Kabupaten Gowa Dapat Dana Transfer Daerah Rp1,402 Triliun
Sabtu, 04 Desember 2021 - 11:07 WIB
loading...
Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni menerima daftar alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dari Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Foto: SINDOnews/Herni Amir
A
A
A
GOWA - Kabupaten Gowa mendapat dana transfer daerah untuk tahun 2022 senilai Rp1,402 triliun. Daftar alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) diterima Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni dari Plt Gubernur Sulsel , Andi Sudirman Sulaiman di Ruang Rapat Pimpinan Gubernur Sulsel, Jumat (3/12).
Wabup Gowa mengatakan, anggaran tersebut masih diprioritaskan bagi penanganan Covid-19, seperti pemulihan ekonomi dan reformasi struktural yang akan dijabarkan dalan pagu anggaran masing-masing kegiatan yang akan dilaksanakan oleh SKPD.
Baca juga: Provinsi Sulsel Kebagian Rp48,68 Triliun dari APBN 2022
"Hari ini seluruh kepala daerah se-Sulawesi Selatan menerima dana tansafer daerah dan dana desa yang digunakan masih pada penanganan Covid-19 dan prioritas pembangunan yang bersifat strategis," ungkapnya.
Seluruh kabupaten/kota kata dia diminta untuk lebih mempercepat penyerapan anggaran. Pasalnya menurut Menteri Keuangan RI, tahun 2021 ini merupakan tahun paling lambat penyerapan anggaran hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Kita terus berupaya mempercepat penyerapan anggaran kita salah satunya membuat skema penjadwalan, khususnya belanja modal yang meskipun juga dipengaruhi juknis pelaksanaan dana tertentu yang kadang masih lambat, oleh karena itu untuk tahun 2022 kita menyiapkan skema penyusunan jadwal yang lebih cepat sehingga pelaksanaan adminstrasi belanja modal bisa dilaksanakan lebih awal di 2022," lanjut Abd Rauf.
Dia berharap ke depan tidak lagi terjadi penundaan dan pembatasan seperti yang terjadi sebelumnya agar seluruh tahapan yang telah direncanakan berjalan sesuai mestinya.
Baca juga: APBD Gowa 2022 Ditetapkan, Bupati Harap Bisa Dikelola Efektif
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Taufik Mursad mengatakan, dana transfer pada beberapa daerah mengalami penurunan termasuk di Kabupaten Gowa. Hal ini dipengaruhi kata Taufik, sejumlah komponen yang dulunya berada pada posisi pendapatan dan lain-lain sudah masuk ke komponen belanja DAK.
"Kemudian dana transfer umum juga pada beberapa komponen mengalami penurunan yang disebabkan oleh kemampuan negara, yang akhirnya juga mengalami penurunan, sehingga secara merata terjadi penurunan di beberapa daerah terkait dana transfer ke daerah ini," tambahnya.
Saat ini kata Taufik, penyerapan anggaran Kabupaten Gowa pertanggal 30 November sudah diangka 66 persen, dan akan terus dilakukan upaya maksimal dalam peningkatan penyerapan sesuai dengan realisasi kegiatan yang masih bisa dilaksanakan.
"Penyerapan tahun ini di angka 66 persen per 30 November, ini disebabkan oleh beberapa kondisi seperti PPKM yang menyebabkan beberapa kegiatan yang harusnya berjalan ditunda akibat pembatasan kegiatan, terjadi refocussing selama 2 kali pada saat pelaksanaan anggaran sehingga tidak bisa dilaksanakan tepat waktu karena membutuhkan penyesuaian-penyesuaian termasuk administrasi," jelasnya.
Baca juga: Dorong Cakupan Vaksinasi, Gowa Target Vaksinasi 8.000 Dosis Perhari
Plt Gubernur Sulsel , Andi Sudirman Sulaiman meminta agar bisa memaksimalkan anggaran dari pusat ini. Menurutnya Presiden RI memberikan banyak catatan mengenai anggaran di kas daerah yang belum dibelanjakan.
"Inilah yang menjadi topik perhatian, menurut hitungan Kemenkeu dari tahun ketahun inilah tahun yang masih banyak tertinggal di kas daerah. Salah satu kekhawatiran pusat, anggaran yang sudah memiliki porsi belanja dan harusnya terserap masih tertinggal di kas akhirnya tidak bisa dibelanjakan," pungkasnya.
Wabup Gowa mengatakan, anggaran tersebut masih diprioritaskan bagi penanganan Covid-19, seperti pemulihan ekonomi dan reformasi struktural yang akan dijabarkan dalan pagu anggaran masing-masing kegiatan yang akan dilaksanakan oleh SKPD.
Baca juga: Provinsi Sulsel Kebagian Rp48,68 Triliun dari APBN 2022
"Hari ini seluruh kepala daerah se-Sulawesi Selatan menerima dana tansafer daerah dan dana desa yang digunakan masih pada penanganan Covid-19 dan prioritas pembangunan yang bersifat strategis," ungkapnya.
Seluruh kabupaten/kota kata dia diminta untuk lebih mempercepat penyerapan anggaran. Pasalnya menurut Menteri Keuangan RI, tahun 2021 ini merupakan tahun paling lambat penyerapan anggaran hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Kita terus berupaya mempercepat penyerapan anggaran kita salah satunya membuat skema penjadwalan, khususnya belanja modal yang meskipun juga dipengaruhi juknis pelaksanaan dana tertentu yang kadang masih lambat, oleh karena itu untuk tahun 2022 kita menyiapkan skema penyusunan jadwal yang lebih cepat sehingga pelaksanaan adminstrasi belanja modal bisa dilaksanakan lebih awal di 2022," lanjut Abd Rauf.
Dia berharap ke depan tidak lagi terjadi penundaan dan pembatasan seperti yang terjadi sebelumnya agar seluruh tahapan yang telah direncanakan berjalan sesuai mestinya.
Baca juga: APBD Gowa 2022 Ditetapkan, Bupati Harap Bisa Dikelola Efektif
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Taufik Mursad mengatakan, dana transfer pada beberapa daerah mengalami penurunan termasuk di Kabupaten Gowa. Hal ini dipengaruhi kata Taufik, sejumlah komponen yang dulunya berada pada posisi pendapatan dan lain-lain sudah masuk ke komponen belanja DAK.
"Kemudian dana transfer umum juga pada beberapa komponen mengalami penurunan yang disebabkan oleh kemampuan negara, yang akhirnya juga mengalami penurunan, sehingga secara merata terjadi penurunan di beberapa daerah terkait dana transfer ke daerah ini," tambahnya.
Saat ini kata Taufik, penyerapan anggaran Kabupaten Gowa pertanggal 30 November sudah diangka 66 persen, dan akan terus dilakukan upaya maksimal dalam peningkatan penyerapan sesuai dengan realisasi kegiatan yang masih bisa dilaksanakan.
"Penyerapan tahun ini di angka 66 persen per 30 November, ini disebabkan oleh beberapa kondisi seperti PPKM yang menyebabkan beberapa kegiatan yang harusnya berjalan ditunda akibat pembatasan kegiatan, terjadi refocussing selama 2 kali pada saat pelaksanaan anggaran sehingga tidak bisa dilaksanakan tepat waktu karena membutuhkan penyesuaian-penyesuaian termasuk administrasi," jelasnya.
Baca juga: Dorong Cakupan Vaksinasi, Gowa Target Vaksinasi 8.000 Dosis Perhari
Plt Gubernur Sulsel , Andi Sudirman Sulaiman meminta agar bisa memaksimalkan anggaran dari pusat ini. Menurutnya Presiden RI memberikan banyak catatan mengenai anggaran di kas daerah yang belum dibelanjakan.
"Inilah yang menjadi topik perhatian, menurut hitungan Kemenkeu dari tahun ketahun inilah tahun yang masih banyak tertinggal di kas daerah. Salah satu kekhawatiran pusat, anggaran yang sudah memiliki porsi belanja dan harusnya terserap masih tertinggal di kas akhirnya tidak bisa dibelanjakan," pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :