Covid-19 di Depok Melonjak, Penyumbang Terbesar dari Klaster Sekolah
Senin, 22 November 2021 - 06:27 WIB
loading...
Hasil evaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Depok menemukan tingginya kasus Covid-19 dari klaster sekolah. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
DEPOK - Hasil evaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Depok menemukan tingginya kasus Covid-19 dari klaster sekolah. Pada pekan ini ditemukan kasus harian Covid-19 di Kota Depo k sebanyak 105 kasus, dimana 80 persennya berasal dari klaster PTMT. Jika dihitung, artinya klaster PTMT menyumbang 84 kasus.
"Kemarin terdapat penambahan kasus Covid baru di Depok 105 kasus. Penambahan ini merupakan yang tertinggi. Biasanya di bawah 20, di bawah 10. Setelah ditelusuri, kami lakukan cek data, bahwa jumlah ini mayoritas berasal dari PTMT," ujar Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Senin (22/11/2021).
Baca juga: Klaster Sekolah Meningkat, Depok Hentikan Pembelajaran Tatap Muka
Setelah ditemukan banyaknya kasus di sekolah, maka pihaknya memastikan bahwa itu adalah klaster PTMT. Ketika PTMT pertama kali dibuka, pihaknya telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) ketat untuk mencegah adanya klaster PTMT.
Kemudian dilakukan tracing oleh pihak puskesmas terhadap mereka yang kontak erat di sekolah-sekolah. "Ini kami sebut sebagai klaster PTMT karena banyak penularan antar siswa di sekolah setelah SOP kami jalankan, terutama untuk puskesmas melakukan tracing dan testing terhadap yang kontak erat di sekolah-sekolah. Yang terjadi penularan saat ini paling banyak di Pancoran Mas ada SD, SMP dan MTS," paparnya.
Dengan kasus harian yang cukup banyak tersebut dan mayoritas dari klaster PTMT maka Wali Kota Depok langsung mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8.02/648/SATGAS/2021 tentang Penghentian Sementara Secara Terbatas Pada Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). SE dikeluarkan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan siswa.
"Kemarin terdapat penambahan kasus Covid baru di Depok 105 kasus. Penambahan ini merupakan yang tertinggi. Biasanya di bawah 20, di bawah 10. Setelah ditelusuri, kami lakukan cek data, bahwa jumlah ini mayoritas berasal dari PTMT," ujar Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Senin (22/11/2021).
Baca juga: Klaster Sekolah Meningkat, Depok Hentikan Pembelajaran Tatap Muka
Setelah ditemukan banyaknya kasus di sekolah, maka pihaknya memastikan bahwa itu adalah klaster PTMT. Ketika PTMT pertama kali dibuka, pihaknya telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) ketat untuk mencegah adanya klaster PTMT.
Kemudian dilakukan tracing oleh pihak puskesmas terhadap mereka yang kontak erat di sekolah-sekolah. "Ini kami sebut sebagai klaster PTMT karena banyak penularan antar siswa di sekolah setelah SOP kami jalankan, terutama untuk puskesmas melakukan tracing dan testing terhadap yang kontak erat di sekolah-sekolah. Yang terjadi penularan saat ini paling banyak di Pancoran Mas ada SD, SMP dan MTS," paparnya.
Dengan kasus harian yang cukup banyak tersebut dan mayoritas dari klaster PTMT maka Wali Kota Depok langsung mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8.02/648/SATGAS/2021 tentang Penghentian Sementara Secara Terbatas Pada Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). SE dikeluarkan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan siswa.
Lihat Juga :