Wagub Emil Beber Strategi Bangkitkan UMKM di Jawa Timur
Senin, 29 November 2021 - 09:45 WIB
loading...
Wagub Jatim Emil Dardak mengunjungi salah satu stan pameran dalam Pameran INAPRO Expo 2021 di Surabaya.Foto/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak menyampaikan dua cara penting yang harus dilakukan dalam mendukung bangkitnya perekonomian Jatim pada 2022 mendatang.
"Kita harus memulai tahun 2022 dengan perekonomian yang lebih baik. Dan hasil neraca perdagangan di tahun 2021 mendukung keoptimisan ini," ujar Wagub Emil saat menjadi narasumber di ajang Pameran INAPRO Expo 2021 bertema Local Product to Global Market yang digelar di Convention Center Grand City Surabaya, Minggu (28/11/2021) malam.
Baca juga: Kasatkorwil Banser Jatim Perintahkan Buru Penghina Rais Aam PBNU
Menurut Emil, langkah pertama yang harus dilakukan oleh para pelaku UMKM adalah dengan memberikan value added terhadap produk-produk yang dihasilkan. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan tidak bergantung pada sumber daya yang dimiliki di Jatim. "Tetapi bisa mengimpor sumber daya dari provinsi lain atau luar negeri, lalu mengolahnya menjadi suatu produk yang memiliki nilai tambah," terangnya.
Langkah kedua, kata dia, adalah dengan menggali potensi pasar ekspor. Hal tersebut, menurut Emil bukan tanpa sebab. Pasalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, ekspor non-migas Jatim per Oktober 2021 mencapai angka 95,28 persen. Dimana ekspor Jatim mampu menjangkau pasar ASEAN hingga Uni-Eropa.
"Dengan digitalisasi, kini terbuka peluang yang lebih besar. Sehingga, selepas kurasi dan riset pasar secara digital melalui marketplace, maka harus dilakukan riset secara menyeluruh," ujarnya.
Baca juga: Miris! Emak-emak Curi Dompet Simpan di Pakaian Dalam Terekam CCTV
"Kita harus memulai tahun 2022 dengan perekonomian yang lebih baik. Dan hasil neraca perdagangan di tahun 2021 mendukung keoptimisan ini," ujar Wagub Emil saat menjadi narasumber di ajang Pameran INAPRO Expo 2021 bertema Local Product to Global Market yang digelar di Convention Center Grand City Surabaya, Minggu (28/11/2021) malam.
Baca juga: Kasatkorwil Banser Jatim Perintahkan Buru Penghina Rais Aam PBNU
Menurut Emil, langkah pertama yang harus dilakukan oleh para pelaku UMKM adalah dengan memberikan value added terhadap produk-produk yang dihasilkan. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan tidak bergantung pada sumber daya yang dimiliki di Jatim. "Tetapi bisa mengimpor sumber daya dari provinsi lain atau luar negeri, lalu mengolahnya menjadi suatu produk yang memiliki nilai tambah," terangnya.
Langkah kedua, kata dia, adalah dengan menggali potensi pasar ekspor. Hal tersebut, menurut Emil bukan tanpa sebab. Pasalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, ekspor non-migas Jatim per Oktober 2021 mencapai angka 95,28 persen. Dimana ekspor Jatim mampu menjangkau pasar ASEAN hingga Uni-Eropa.
"Dengan digitalisasi, kini terbuka peluang yang lebih besar. Sehingga, selepas kurasi dan riset pasar secara digital melalui marketplace, maka harus dilakukan riset secara menyeluruh," ujarnya.
Baca juga: Miris! Emak-emak Curi Dompet Simpan di Pakaian Dalam Terekam CCTV
Lihat Juga :