Warga Purworejo Resah Diteror Preman Imbas Dukung Proyek Strategis Nasional
Selasa, 09 November 2021 - 15:28 WIB
loading...
Sejumlah warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jateng, yang mendukung pembangunan Proyek Strategi Nasional PSN mendapat teror dan intimidasi. Foto/Ist.
A
A
A
SEMARANG - Intimidasi yang dilancarkan oleh kelompok preman, menghantui warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jateng. Warga yang setuju pembangunan Proyek Strategi Nasional (PSN) mendapatkan teror dari para preman.
Baca juga: Blusukan ke Pasar, Perwira Polisi Ini Ajak Pedagang Lawan Premanisme
Adanya teror dari para preman ini, diakui warga Desa Wadas, Sabar; dan warga Desa Randu Parang, Susanto. Teror yang dialami Sabar yakni, tangki motornya diisi pasir dengan garam usai menjadi saksi di PTUN Semarang.
Sabar merasa senang setelah ada polisi yang aktif berpatroli di Desa Wadas. Walau hal itu ada warga yang tidak senang, namun Sabar tetap meminta agar petugas kepolisian terus melaksanakan patroli.
Baca juga: Siasat Jayakatwang Hancurkan Singasari Lewat Serangan 2 Arah, dan Bunuh Kertanagara saat Pesta Terlarang
Adapun teror yang dialami Susanto dikemukakan putrinya, Nurhayati. Ayahnya yang mendukung pembangunan PSN Bendungan Bener, diakui Nurhayati pernah diteror yakni rumahnya yang berada di Desa Randu Parang, ditutup dari luar oleh orang lain. Karena takut, Nurhayati mengajak ayahnya untuk tinggal dirumahnya di Desa Kali Urip.
Baca juga: Blusukan ke Pasar, Perwira Polisi Ini Ajak Pedagang Lawan Premanisme
Adanya teror dari para preman ini, diakui warga Desa Wadas, Sabar; dan warga Desa Randu Parang, Susanto. Teror yang dialami Sabar yakni, tangki motornya diisi pasir dengan garam usai menjadi saksi di PTUN Semarang.
Sabar merasa senang setelah ada polisi yang aktif berpatroli di Desa Wadas. Walau hal itu ada warga yang tidak senang, namun Sabar tetap meminta agar petugas kepolisian terus melaksanakan patroli.
Baca juga: Siasat Jayakatwang Hancurkan Singasari Lewat Serangan 2 Arah, dan Bunuh Kertanagara saat Pesta Terlarang
Adapun teror yang dialami Susanto dikemukakan putrinya, Nurhayati. Ayahnya yang mendukung pembangunan PSN Bendungan Bener, diakui Nurhayati pernah diteror yakni rumahnya yang berada di Desa Randu Parang, ditutup dari luar oleh orang lain. Karena takut, Nurhayati mengajak ayahnya untuk tinggal dirumahnya di Desa Kali Urip.
Lihat Juga :