Alat Swab Antigen Dikuasai Asing, Pengusaha Lokal dan Buruh di Bekasi Menjerit
Kamis, 18 November 2021 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaannya sudah bergerak di bidang alat kesehatan sejak sebelum pandemi. Kemudian, ketika Covid-19 melanda Indonesia, pihaknya turut memproduksi kebutuhan kesehatan lainnya di antaranya masker dan stik swab.
Secara kemampuan, pihaknya dapat memproduksi alat swab hingga 25 juta per bulan. Namun, kenyataannya permintaan di lapangan jauh di bawah itu. Dari 5 juta alat yang diproduksi, hanya ratusan ribu hingga satu juta alat saja yang berhasil terdistribusi.
Kondisi ini membuat perusahaan membuat kebijakan untuk merumahkan karyawan. Dengan kondisi tersebut, dia berharap ada keberpihakan dari pemerintah terhadap pengusaha lokal.
"Kami tidak butuh subsidi dari pemerintah karena kami masih sanggup membiayai produksi yang dibutuhkan. Yang kami butuhkan sekarang adalah pasar yang adil bagi kami dalam mendistribusikan alat swab antigen. Makanya, apabila tidak ada pasar yang adil dalam mendistribusikan produk kami, maka masalah itu akan berbuntut pada kesejahteraan karyawan karena mau tidak mau kami harus memangkas gaji dan merumahkan beberapa karyawan karena finansial perusahaan perlu diselamatkan," beber Heru.
Dia menilai regulasi yang dikeluarkan pemerintah sebetulnya sudah baik. Namun, dalam pelaksanaan di lapangan tidak sesuai regulasi yang telah dibuat dan diarahkan. "Harapan kami semoga regulasi yang telah ditentukan bisa berjalan dengan semestinya agar produk buatan dalam negeri diutamakan," ucapnya.
Secara kemampuan, pihaknya dapat memproduksi alat swab hingga 25 juta per bulan. Namun, kenyataannya permintaan di lapangan jauh di bawah itu. Dari 5 juta alat yang diproduksi, hanya ratusan ribu hingga satu juta alat saja yang berhasil terdistribusi.
Kondisi ini membuat perusahaan membuat kebijakan untuk merumahkan karyawan. Dengan kondisi tersebut, dia berharap ada keberpihakan dari pemerintah terhadap pengusaha lokal.
"Kami tidak butuh subsidi dari pemerintah karena kami masih sanggup membiayai produksi yang dibutuhkan. Yang kami butuhkan sekarang adalah pasar yang adil bagi kami dalam mendistribusikan alat swab antigen. Makanya, apabila tidak ada pasar yang adil dalam mendistribusikan produk kami, maka masalah itu akan berbuntut pada kesejahteraan karyawan karena mau tidak mau kami harus memangkas gaji dan merumahkan beberapa karyawan karena finansial perusahaan perlu diselamatkan," beber Heru.
Dia menilai regulasi yang dikeluarkan pemerintah sebetulnya sudah baik. Namun, dalam pelaksanaan di lapangan tidak sesuai regulasi yang telah dibuat dan diarahkan. "Harapan kami semoga regulasi yang telah ditentukan bisa berjalan dengan semestinya agar produk buatan dalam negeri diutamakan," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :