Gowa Siap Jadi Penyedia Bahan Baku Obat Tradisional
Senin, 29 November 2021 - 16:31 WIB
loading...
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan meninjau produksi obat tradisional di pabrik milik PT Royal Medicalink Pharmalab. Foto: Humas Pemkab Gowa
A
A
A
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa siap menjadi penyedia bahan baku pembuatan obat tradisional yang dibutuhkan oleh PT Royal Medicalink Pharmalab, perusahaan yang bergerak di bidang obat-obatan.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, selama ini 70 persen dari bahan baku yang digunakan PT Royal Medicalink Pharmalab yang berlokasi di Kecamatan Bontomarannu itu, diambil dari luar Sulawesi Selatan (Sulsel).
Baca juga:Wabup Gowa Apresiasi Dukungan Polri Percepat Cakupan Vaksinasi
Padahal Pemkab Gowa memiliki lahan pertanian terpadu yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyediaan bahan baku obat tradisional yang dibutuhkan PT Royal Medicalink Pharmalab.
"Kita memiliki lahan pertanian terpadu sekitar 200 hektare di Kecamatan Parangloe yang bisa dimanfaatkan untuk bahan baku obat tradisional oleh PT Royal Medicalink Pharmalab," ujar Bupati Gowa usai penandatanganan kerja sama dengan PT Royal Medicalink Pharmalab di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Senin (29/11).
Dia menjelaskan, 200 Ha ini bisa dimanfaatkan untuk menanam bahan baku yang dibutuhkan, seperti paliasa, kunyit, temulawak dan jahe serta peternakan ikan gabus sebagai bahan utama pembuatan obat tradisional.
"Kita harapkan semua bahan baku yang dibutuhkan, biarkan kami yang siapkan supaya tidak perlu lagi jauh-jauh ambil di Samarinda. Tentu kalau ambil bahan bakunya di Kabupaten Gowa biayanya juga jauh lebih murah," ungkapnya.
Baca juga:Menteri Pertanian Optimalisasi Ketersediaan Jagung Nasional
Tidak hanya itu, orang nomor satu di Gowa ini menyebutkan, masyarakat Kabupaten Gowa juga bisa mendapatkan manfaat dari kerja sama ini. Olehnya itu, dia berharap masyarakat bisa dilibatkan sehingga akan berdampak pada perekonomian masyarakat.
"Saya berharap pemberdayaan masyarakat juga dilakukan. Jadi bukan hanya Perusda yang mengelolanya tetapi semua yang pekerja adalah masyarakat khususnya yang ada di sekitar lahan terpadu milik pemerintah," harapnya.
Selain itu Adnan juga berharap, ke depan kualitas dan kuantitas bahan baku yang dihasilkan harus dijaga sesuai dengan standar yang diinginkan PT Royal Medicalink Pharmalab.
Direktur PT Royal Medicalink Pharmalab, Adi Suherman menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya ini merupakan bentuk kontribusi nyata PT Royal Medicalink Pharmalab bagi Kabupaten Gowa di bidang pertanian dan perikanan yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Baca juga:Pemkab Gowa Optimistis Realisasi APBD Tahun Depan Lebih Baik
"PT Royal Medicalink Pharmalab sebagai bakti kami kepada Kabupaten Gowa, di mana pabrik kami telah beroperasi di Kabupaten Gowa sejak tahun 2013. Kami bergerak di bidang obat tradisional dengan menggunakan bahan baku alam Indonesia," ungkapnya.
Dia juga berharap, hubungan kerja sama antara Pemkab Gowa dengan PT Royal Medicalink Pharmalab bisa berjalan dengan baik dan bisa berkelanjutan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Gowa dan Bapak Direktur Perusda Kabupaten Gowa yang telah bersedia menjajaki kerja sama ini," tandasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Daerah Holding Company Gowa Mandiri, Rahmansyah mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil penandatanganan ini. dengan perjanjian yang lebih teknis, seperti skema penanaman dan penyiapan bahan baku dan seperti apa pelibatan masyarakat dalam proses penyiapannya.
Baca juga:Pelayanan Berbasis Digital, Pemkab Gowa Segera Berlakukan Disposisi Online
Ke depan pihaknya juga akan siap memenuhi standar kuantitas dan kualitas bahan baku obat tradisional yang dibutuhkan oleh PT Royal Medicalink Pharmalab.
"Jadi kita tinggal menunggu kebutuhan dari pabrik, misalnya ikan gabus, temulawak, jahe merah, kumis kucing dan paliasa per hari mereka butuh berapa," tambahnya.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, selama ini 70 persen dari bahan baku yang digunakan PT Royal Medicalink Pharmalab yang berlokasi di Kecamatan Bontomarannu itu, diambil dari luar Sulawesi Selatan (Sulsel).
Baca juga:Wabup Gowa Apresiasi Dukungan Polri Percepat Cakupan Vaksinasi
Padahal Pemkab Gowa memiliki lahan pertanian terpadu yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyediaan bahan baku obat tradisional yang dibutuhkan PT Royal Medicalink Pharmalab.
"Kita memiliki lahan pertanian terpadu sekitar 200 hektare di Kecamatan Parangloe yang bisa dimanfaatkan untuk bahan baku obat tradisional oleh PT Royal Medicalink Pharmalab," ujar Bupati Gowa usai penandatanganan kerja sama dengan PT Royal Medicalink Pharmalab di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Senin (29/11).
Dia menjelaskan, 200 Ha ini bisa dimanfaatkan untuk menanam bahan baku yang dibutuhkan, seperti paliasa, kunyit, temulawak dan jahe serta peternakan ikan gabus sebagai bahan utama pembuatan obat tradisional.
"Kita harapkan semua bahan baku yang dibutuhkan, biarkan kami yang siapkan supaya tidak perlu lagi jauh-jauh ambil di Samarinda. Tentu kalau ambil bahan bakunya di Kabupaten Gowa biayanya juga jauh lebih murah," ungkapnya.
Baca juga:Menteri Pertanian Optimalisasi Ketersediaan Jagung Nasional
Tidak hanya itu, orang nomor satu di Gowa ini menyebutkan, masyarakat Kabupaten Gowa juga bisa mendapatkan manfaat dari kerja sama ini. Olehnya itu, dia berharap masyarakat bisa dilibatkan sehingga akan berdampak pada perekonomian masyarakat.
"Saya berharap pemberdayaan masyarakat juga dilakukan. Jadi bukan hanya Perusda yang mengelolanya tetapi semua yang pekerja adalah masyarakat khususnya yang ada di sekitar lahan terpadu milik pemerintah," harapnya.
Selain itu Adnan juga berharap, ke depan kualitas dan kuantitas bahan baku yang dihasilkan harus dijaga sesuai dengan standar yang diinginkan PT Royal Medicalink Pharmalab.
Direktur PT Royal Medicalink Pharmalab, Adi Suherman menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya ini merupakan bentuk kontribusi nyata PT Royal Medicalink Pharmalab bagi Kabupaten Gowa di bidang pertanian dan perikanan yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Baca juga:Pemkab Gowa Optimistis Realisasi APBD Tahun Depan Lebih Baik
"PT Royal Medicalink Pharmalab sebagai bakti kami kepada Kabupaten Gowa, di mana pabrik kami telah beroperasi di Kabupaten Gowa sejak tahun 2013. Kami bergerak di bidang obat tradisional dengan menggunakan bahan baku alam Indonesia," ungkapnya.
Dia juga berharap, hubungan kerja sama antara Pemkab Gowa dengan PT Royal Medicalink Pharmalab bisa berjalan dengan baik dan bisa berkelanjutan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Gowa dan Bapak Direktur Perusda Kabupaten Gowa yang telah bersedia menjajaki kerja sama ini," tandasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Daerah Holding Company Gowa Mandiri, Rahmansyah mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil penandatanganan ini. dengan perjanjian yang lebih teknis, seperti skema penanaman dan penyiapan bahan baku dan seperti apa pelibatan masyarakat dalam proses penyiapannya.
Baca juga:Pelayanan Berbasis Digital, Pemkab Gowa Segera Berlakukan Disposisi Online
Ke depan pihaknya juga akan siap memenuhi standar kuantitas dan kualitas bahan baku obat tradisional yang dibutuhkan oleh PT Royal Medicalink Pharmalab.
"Jadi kita tinggal menunggu kebutuhan dari pabrik, misalnya ikan gabus, temulawak, jahe merah, kumis kucing dan paliasa per hari mereka butuh berapa," tambahnya.
(luq)
Lihat Juga :