaran digital, akan terbuka lebih banyak kesempatan bagi lembaga penyiaran untuk menyajikan lebih banyak variasi program," tambahnya.
Di akhir sambutannya, Amson mengutip pesan yang pernah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo , bahwa keterbukaan dan penyebaran informasi yang baik dan benar menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan bangsa menghadapi berbagai macam persoalan.
Baca juga:Plt Gubernur Sulsel Dorong Hadirnya PAUD dengan Kurikulum Bahasa Asing
"Kita semua telah mengetahui keunggulan-keunggulan dengan beralihnya kita ke penyiaran digital. Tugas kita selanjutnya adalah bagaimana kita beradaptasi dan menjadikan digitalisasi penyiaran ini sebagai sarana edukasi masyarakat, sumber informasi dan hiburan yang baik, penyebar optimisme, pendukung demokrasi dan sarana pemersatu bangsa," tutupnya.
Sosialisasi ini diikuti sekitar 100 orang peserta dari kalangan masyarakat umum, perwakilan OPD, perwakilan perguruan tinggi, dan perwakilan LSM, serta menghadirkan akademisi dan perwakilan pemerintah selaku narasumber.
Amson menerangkan, ASO merupakan salah satu kebijakan yang diambil pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk menghentikan secara bertahap siaran televisi analog, kemudian menggantinya dengan siaran televisi digital.
Baca juga:Pemprov Sulsel Fokus Pembangunan Infrastruktur Tahun 2022
Dalam sambutannya, Amson menyampaikan bahwa seiring dengan kemajuan teknologi terutama dengan kehadiran internet, kondisi masyarakat saat ini tidak akan mampu membendung arus informasi.
"Disrupsi teknologi revolusi industri 4.0 memaksa industri penyiaran mengubah perkembangan media untuk bertransformasi ke media digital. Namun, yang harus dipastikan dalam transisi yang masih belum selesai ini, peran media massa, termasuk yang lokal, harus tetap didukung untuk menampilkan jurnalisme berkualitas," kata Amson dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa pada era masyarakat informasi, industri media massa mau tidak mau harus bertransformasi dari bentuk analog menjadi digital. Pasalnya ciri khas produk teknologi di era ini menawarkan produktivitas, efisiensi, kecepatan dan lintas batas.
"Perangkat komunikasi teks, audio dan visual yang sebelumnya terpisah, kini berpadu dan konvergen dalam satu perangkat transmisi yang menggabungkan fungsi media penyiaran lama ke dalam satu platform media baru. Semuanya didukung oleh jaringan global internet, di mana media massa, komputer dan jaringan telekomunikasi saling berintegrasi atau belakang lazim disebut sebagai konvergensi media," jelasnya.
Baca juga:Pertikaian Soal Penyerangan Asrama Mahasiswa Diharap Tidak Terjadi Lagi
Amson menambahkan, dengan diberlakukannya ASO secara resmi di Indonesia, maka era digital penuh dalam industri penyiaran nasional akan dimulai. Hal tersebut juga akan menuntut semua pihak beradaptasi dengan teknologi yang lebih baik.
"Lembaga penyiaran harus menjadikan digitalisasi ini meminimalisir ketimpangan yang ada dalam masyarakat. Melalui siaran digital, akan terbuka lebih banyak kesempatan bagi lembaga penyiaran untuk menyajikan lebih banyak variasi program," tambahnya.
Di akhir sambutannya, Amson mengutip pesan yang pernah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo , bahwa keterbukaan dan penyebaran informasi yang baik dan benar menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan bangsa menghadapi berbagai macam persoalan.
Baca juga:Plt Gubernur Sulsel Dorong Hadirnya PAUD dengan Kurikulum Bahasa Asing
"Kita semua telah mengetahui keunggulan-keunggulan dengan beralihnya kita ke penyiaran digital. Tugas kita selanjutnya adalah bagaimana kita beradaptasi dan menjadikan digitalisasi penyiaran ini sebagai sarana edukasi masyarakat, sumber informasi dan hiburan yang baik, penyebar optimisme, pendukung demokrasi dan sarana pemersatu bangsa," tutupnya.
Sosialisasi ini diikuti sekitar 100 orang peserta dari kalangan masyarakat umum, perwakilan OPD, perwakilan perguruan tinggi, dan perwakilan LSM, serta menghadirkan akademisi dan perwakilan pemerintah selaku narasumber.
(luq)
Lihat Juga :