Harga Telur dan Minyak Goreng Meroket Bikin Pemilik Warteg di Jaktim Menjerit
Rabu, 17 November 2021 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Masih melansir PIHPS Nasional, harga telur pada 1 Oktober lalu masih diangka Rp19.350. Artinya, dalam jangka 1 bulan, harga telur di wilayah DKI Jakarta naik sebesar Rp5.900. Sementara itu, harga minyak goreng pada 1 Oktober lalu masih diangka Rp17.100. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp2.450 per liter.
Walaupun ada kenaikan, tapi harga makanan yang saya jual gak tak naikin, tetap harga biasa. Soalnya sekarang persaingan dagang kan repot. Kadang ada padang yang Rp10.000. Yang ada warteg bisa jontos (kalah)," ujarnya.
Dia menuturkan, saat ini, keuntungan yang didapat dari usaha warteg tak menentu. Penurunan omzet itu dirasakannyasejak musim Corona melanda Indonesia pada Maret 2020. Baca juga: Harga Naik, Permintaan Daging Sapi di Bandung Turun
"Keuntungan gak tentu sih, jaman sekarang gak bisa diprediksi. Semenjak ada Pandemi Covid-19, paling hasil jualan cuma bisa muter belanja. Bisa buat makan sehari-hari sudah bagus. Lain sama yang dulu-dulu," tuturnya.
Sulastri berharap agar Pemerintah bisa menyesuaikan harga komoditas pangan dengan pendapatan masyarakat. "Pinginnya ya diturunin lagi, lebih stabil harganya," pungkasnya.
Walaupun ada kenaikan, tapi harga makanan yang saya jual gak tak naikin, tetap harga biasa. Soalnya sekarang persaingan dagang kan repot. Kadang ada padang yang Rp10.000. Yang ada warteg bisa jontos (kalah)," ujarnya.
Dia menuturkan, saat ini, keuntungan yang didapat dari usaha warteg tak menentu. Penurunan omzet itu dirasakannyasejak musim Corona melanda Indonesia pada Maret 2020. Baca juga: Harga Naik, Permintaan Daging Sapi di Bandung Turun
"Keuntungan gak tentu sih, jaman sekarang gak bisa diprediksi. Semenjak ada Pandemi Covid-19, paling hasil jualan cuma bisa muter belanja. Bisa buat makan sehari-hari sudah bagus. Lain sama yang dulu-dulu," tuturnya.
Sulastri berharap agar Pemerintah bisa menyesuaikan harga komoditas pangan dengan pendapatan masyarakat. "Pinginnya ya diturunin lagi, lebih stabil harganya," pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :