Cerita Sedih Korban Banjir Bandang Kota Malang, Kehilangan Tabungan Rp3 Juta untuk Berobat
Senin, 08 November 2021 - 12:09 WIB
loading...
Rohman, korban banjir bandang di Kota Malang masih tak menyangka seluruh harta bendanya hilang dalam sekejap. MPI/Avirista
A
A
A
MALANG - Rohman, korban banjir bandang di Kota Malang masih tak menyangka seluruh harta bendanya hilang dalam sekejap. Ia menjadi satu dari beberapa korban banjir bandang di Kota Malang, rumahnya hanyut terbawa air bah dari Sungai Brantas.
Banjir bandang yang terjadi pada Kamis sore (4/11/2021) telah melenyapkan seluruh harta bendanya, termasuk uang tabungannya senilai Rp 3 juta yang dikumpulkan dari hasil pemberian orang-orang, dan penghasilannya menarik becak.
"Hanyut semua habis, rumah hanyut juga, uang Rp 3 juta hasil tabungan untuk berobat juga habis terbawa banjir," ucap Rohman ditemui MNC Portal, di rumahnya di RT 7 RW 6 Kelurahan Klojen, Kota Malang, pada Senin (8/11/2021).
Rohman bercerita sebelum banjir bandang datang, ia tengah tertidur di rumahnya usai menarik becak. Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 17.00 WIB, saat tiba - tiba suara air bah mengejutkannya dan membuat Rohman berlari menyelamatkan diri.
"Itu air deras datangnya, suaranya terdengar gemuruh. Saya lari menyelamatkan diri hanya pakai sarung sama kaos, dan kaleng," ungkap dia.
Banjir bandang yang terjadi pada Kamis sore (4/11/2021) telah melenyapkan seluruh harta bendanya, termasuk uang tabungannya senilai Rp 3 juta yang dikumpulkan dari hasil pemberian orang-orang, dan penghasilannya menarik becak.
"Hanyut semua habis, rumah hanyut juga, uang Rp 3 juta hasil tabungan untuk berobat juga habis terbawa banjir," ucap Rohman ditemui MNC Portal, di rumahnya di RT 7 RW 6 Kelurahan Klojen, Kota Malang, pada Senin (8/11/2021).
Rohman bercerita sebelum banjir bandang datang, ia tengah tertidur di rumahnya usai menarik becak. Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 17.00 WIB, saat tiba - tiba suara air bah mengejutkannya dan membuat Rohman berlari menyelamatkan diri.
"Itu air deras datangnya, suaranya terdengar gemuruh. Saya lari menyelamatkan diri hanya pakai sarung sama kaos, dan kaleng," ungkap dia.
Lihat Juga :