PKT dan KLHK Sinergi Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang di Bengkayang

Jum'at, 19 November 2021 - 12:17 WIB
loading...
PKT dan KLHK Sinergi...
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melakukan penanaman perdana demplot pohon Tengkawang dan durian Musang King. (Ist)
A A A
BENGKAYANG - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melakukan penanaman perdana demplot pohon Tengkawang dan durian Musang King di Arboretum Tengkawang, Desa Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kegiatan itu dilakukan untuk memulihkan lahan bekas tambang tersebut.

“Kegiatan ini merupakan kesinambungan komitmen kerja sama PKT bersama KLHK sejak 2020, untuk kolaborasi pemulihan lahan bekas tambang guna meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan sekitar,” kata SVP Teknologi PKT Heri Subagyo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Demplot ini juga sebagai wujud dukungan PKT untuk pemulihan lingkungan dan ekosistem pasca tambang, baik dalam bentuk reklamasi maupun rehabilitasi dan restorasi lahan, agar dapat dimanfaatkan kembali sesuai fungsinya.

Demplot merupakan langkah perusahaan dalam mendukung penerapan teknologi pertanian dan pengolahan lahan, serta metode pemupukan menggunakan produk PKT yang dipastikan ramah terhadap lingkungan.

“Melalui demplot ini, kita bisa menjadikan lahan bekas tambang sebagai kawasan konservasi maupun ruang terbuka hijau sesuai konsep arboretum Tengkawang, sehingga memiliki manfaat dan nilai guna bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Heri.

Perbaikan dan pemulihan kualitas lingkungan menjadi salah satu komitmen PKT dalam menekan deforestasi hutan, melalui upaya pelestarian alam secara berkesinambungan.

Dalam waktu dekat, PKT juga telah melakukan demplot serupa di lahan bekas tambang batubara di Makroman, sehingga keberadaan hutan sebagai tatanan ekosistem dan mencegah timbulnya pemanasan global dapat tercapai melalui kesinambungan kerjasama dengan berbagai pihak.

“Kontribusi terhadap lingkungan menjadi komitmen utama PKT, yang diimplementasikan pada berbagai upaya dalam mendukung pelestarian alam serta keanekaragaman hayati. Semoga perbaikan ekosistem dan kualitas lingkungan bisa semakin ditingkatkan melalui sinergi aktif antara perusahaan dengan pemerintah,” kata Heri.

Sementara itu, Plt. Direktur Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka (PKLAT) KLHK Edy Nugroho Santoso mengatakan kerusakan lahan di Monterado diakibatkan aktivitas tambang emas secara ilegal, dengan luasan mencapai 8,77 hektare.

Berdasarkan hasil pengujian pihaknya, lahan bekas tambang ini memiliki kesuburan sangat rendah dengan tingkat keasaman tinggi, sehingga mengakibatkan tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik dan kawasan menjadi gersang.

“Jika dilakukan pembiaran dalam jangka panjang, dipastikan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Untuk itu, diharapkan ada suatu formula yang bisa terapkan PKT untuk mengembalikan kesuburan lahan di Monterado ini,” kata Edy. Baca: Perjuangkan Hak Buruh, Fraksi PKS DPRD Salatiga Siap Kawal Pembahasan UMK 2022.

Ia pun optimis keterlibatan PKT pada demplot ini menjadi solusi terhadap kondisi lahan Monterado, melalui penerapan teknologi pertanian untuk pengolahan lahan hingga pemupukan, agar kawasan ini bisa dimanfaatkan kembali sesuai peruntukannya.

Diharapkan kontribusi PKT dapat terus mendorong perbaikan kualitas lingkungan, termasuk menekan laju deforestasi hutan yang diakibatkan berbagai aktivitas penambangan. Baca Juga: Tebing Waduk Wonorejo Longsor, Warga yang Sempat Terjebak Berhasil Dievakuasi.

“Semoga lahan di Monterado ini kembali hijau, sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat sekitar," pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
Menuju Penghentian Total...
Menuju Penghentian Total Open Dumping, Wamen LH Dorong Pemilahan Sampah dari Hulu
Kronologi Helikopter...
Kronologi Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar, Sempat Kirim Sinyal Darurat
Helikopter Hilang Kontak...
Helikopter Hilang Kontak di Kalimantan Barat, Angkut 8 Orang
Kolaborasi Multipihak...
Kolaborasi Multipihak Kunci Percepatan Indonesia's FOLU Net Sink 2030 di Kalbar
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Rekomendasi
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved