Gandeng Bank Jateng, Ganjar Pranowo Beri Kredit Lapak untuk Pedagang Kecil
Sabtu, 27 November 2021 - 17:19 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Ist)
A
A
A
SEMARANG - Demi pemulihan sektor ekonomi, pemerintah memberikan stimulus untuk meringankan para pelaku usaha menengah bawah. Salah satunya Jawa Tengah yang mengandengBank Jateng untuk meluncurkan Kredit Lapak, kredit murah yang dikhususkan untuk ibu-ibu pedagang pasar dan ibu-ibu pelaku industri kecil rumahan dengan bunga kredit yang sangat ringan.
Peluncuran Kredit Lapak itu dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat gelaran Borobudur Marathon 2021, Sabtu (27/11/2021). Ganjar juga sempat menyerahkan langsung secara simbolis kepada ibu-ibu pedagang Pasar Salaman Magelang.
"Hari ini kitalaunchingKredit Lapak, kredit untuk ibu-ibu pedagang pasar tradisional dan ibu-ibu kreatif di rumah. Plafonnya maksimal Rp2 juta dengan bunga 2 persen pertahun," kata Ganjar.
Program ini lanjut Ganjar dikeluarkan untuk mendorong kebangkitan ekonomi, khususnya ibu-ibu. Sebab menurut Ganjar, banyak kelompok perempuan kreatif dan memiliki banyak sektor usaha kecil.
"Selain itu kelompok perempuan ini biasanya gemi, titi dan manajemen keuangannya bagus. Sehingga disiplin mereka juga bagus," ucapnya.
Ganjar berharap, program ini dapat membantu kelompok perempuan di Jateng menjalankan usahanya. Sebab diantara mereka, banyak yang sebenarnya membutuhkan modal kecil untuk menjalankan usahanya itu.
"Rata-rata mereka butuh modal tiap hari Rp100.000 sampai Rp1 juta. Kalau pinjam ke bank kan susah, makanya dengan program ini harapan saya mereka bisa terbantu," jelasnya.
Peluncuran Kredit Lapak itu dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat gelaran Borobudur Marathon 2021, Sabtu (27/11/2021). Ganjar juga sempat menyerahkan langsung secara simbolis kepada ibu-ibu pedagang Pasar Salaman Magelang.
"Hari ini kitalaunchingKredit Lapak, kredit untuk ibu-ibu pedagang pasar tradisional dan ibu-ibu kreatif di rumah. Plafonnya maksimal Rp2 juta dengan bunga 2 persen pertahun," kata Ganjar.
Program ini lanjut Ganjar dikeluarkan untuk mendorong kebangkitan ekonomi, khususnya ibu-ibu. Sebab menurut Ganjar, banyak kelompok perempuan kreatif dan memiliki banyak sektor usaha kecil.
"Selain itu kelompok perempuan ini biasanya gemi, titi dan manajemen keuangannya bagus. Sehingga disiplin mereka juga bagus," ucapnya.
Ganjar berharap, program ini dapat membantu kelompok perempuan di Jateng menjalankan usahanya. Sebab diantara mereka, banyak yang sebenarnya membutuhkan modal kecil untuk menjalankan usahanya itu.
"Rata-rata mereka butuh modal tiap hari Rp100.000 sampai Rp1 juta. Kalau pinjam ke bank kan susah, makanya dengan program ini harapan saya mereka bisa terbantu," jelasnya.
Lihat Juga :