7 Pelaku Pengeroyokan Petani di Lapo Tuak Dibekuk Polresta Deliserdang
Minggu, 07 Juni 2020 - 08:12 WIB
loading...
A
A
A
Tak terima atas perlakukan tersangka, korban pergi kearah sepeda motornya yang diparkirnya di sebelah pondok dan mengambil sebilah parang dari along-along sepeda motor miliknya. Melihat hal itu, Aan memeluk korban dan mengajak korban keluar dari Lapo tuak agar pertengkaran tidak berlanjut.
Selanjutnya, saat korban hendak menghidupkan sepeda motornya akan tetapi tidak hidup–hidup. Lalu Alfian Barus dan seorang temannya menghampiri korban. Lalu tiba-tiba korban mengambil parang yang ada di pinggangnya dan membacokkan ke arah kepala Alfian Barus sebanyak dua kali. Alfian Barus pun lari.
Melihat kejadian tersebut Aan mendorong korban ke pondok 11 dan memeluknya. Kemudian datang teman–teman Alfian Barus dari pondok 7 dan 8 dengan membawa kayu balok memukuli korban. Korban yang saat itu dipeluk Aan, mendorong tubuh Aan sehingga terjatuh.
Korban yang tak terima dikeroyok, selanjutnya mengejar orang yang mengeroyoknya sambil mengayunkan parang yang dipegangnya. Melihat hal tersebut, saksi Aan pergi menjauh dan masuk kedalam kafe. Dari dalam kafe tersebut, Aan melihat korban dikeroyok Alfian Barus dan teman-temannya. (Baca juga : Kumat Lagi, Mantan Napi Asimilasi di Medan Ambruk Kedua Kakinya Jebol Kena Tembak )
Saat saksi Aan mendekati korban, kemudian Alfian Barus datang lagi dan mengambil parang yang tergeletak didekat korban, lalu membacokkan ke kaki kanan korban sebanyak dua kali lalu pergi. Kemudian Aan mendekati korban yang sudah terbaring dan melihat bagian kepalanya banyak luka dan mengeluarkan darah, lalu pergi memberitahu keluarga korban hingga akhirnya meregang nyawa.
Selanjutnya, saat korban hendak menghidupkan sepeda motornya akan tetapi tidak hidup–hidup. Lalu Alfian Barus dan seorang temannya menghampiri korban. Lalu tiba-tiba korban mengambil parang yang ada di pinggangnya dan membacokkan ke arah kepala Alfian Barus sebanyak dua kali. Alfian Barus pun lari.
Melihat kejadian tersebut Aan mendorong korban ke pondok 11 dan memeluknya. Kemudian datang teman–teman Alfian Barus dari pondok 7 dan 8 dengan membawa kayu balok memukuli korban. Korban yang saat itu dipeluk Aan, mendorong tubuh Aan sehingga terjatuh.
Korban yang tak terima dikeroyok, selanjutnya mengejar orang yang mengeroyoknya sambil mengayunkan parang yang dipegangnya. Melihat hal tersebut, saksi Aan pergi menjauh dan masuk kedalam kafe. Dari dalam kafe tersebut, Aan melihat korban dikeroyok Alfian Barus dan teman-temannya. (Baca juga : Kumat Lagi, Mantan Napi Asimilasi di Medan Ambruk Kedua Kakinya Jebol Kena Tembak )
Saat saksi Aan mendekati korban, kemudian Alfian Barus datang lagi dan mengambil parang yang tergeletak didekat korban, lalu membacokkan ke kaki kanan korban sebanyak dua kali lalu pergi. Kemudian Aan mendekati korban yang sudah terbaring dan melihat bagian kepalanya banyak luka dan mengeluarkan darah, lalu pergi memberitahu keluarga korban hingga akhirnya meregang nyawa.
(nfl)
Lihat Juga :