Masih PPKM Level 2, Wali Kota Bekasi Pertanyakan Kekurangan Wilayahnya
Jum'at, 05 November 2021 - 16:48 WIB
loading...
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mempertanyakan soal kekurangan wilayhnya dalam asesmen yang dilakukan dari Pemerintah Pusat. Foto: MNC Portal/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
BEKASI - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi angkat bicara soal penetapan Kota Bekasi yang masih berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 . Dia mempertanyakan soal kekurangan wilayah Kota Bekasi dalam asesmen yang dilakukan dari Pemerintah Pusat.
"Data ini, kita sajikan, kita sampaikan dimana nih kekurangan dari yang kita ada sekarang antara existing yang kita berjalan di Kota Bekasi dengan penentuan perpanjangan bahwa Kota Bekasi masih di level 2," tutur Rahmat Effendi di Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi, Jumat (5/11/2021). Baca juga: Jakarta PPKM Level 1, KAI Commuter Tetap Berlakukan Pembatasan Kapasitas dan Jam Operasional
Adapun kajian soal evaluasi data tersebut telah disampaikan kepada pihak eksternal sebagai pemberi asesmen yakni kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ketua Koordinator PPKM Jawa-Bali. Namun, sampai saat ini, pihaknya belum mendapatkan jawaban.
“Kan biasanya kita saat apa yang kita dapat dari sebuah proses terus penilaian dari pihak eksternal, itu dari Kementerian Kesehatan, Ketua PPKM Jawa Bali,” lanjutnya.
"Data ini, kita sajikan, kita sampaikan dimana nih kekurangan dari yang kita ada sekarang antara existing yang kita berjalan di Kota Bekasi dengan penentuan perpanjangan bahwa Kota Bekasi masih di level 2," tutur Rahmat Effendi di Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi, Jumat (5/11/2021). Baca juga: Jakarta PPKM Level 1, KAI Commuter Tetap Berlakukan Pembatasan Kapasitas dan Jam Operasional
Adapun kajian soal evaluasi data tersebut telah disampaikan kepada pihak eksternal sebagai pemberi asesmen yakni kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ketua Koordinator PPKM Jawa-Bali. Namun, sampai saat ini, pihaknya belum mendapatkan jawaban.
“Kan biasanya kita saat apa yang kita dapat dari sebuah proses terus penilaian dari pihak eksternal, itu dari Kementerian Kesehatan, Ketua PPKM Jawa Bali,” lanjutnya.
Lihat Juga :