Mpu Nambi, Sosok Penting yang Bantu Raden Wijaya Mendirikan Kerajaan Majapahit
Minggu, 14 November 2021 - 05:03 WIB
loading...
A
A
A
Dari ketiga sosok yang ikut merintis Majapahit yaitu Kebo Anabrang, Nambi dan Lembu Sora, menurut Ranggalawe, sosok Sora yang layak jadi patih karena hebat dalam urusan perang. Ketidakpuasan ini memicu apa yang dikenal dengan pemberontakan Ranggalawe pada 1295. Baca juga: Ekspedisi Pamalayu, Ambisi Raja Kertanegara Taklukkan Sumatera dan Adang Invasi Mongol
Untuk menghentikan gejolak di Tuban, Raden Wijaya menunjuk Nambi menumpas Ranggalawe. Dalam penyerangan itu, pasukan Majapahit yang dipimpin Nambi berhasil menghabisi Ranggalawe yang tewas di tangan Kebo Anabrang.
Tewasnya Ranggalawe membuat Arya Wiraraja marah besar, hingga membangun ibu kota berbenteng Kuto Renon atau Kota Marah. Jadi Kuto Renon adalah sebuah ibu kota berbenteng yang didirikan karena marah. Dampak lainnya dari tewasnya Ranggalawe itu, Nambi pun tidak diterima oleh Arya Wiraraja.
Mpu Nambi dalam pemerintahan Majapahit adalah salah seorang pendukung setia Wangsa Rajasa. Ini teruji saat ada pergolakan internal kerjaan. Nambi pula yang berperan menyingkirkan Tribuwana Tunggadewi sehingga suksesi kekuasaan ke Prabu Jayanagara, putra Raden Wijaya, berhasil.
Namun, kesuksesan ini menjadi petaka bagi Nambi. Dikisahkan, pada masa pemerintahan Prabu Jayanagara (1309-1328), Nambi masih menjabat sebagai patih. Jabatan patih ini ternyata diam-diam diincar juga oleh sosok licik bernama Mahapati. Dialah sosok yang selalu mengatur ketegangan hubungan Jayanagara dan Nambi. Baca juga: Siasat Jayakatwang Hancurkan Singasari Lewat Serangan 2 Arah, dan Bunuh Kertanagara saat Pesta Terlarang
Suatu hari tibalah waktunya bagi si licik kembali memainkan jurusnya untuk mencapai ambisi. Saat itu ada kabar bahwa ayah Nambi sakit keras. Nambi pun meminta restu Prabu Jayanegara untuk cuti pulang ke Lamajang (sekarang Lumajang), kampung ayahnya. Sesampainya di Lamajang, ayahnya ternyata sudah meninggal.
Melihat momen ini adalah peluang, Mahapati menyusul Nambi dengan modus melayat untuk menyampaikan ucapan duka cita dari Prabu Jayanegara. Lalu Mahapati menyarankan supaya Nambi memperpanjang cutinya dan Mahapati berjanji akan menyampaikannya kepada raja. Nambi yang tak menyadari itu jebakan, langsung menyetujui.
Untuk menghentikan gejolak di Tuban, Raden Wijaya menunjuk Nambi menumpas Ranggalawe. Dalam penyerangan itu, pasukan Majapahit yang dipimpin Nambi berhasil menghabisi Ranggalawe yang tewas di tangan Kebo Anabrang.
Tewasnya Ranggalawe membuat Arya Wiraraja marah besar, hingga membangun ibu kota berbenteng Kuto Renon atau Kota Marah. Jadi Kuto Renon adalah sebuah ibu kota berbenteng yang didirikan karena marah. Dampak lainnya dari tewasnya Ranggalawe itu, Nambi pun tidak diterima oleh Arya Wiraraja.
Mpu Nambi dalam pemerintahan Majapahit adalah salah seorang pendukung setia Wangsa Rajasa. Ini teruji saat ada pergolakan internal kerjaan. Nambi pula yang berperan menyingkirkan Tribuwana Tunggadewi sehingga suksesi kekuasaan ke Prabu Jayanagara, putra Raden Wijaya, berhasil.
Namun, kesuksesan ini menjadi petaka bagi Nambi. Dikisahkan, pada masa pemerintahan Prabu Jayanagara (1309-1328), Nambi masih menjabat sebagai patih. Jabatan patih ini ternyata diam-diam diincar juga oleh sosok licik bernama Mahapati. Dialah sosok yang selalu mengatur ketegangan hubungan Jayanagara dan Nambi. Baca juga: Siasat Jayakatwang Hancurkan Singasari Lewat Serangan 2 Arah, dan Bunuh Kertanagara saat Pesta Terlarang
Suatu hari tibalah waktunya bagi si licik kembali memainkan jurusnya untuk mencapai ambisi. Saat itu ada kabar bahwa ayah Nambi sakit keras. Nambi pun meminta restu Prabu Jayanegara untuk cuti pulang ke Lamajang (sekarang Lumajang), kampung ayahnya. Sesampainya di Lamajang, ayahnya ternyata sudah meninggal.
Melihat momen ini adalah peluang, Mahapati menyusul Nambi dengan modus melayat untuk menyampaikan ucapan duka cita dari Prabu Jayanegara. Lalu Mahapati menyarankan supaya Nambi memperpanjang cutinya dan Mahapati berjanji akan menyampaikannya kepada raja. Nambi yang tak menyadari itu jebakan, langsung menyetujui.
Lihat Juga :