Atasi Krisis Iklim, Anies: Transportasi Publik adalah Masa Depan
Kamis, 18 November 2021 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bikin Pening, Parkir Dekat Transportasi Publik di DKI Akan Dipatok Rp60 Ribu per Jam
"Setiap orang yang tinggal di daerah perkotaan harus memiliki akses ke transportasi umum yang aman, sering, terjangkau, dan mudah diakses dalam 10 menit berjalan kaki dari rumah," tulis pernyataan tersebut.
Akses yang adil ke transportasi umum adalah landasan bagi persamaan hak. Setiap orang di kota besar memanfaatkan transportasi umum, baik dengan mengakses pekerjaan, pendidikan, perawatan kesehatan, budaya, dan hiburan, atau dengan berkurangnya kepadatan lalu lintas, polusi udara, dan kecelakaan di jalan raya. "Transportasi pribadi menghasilkan biaya sosial bagi masyarakat yang 28 kali lebih tinggi dari yang dihasilkan transportasi umum," sebut pernyataan tersebut.
Disebutkan, penggunaan transportasi umum telah berubah dalam dua tahun terakhir. Setelah menurunnya perjalanan akibat COVID-19, kini terlihat adanya peningkatan yang konsisten dalam jumlah penumpang transportasi umum di perkotaan.
Orang-orang tidak ingin transportasi umum dikurangi melainkan ditambah, yakni lebih tersebar merata dan rutin, lebih efisien dan terhubung, lebih bersih, lebih cepat dan dengan daya angkut yang lebih besar. Hal ini dapat dicapai bila investasi disediakan dan kota-kota sudah diarahkan ke sana. Jakarta, misalnya, menargetkan layanan transportasi umum harus ada dalam jarak 500 meter dari 95% perumahan penduduk, paling lambat tahun 2022.
"Setiap orang yang tinggal di daerah perkotaan harus memiliki akses ke transportasi umum yang aman, sering, terjangkau, dan mudah diakses dalam 10 menit berjalan kaki dari rumah," tulis pernyataan tersebut.
Akses yang adil ke transportasi umum adalah landasan bagi persamaan hak. Setiap orang di kota besar memanfaatkan transportasi umum, baik dengan mengakses pekerjaan, pendidikan, perawatan kesehatan, budaya, dan hiburan, atau dengan berkurangnya kepadatan lalu lintas, polusi udara, dan kecelakaan di jalan raya. "Transportasi pribadi menghasilkan biaya sosial bagi masyarakat yang 28 kali lebih tinggi dari yang dihasilkan transportasi umum," sebut pernyataan tersebut.
Disebutkan, penggunaan transportasi umum telah berubah dalam dua tahun terakhir. Setelah menurunnya perjalanan akibat COVID-19, kini terlihat adanya peningkatan yang konsisten dalam jumlah penumpang transportasi umum di perkotaan.
Orang-orang tidak ingin transportasi umum dikurangi melainkan ditambah, yakni lebih tersebar merata dan rutin, lebih efisien dan terhubung, lebih bersih, lebih cepat dan dengan daya angkut yang lebih besar. Hal ini dapat dicapai bila investasi disediakan dan kota-kota sudah diarahkan ke sana. Jakarta, misalnya, menargetkan layanan transportasi umum harus ada dalam jarak 500 meter dari 95% perumahan penduduk, paling lambat tahun 2022.
(thm)
Lihat Juga :