89 Persen Masyarakat Sulsel Sudah Terdaftar JKN-KIS
Rabu, 17 November 2021 - 16:59 WIB
loading...
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus mendorong penambahan jumlah kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus mendorong penambahan jumlah kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Hal itu untuk memenuhi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 98 persen pada tahun 2024 mendatang.
Per 12 November 2021, kepesertaan secara nasional sudah mencapai 83 persen atau 226 juta sudah terdaftar sebagai peserta dari 272 juta penduduk Indonesia. Khusus di wilayah Sulsel, capaiannya sebesar 89 persen atau 8,1 juta warga Sulsel sudah menjadi peserta.
Baca juga:Ribuan Warga Pangkep Dihapus dari Data Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan
"Kepesertaan JKN-KIS ditargetkan 98 persen pada tahun 2024. Diperlukan peran semua stakeholder dalam hal menyebarluaskan informasi dan mengajak masyarakat untuk menyukseskan program ini," jelas Deputi Direksi Wilayah Sulselbartramal, dr Beno Herman, Rabu (17/11).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar, dr Greisthy Borotoding melanjutkan masih ada 1 juta penduduk yang belum menjadi peserta JKN-KIS di Sulsel. Khusus di wilayah Kantor Cabang Makassar yang meliputi Makassar, Jeneponto, Takalar, Pangkep, dan Maros, capaiannya sudah 92 persen.
Lebih spesifik lagi, khusus Kota Makassar, warga yang sudah menjadi peserta JKN-KIS sudah mencapai 96 persen. Targetnya, tahun 2022 mendatang sudah naik menjadi 98 persen.
Baca juga:Manajemen RSR Hasri Ainun Optimis Percepatan Kerjasama BPJS
"Harapannya untuk Kota Makassar sudah selesai 98 persen tahun 2022. Kepesertaan Kota Makassar akan berkontribusi besar terhadap wilayah Sulselbartramal (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku)," urai dr Greisthy.
Per 12 November 2021, kepesertaan secara nasional sudah mencapai 83 persen atau 226 juta sudah terdaftar sebagai peserta dari 272 juta penduduk Indonesia. Khusus di wilayah Sulsel, capaiannya sebesar 89 persen atau 8,1 juta warga Sulsel sudah menjadi peserta.
Baca juga:Ribuan Warga Pangkep Dihapus dari Data Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan
"Kepesertaan JKN-KIS ditargetkan 98 persen pada tahun 2024. Diperlukan peran semua stakeholder dalam hal menyebarluaskan informasi dan mengajak masyarakat untuk menyukseskan program ini," jelas Deputi Direksi Wilayah Sulselbartramal, dr Beno Herman, Rabu (17/11).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar, dr Greisthy Borotoding melanjutkan masih ada 1 juta penduduk yang belum menjadi peserta JKN-KIS di Sulsel. Khusus di wilayah Kantor Cabang Makassar yang meliputi Makassar, Jeneponto, Takalar, Pangkep, dan Maros, capaiannya sudah 92 persen.
Lebih spesifik lagi, khusus Kota Makassar, warga yang sudah menjadi peserta JKN-KIS sudah mencapai 96 persen. Targetnya, tahun 2022 mendatang sudah naik menjadi 98 persen.
Baca juga:Manajemen RSR Hasri Ainun Optimis Percepatan Kerjasama BPJS
"Harapannya untuk Kota Makassar sudah selesai 98 persen tahun 2022. Kepesertaan Kota Makassar akan berkontribusi besar terhadap wilayah Sulselbartramal (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku)," urai dr Greisthy.
Lihat Juga :