PTPN dan Mentan Berencana Kembangkan Sapi Wagyu di Wajo dan Sidrap
Kamis, 25 November 2021 - 16:20 WIB
loading...
Pemimpin PTPN XIV saat bertemu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo membahas pengembangan sapi wagyu, belum lama ini. Foto: Humas PTPN XIV
A
A
A
JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV dan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) berencana melakukan kerja sama terkait pengembangan sapi wagyu.
Rencana kerja sama itu dibahas Direktur PTPN XIV, Suhendri bersama CEO PT Asiabeef Biofarm Indonesia (ABI) saat berkunjung ke Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) yang disambut langsung Mentan SYL, beberapa waktu lalu.
Baca juga:Pabrik Kelapa Sawit Luwu Komitmen Berdayakan Tenaga Kerja Lokal
Direktur PTPN XIV, Suhendri menyampaikan niatnya untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki oleh PTPN XIV, salah satunya pemanfaatan lahan di Sakkoli, Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidrap, untuk pengembangan sapi ternak jenis wagyu.
Diketahui sapi wagyu memiliki nilai jual daging yang tinggi dan laris di pasaran. " PTPN XIV memiliki kurang lebih 9.000 hektare lahan di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidrap yang belum digarap," sebut Suhendri.
Kepala Bagian Perencanaan dan Manajemen Sistem PTPN XIV, Hamsa mengatakan ide optimalisasi aset itu muncul saat kunjungan Direktur PTPN XIV menemui Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu sebelumnya.
"Pak Gubernur paham betul tentang PTPN XIV. NTT ini kan diharapkan bisa menjadi daerah penghasil daging, namun karena keterbatasan area Pak Gubernur menyarankan untuk dikembangkan di lahan PTPN XIV yang di Sulsel. Akhirnya beliau membuka komunikasi dengan Pak Mentan, diaturkan waktu hingga Pak Direktur dapat berkunjung ke sana," jelas Hamsa, Kamis (25/11/2021).
Baca juga:PTPN XIV Unit Kebun Keera-Maroangin Komitmen Serap Tenaga Kerja Lokal
Dia melanjutkan, pemilihan lahan di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidrap dilakukan bukan tanpa alasan. Lahan tersebut merupakan area peternakan yang dulunya dimiliki oleh PT Bina Mulya Ternak (Persero).
Pada tahun 1996, lahan tersebut resmi menjadi milik PTPN XIV setelah terjadi peleburan antara PT Perkebunan XXVIII (Persero), PT Perkebunan XXXII (Persero), eks proyek pengembangan PT Perkebunan XXIII (Persero) dan PT Bina Mulya Ternak (Persero).
Oleh karena itu, Mentan menyambut baik rencana yang disampaikan oleh Direktur PTPN XIV. Hal tersebut sejalan dengan visi Kementan untuk mewujudkan swasembada daging di Indonesia. Selain itu, rencana ini juga membuka kesempatan bagi Sulsel menjadi daerah komoditas daging selain NTT.
Baca juga:PTPN XIV Unit Kebun Awaya Rencana Ganti Komoditas
"Tapi sampai saat ini, rencana tersebut belum disampaikan ke Renmas (re: Perencanaan dan Manajemen Sistem), sehingga belum dibuatkan kajian lebih lanjut terkait kesesuaian lahan dan teknis lainnya. Mungkin Pak Direktur menunggu penandatangan dengan PT ABI terkait kerja sama unit Kabaru terlebih dahulu. Bukan tak mungkin, jika kerjas ama tersebut lancar akan membuka kesempatan untuk menggandeng PT ABI terkait rencana ini," sambung Hamsa, Kamis (25/11/2021).
Apabila rencana ini terealisasi, tentu akan menjadi angin segar bagi PTPN XIV. Dengan demikian PTPN XIV dapat turut andil dalam swasembada daging sebagaimana yang dicanangkan Kementan RI. Hal ini diproyeksi akan memberikan banyak dampak positif bagi lapangan kerja baru dan perekonomian daerah.
Rencana kerja sama itu dibahas Direktur PTPN XIV, Suhendri bersama CEO PT Asiabeef Biofarm Indonesia (ABI) saat berkunjung ke Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) yang disambut langsung Mentan SYL, beberapa waktu lalu.
Baca juga:Pabrik Kelapa Sawit Luwu Komitmen Berdayakan Tenaga Kerja Lokal
Direktur PTPN XIV, Suhendri menyampaikan niatnya untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki oleh PTPN XIV, salah satunya pemanfaatan lahan di Sakkoli, Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidrap, untuk pengembangan sapi ternak jenis wagyu.
Diketahui sapi wagyu memiliki nilai jual daging yang tinggi dan laris di pasaran. " PTPN XIV memiliki kurang lebih 9.000 hektare lahan di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidrap yang belum digarap," sebut Suhendri.
Kepala Bagian Perencanaan dan Manajemen Sistem PTPN XIV, Hamsa mengatakan ide optimalisasi aset itu muncul saat kunjungan Direktur PTPN XIV menemui Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu sebelumnya.
"Pak Gubernur paham betul tentang PTPN XIV. NTT ini kan diharapkan bisa menjadi daerah penghasil daging, namun karena keterbatasan area Pak Gubernur menyarankan untuk dikembangkan di lahan PTPN XIV yang di Sulsel. Akhirnya beliau membuka komunikasi dengan Pak Mentan, diaturkan waktu hingga Pak Direktur dapat berkunjung ke sana," jelas Hamsa, Kamis (25/11/2021).
Baca juga:PTPN XIV Unit Kebun Keera-Maroangin Komitmen Serap Tenaga Kerja Lokal
Dia melanjutkan, pemilihan lahan di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidrap dilakukan bukan tanpa alasan. Lahan tersebut merupakan area peternakan yang dulunya dimiliki oleh PT Bina Mulya Ternak (Persero).
Pada tahun 1996, lahan tersebut resmi menjadi milik PTPN XIV setelah terjadi peleburan antara PT Perkebunan XXVIII (Persero), PT Perkebunan XXXII (Persero), eks proyek pengembangan PT Perkebunan XXIII (Persero) dan PT Bina Mulya Ternak (Persero).
Oleh karena itu, Mentan menyambut baik rencana yang disampaikan oleh Direktur PTPN XIV. Hal tersebut sejalan dengan visi Kementan untuk mewujudkan swasembada daging di Indonesia. Selain itu, rencana ini juga membuka kesempatan bagi Sulsel menjadi daerah komoditas daging selain NTT.
Baca juga:PTPN XIV Unit Kebun Awaya Rencana Ganti Komoditas
"Tapi sampai saat ini, rencana tersebut belum disampaikan ke Renmas (re: Perencanaan dan Manajemen Sistem), sehingga belum dibuatkan kajian lebih lanjut terkait kesesuaian lahan dan teknis lainnya. Mungkin Pak Direktur menunggu penandatangan dengan PT ABI terkait kerja sama unit Kabaru terlebih dahulu. Bukan tak mungkin, jika kerjas ama tersebut lancar akan membuka kesempatan untuk menggandeng PT ABI terkait rencana ini," sambung Hamsa, Kamis (25/11/2021).
Apabila rencana ini terealisasi, tentu akan menjadi angin segar bagi PTPN XIV. Dengan demikian PTPN XIV dapat turut andil dalam swasembada daging sebagaimana yang dicanangkan Kementan RI. Hal ini diproyeksi akan memberikan banyak dampak positif bagi lapangan kerja baru dan perekonomian daerah.
(luq)
Lihat Juga :