Pemerintah Larang Penjualan Minyak Curah, Pedagang: Makin Sulit saja Hidup
Kamis, 25 November 2021 - 16:46 WIB
loading...
A
A
A
"Selama saya dagang ini kenaikan harga minyak goreng paling parah, lebih dari Rp20 ribu per kilogram. Dulu pas Lebaran saja harganya paling tinggi hanya Rp16 ribu per kilogram," tuturnya.
Sementara itu, Astuti (40) pemilik warteg di kawasan Ciracas mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng kemasan. Dia menilai, kenaikan itu tidak manusiawi di tengah pandemi Covid-19 di mana roda perekonomian terasa sulit.
"Karena minyak goreng kemasan harganya mahal jadi saya beralih ke minyak goreng curah. Minyak goreng kan sangat dibutuhkan untuk keperluan masak. Apalagi kaya saya yang memiliki usaha warteg," ujarnya.
Tito (48) pedagang gorengan di kawasan Ciracas pun mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng yang terlampau tinggi. Menurutnya, apabila minyak goreng curah harus diganti dengan minyak goreng kemasan maka pemerintah lebih dulu menurunkan harga minyak goreng yang saat ini sudah menyusahkan warga. Baca juga: Sempat Tertunda, Pemerintah Larang Minyak Goreng Curah Mulai 1 Januari 2022
"Jualan tetap harus jualan, harga enggak bisa kita naikin nanti pembeli protes terus dagangan enggak laku makin sulit saja hidup. Situasi masih Corona tapi enggak ada perhatian ke rakyat kecil, harga-harga semuanya makin naik," tuturnya.
Sementara itu, Astuti (40) pemilik warteg di kawasan Ciracas mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng kemasan. Dia menilai, kenaikan itu tidak manusiawi di tengah pandemi Covid-19 di mana roda perekonomian terasa sulit.
"Karena minyak goreng kemasan harganya mahal jadi saya beralih ke minyak goreng curah. Minyak goreng kan sangat dibutuhkan untuk keperluan masak. Apalagi kaya saya yang memiliki usaha warteg," ujarnya.
Tito (48) pedagang gorengan di kawasan Ciracas pun mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng yang terlampau tinggi. Menurutnya, apabila minyak goreng curah harus diganti dengan minyak goreng kemasan maka pemerintah lebih dulu menurunkan harga minyak goreng yang saat ini sudah menyusahkan warga. Baca juga: Sempat Tertunda, Pemerintah Larang Minyak Goreng Curah Mulai 1 Januari 2022
"Jualan tetap harus jualan, harga enggak bisa kita naikin nanti pembeli protes terus dagangan enggak laku makin sulit saja hidup. Situasi masih Corona tapi enggak ada perhatian ke rakyat kecil, harga-harga semuanya makin naik," tuturnya.
(mhd)
Lihat Juga :