Kapal Perang TNI AL Sandar di Pelabuhan Sadai, Ada Apa?
Minggu, 05 Desember 2021 - 22:17 WIB
loading...
Kapal Perang KRI Pulau Rusa 726 milik TNI AL bersandar di Pelabuhan Sadai. Foto: Istimewa
A
A
A
BANGKA SELATAN - Kapal perang KRI Pulau Rusa 726 di bawah Komando Armada I TNI Angkatan Laut yang sedang melakukan Patroli Keamanan di Perairan Bangka Belitung bersandar di Pelabuhan Sadai Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (05/12/2021)
KRI yang bertugas untuk mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh dan ancaman lainnya melalui jalur perairan tersebut rencananya akan bersandar di Pelabuhan Sadai hingga Selasa (7/12/2021).
Baca juga: Tabrakan Maut di Jalan Raya Interchange Karawang, 3 Orang Tewas
KRI tersebut bersandar di Pelabuhan Sadai ternyata untuk melakukan misi Patroli Keamanan di Perairan Bangka Belitung.
Komandan KRI Pulau Rusa 726, Mayor Laut (P) Warjo mengatakan, tahun 1972, KRI Pulau Rusa 726 tersebut merupakan kapal penyapu ranjau milik Jerman Timur.
"Kemudian kapal ini sejak tahun 1992 menjadi milik Indonesia dan ditugaskan sebagian besar sebagai kapal patroli bidang peperangan ranjau,” katanya, Minggu (05/12/2021).
Baca juga: Bripda Randy, Polisi yang Paksa Novia Widyasari Aborsi Terancam Dipecat
Selama bersandar kata dia, pihaknya juga mengadakan kegiatan Open Ship bagi masyarakat dan pelajar yang ingin berkunjung ke KRI guna menambah wawasan tentang KRI dan TNI AL.
"Selama bersandar di sini, kami memberikan kesempatan bagi masyarakat maupun pelajar yang ingin menambah wawasan tentang KRI dan TNI AL, silahkan berkunjung ke Kapal kami," ucapnya.
KRI yang bertugas untuk mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh dan ancaman lainnya melalui jalur perairan tersebut rencananya akan bersandar di Pelabuhan Sadai hingga Selasa (7/12/2021).
Baca juga: Tabrakan Maut di Jalan Raya Interchange Karawang, 3 Orang Tewas
KRI tersebut bersandar di Pelabuhan Sadai ternyata untuk melakukan misi Patroli Keamanan di Perairan Bangka Belitung.
Komandan KRI Pulau Rusa 726, Mayor Laut (P) Warjo mengatakan, tahun 1972, KRI Pulau Rusa 726 tersebut merupakan kapal penyapu ranjau milik Jerman Timur.
"Kemudian kapal ini sejak tahun 1992 menjadi milik Indonesia dan ditugaskan sebagian besar sebagai kapal patroli bidang peperangan ranjau,” katanya, Minggu (05/12/2021).
Baca juga: Bripda Randy, Polisi yang Paksa Novia Widyasari Aborsi Terancam Dipecat
Selama bersandar kata dia, pihaknya juga mengadakan kegiatan Open Ship bagi masyarakat dan pelajar yang ingin berkunjung ke KRI guna menambah wawasan tentang KRI dan TNI AL.
"Selama bersandar di sini, kami memberikan kesempatan bagi masyarakat maupun pelajar yang ingin menambah wawasan tentang KRI dan TNI AL, silahkan berkunjung ke Kapal kami," ucapnya.
(nic)
Lihat Juga :