Jelang Muktamar ke-34 NU, PWNU dan PCNU se-Bali Bulat Dukung KH Yahya Cholil Staquf
Selasa, 23 November 2021 - 22:51 WIB
loading...
Ketua PWNU dan PCNU se-Bali memilih mendukung KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU 2021-2026 dalam Muktamar ke 34 di Lampung. Foto/Dok.
A
A
A
DENPASAR - Suara bulat disampaikan Ketua PWNU dan PCNU se-Bali, menjelang pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU). Mereka menyatakan memilih mendukung KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU 2021-2026.
Baca juga: Hangat-hangat Kuku Muktamar Ke-34 NU
"Ketua PWNU dan PCNU se-Bali satu jalur dalam Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama. Memberikan dukungan penuh pada KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, " kata Ketua PCNU Gianyar, Sukisno Suwandi dalam jumpa pers, Selasa (23/11/2021).
Dalam jumpa pers yang dihadiri Ketua PCNU seluruh Bali itu, Sukisno menyatakan Ketua PWNU dan sembilan Ketua PCNU telah sepakat mendukung Gus Yahya. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan yang diikuti Ketua PWNU dan Ketua PCNU se-Bali di Hotel Neo Denpasar, 17 November 2021.
Baca juga: Sadis! Kurang Bayar Usai Setubuhi PSK di Hotel, Pemuda Pekanbaru Dihajar 9 Preman
Sukisno menegaskan, kesepakatan itu sekaligus meluruskan pemberitaan media masa beberapa waktu lalu. "Kita luruskan agar tidak terjadi mis komunikasi dan kegaduhan internal," tandasnya.
Baca juga: Hangat-hangat Kuku Muktamar Ke-34 NU
"Ketua PWNU dan PCNU se-Bali satu jalur dalam Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama. Memberikan dukungan penuh pada KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, " kata Ketua PCNU Gianyar, Sukisno Suwandi dalam jumpa pers, Selasa (23/11/2021).
Dalam jumpa pers yang dihadiri Ketua PCNU seluruh Bali itu, Sukisno menyatakan Ketua PWNU dan sembilan Ketua PCNU telah sepakat mendukung Gus Yahya. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan yang diikuti Ketua PWNU dan Ketua PCNU se-Bali di Hotel Neo Denpasar, 17 November 2021.
Baca juga: Sadis! Kurang Bayar Usai Setubuhi PSK di Hotel, Pemuda Pekanbaru Dihajar 9 Preman
Sukisno menegaskan, kesepakatan itu sekaligus meluruskan pemberitaan media masa beberapa waktu lalu. "Kita luruskan agar tidak terjadi mis komunikasi dan kegaduhan internal," tandasnya.
Lihat Juga :