Ribuan Rumah Terendam Banjir, 403 Warga Gresik Mengungsi
Selasa, 09 November 2021 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
“Sebuah apresiasi karena Pemkab Gresik tidak tidur menghadapi ini. Penaggulangan dan normalisasi sudah dijalankan Pemkab Gresik sejak Oktober awal. Langkah-langkah itu terus kita tingkatkan dan kita dorong,” kata Emil.
Emil menjelaskan, jebolnya tanggul di Desa Bengkelolor, Kecamatan Kedamean menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Upaya melakukan penanganan darurat di Kali Lamong, kata Wagub Emil, harus dilakukan secara bertahap. Karena skalanya dinilai cukup besar. “Kalau di total, penanggulangan dilakukan sekitar 100 kilometer (km). Menanggul 100 km merupakan proyek yang sangat besar,” tuturnya.
Menurutnya, penanganan banjir di Kali Lamong harus dilakukan secara bertahap. Pada prinsipnya, menangani sungai dimulai dari hilir hingga hulu. Dengan kata lain, sebut Emil, dimulai dari titik-titik yang paling urgent.“Berdasarkan pemetaan yang paling darurat, dimulai dari Desa Jono, Kecamatan Cerme, berlanjut ke Desa Tambakberas, kemudian ke Desa Morowudi,” jelasnya.
Selain normalisasi sungai dan memperkuat tanggul, BPBD Jatim sudah melakukan penanganan lain di antaranya membuka posko kesehatan di setiap puskesmas dan puskesmas pembantu wilayah kecamatan yang terdampak banjir.
"Di samping itu juga melakukan evakuasi warga di wilayah terdampak banjir, dan membuka dapur umum serta pemberian bantuan paket sembako dan makanan siap saji," tandas Emil.
Emil menjelaskan, jebolnya tanggul di Desa Bengkelolor, Kecamatan Kedamean menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Upaya melakukan penanganan darurat di Kali Lamong, kata Wagub Emil, harus dilakukan secara bertahap. Karena skalanya dinilai cukup besar. “Kalau di total, penanggulangan dilakukan sekitar 100 kilometer (km). Menanggul 100 km merupakan proyek yang sangat besar,” tuturnya.
Menurutnya, penanganan banjir di Kali Lamong harus dilakukan secara bertahap. Pada prinsipnya, menangani sungai dimulai dari hilir hingga hulu. Dengan kata lain, sebut Emil, dimulai dari titik-titik yang paling urgent.“Berdasarkan pemetaan yang paling darurat, dimulai dari Desa Jono, Kecamatan Cerme, berlanjut ke Desa Tambakberas, kemudian ke Desa Morowudi,” jelasnya.
Selain normalisasi sungai dan memperkuat tanggul, BPBD Jatim sudah melakukan penanganan lain di antaranya membuka posko kesehatan di setiap puskesmas dan puskesmas pembantu wilayah kecamatan yang terdampak banjir.
"Di samping itu juga melakukan evakuasi warga di wilayah terdampak banjir, dan membuka dapur umum serta pemberian bantuan paket sembako dan makanan siap saji," tandas Emil.
(msd)
Lihat Juga :