Indahnya Potret Toleransi Beragama di Batu Kumbung, Lombok Barat
Senin, 22 November 2021 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
Musala darurat dengan bahan baku bambu dan terpal dibangun sekitar dua hari. Uniknya, di antara para warga bukan hanya umat Islam, yang berkepentingan dengan musala darurat sebagai tempat salat, yang turut kerja bakti. Beberapa penganut Hindu juga turun tangan. Bahkan salah satu areal musala darurat adalah lahan milik umat Hindu.
“Saat gempa tahun 20218, ada salah seorang dari umat Hindu menyediakan sebidang tanah seluas 40 are (400 meter) untuk djadikan lokasi pengungsian yang juga tempat kita membangun masjid darurat bersama sahabat-sahabat relawan dari Kendal dan Kudus kala itu,” kata Ketua LPBINU Lombok Barat, Saparudin.
Kerja sama serupa juga dilakukan saat penanganan dampak COVID-19. Menurut Saparudin, Dusun Tragtag Desa Batu Kumbung dijadikan percontohan penanganan COVID-19 oleh LPBINU Pusat.
“Penanganan COVID-19 yang melibatkan semua unsur yang ada di kampung kami untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan dan waspada Corona yang di lakukan di tempat-tempat ibadah baik masjid maupun pura yang ada di dusun kami,” imbuh Saparudin.
Pada kegiatan penanganan pandemi COVID-19, tokoh-tokoh umat beragama di sana memberikan pemahaman bahwa meski beberapa waktu terakhir di sejumlah titik angka kasus tersebut mulai menurun, masyarakat jangan abai terhadap protokol kesehatan COVID-19.
“Saat gempa tahun 20218, ada salah seorang dari umat Hindu menyediakan sebidang tanah seluas 40 are (400 meter) untuk djadikan lokasi pengungsian yang juga tempat kita membangun masjid darurat bersama sahabat-sahabat relawan dari Kendal dan Kudus kala itu,” kata Ketua LPBINU Lombok Barat, Saparudin.
Kerja sama serupa juga dilakukan saat penanganan dampak COVID-19. Menurut Saparudin, Dusun Tragtag Desa Batu Kumbung dijadikan percontohan penanganan COVID-19 oleh LPBINU Pusat.
“Penanganan COVID-19 yang melibatkan semua unsur yang ada di kampung kami untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan dan waspada Corona yang di lakukan di tempat-tempat ibadah baik masjid maupun pura yang ada di dusun kami,” imbuh Saparudin.
Pada kegiatan penanganan pandemi COVID-19, tokoh-tokoh umat beragama di sana memberikan pemahaman bahwa meski beberapa waktu terakhir di sejumlah titik angka kasus tersebut mulai menurun, masyarakat jangan abai terhadap protokol kesehatan COVID-19.
Lihat Juga :