Mensos Risma Sedih Lihat Korban Banjir di Terpal Bekas Pinggir Jalan
Minggu, 07 November 2021 - 18:55 WIB
loading...
Mensos Tri Rismaharini saat memberikan arahan kepada BPBD setempat untuk memberikan tempat pengungsian yang lebih layat kepada para korban banjir, Minggu (7/11/2021). Foto: iNewsTV/Agus Ismanto
A
A
A
GRESIK - Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini terlihat kecewa atas penanganan korban banjir Gresik, saat meninjau lokasi bencana, Minggu (7/11/2021).
Kekecewaan Mensos Tri Rismaharini meledak saat mendapati warga korban banjir menempati tenda dari terpal bekas di pinggir jalan sekitar lokasi banjir, di Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Baca juga: Marah-marah ke Aktivis dan Mahasiswa, Risma: Kamu Jangan Fitnah Aku Ya!
Menurut Mensos,seharusnya warga korban banjir menempati areal yang layak dan aman, terutama anak-anak dan lansia, agar tidak terserang penyakit. “Saya sedih melihat warga pengungsian di tenda pinggir jalan,” tuturnya.
Mensos pun berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik agar membangun tenda pengungsian dan menyediakan velbed bagi pengungsi korban banjir. “Selanjutnya tugas bupati, kami hanya membantu meringankan,” ujarnya.
Banjir yang melanda wilayah itu akibat meluapnya Sungai Lamong di Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.
Baca juga: 7 Korban Tewas Banjir Bandang Kota Batu Ditemukan, Proses Pencarian Dihentikan
Sejumlah warga korban banjir mengatakan, sudah dua hari mengungsi di tenda karena rumah tinggalnya terendam banjir hampir 2 meter.
Menurutnya warga memilih mendirikan tenda sekitar rumahnya untuk menjaga perabot rumah tangganya agar tidak hanyut terseret banjir. "Sudah dua hari menghuni tenda sekitar rumah,” kata salah seorang korban banjir, Sri Suliati.
Sementara, Suhardi Kepala Desa Cermen Lerek mengatakan, sebanyak 1.766 warganya terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Lamong.
“Pemerintah desa telah menyediakan sebanyak 4 titik lokasi penampungan, di antaranya memanfaatkan gedung sekolah, masjid dan rumah warga yang aman,” ungkap dia.
Baca juga: Seperti Kiamat, Kesaksian Korban Banjir Bandang: Rumah Hancur, 2 Anggota Keluarga Tewas
Menurutnya, warga korban banjir telah mendapatkan pasokan makanan, sembako dan bantuan kesehatan dari Dinas Sosial, BPBD dan partisipasi masyarakat.
Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, merupakan salah satu dari 15 desa yang paling terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Lamong.
Desa yang berhimpitan dengan Sungai Lamong ini terendam dengan kedalaman air mencapai 2 meter hingga menyulitkan warga maupun petugas menjangkau lokasi.
Kekecewaan Mensos Tri Rismaharini meledak saat mendapati warga korban banjir menempati tenda dari terpal bekas di pinggir jalan sekitar lokasi banjir, di Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Baca juga: Marah-marah ke Aktivis dan Mahasiswa, Risma: Kamu Jangan Fitnah Aku Ya!
Menurut Mensos,seharusnya warga korban banjir menempati areal yang layak dan aman, terutama anak-anak dan lansia, agar tidak terserang penyakit. “Saya sedih melihat warga pengungsian di tenda pinggir jalan,” tuturnya.
Mensos pun berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik agar membangun tenda pengungsian dan menyediakan velbed bagi pengungsi korban banjir. “Selanjutnya tugas bupati, kami hanya membantu meringankan,” ujarnya.
Banjir yang melanda wilayah itu akibat meluapnya Sungai Lamong di Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.
Baca juga: 7 Korban Tewas Banjir Bandang Kota Batu Ditemukan, Proses Pencarian Dihentikan
Sejumlah warga korban banjir mengatakan, sudah dua hari mengungsi di tenda karena rumah tinggalnya terendam banjir hampir 2 meter.
Menurutnya warga memilih mendirikan tenda sekitar rumahnya untuk menjaga perabot rumah tangganya agar tidak hanyut terseret banjir. "Sudah dua hari menghuni tenda sekitar rumah,” kata salah seorang korban banjir, Sri Suliati.
Sementara, Suhardi Kepala Desa Cermen Lerek mengatakan, sebanyak 1.766 warganya terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Lamong.
“Pemerintah desa telah menyediakan sebanyak 4 titik lokasi penampungan, di antaranya memanfaatkan gedung sekolah, masjid dan rumah warga yang aman,” ungkap dia.
Baca juga: Seperti Kiamat, Kesaksian Korban Banjir Bandang: Rumah Hancur, 2 Anggota Keluarga Tewas
Menurutnya, warga korban banjir telah mendapatkan pasokan makanan, sembako dan bantuan kesehatan dari Dinas Sosial, BPBD dan partisipasi masyarakat.
Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, merupakan salah satu dari 15 desa yang paling terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Lamong.
Desa yang berhimpitan dengan Sungai Lamong ini terendam dengan kedalaman air mencapai 2 meter hingga menyulitkan warga maupun petugas menjangkau lokasi.
(nic)
Lihat Juga :