Nyalakan Tanda Bahaya, Bencana Alam Mengintai Jabar

Jum'at, 05 November 2021 - 16:37 WIB
loading...
Nyalakan Tanda Bahaya,...
Pemprov Jabar mengeluarkan imbauan kepada wisatawan untuk mewaspadai potensi bencana alam seiring hujan yang terus mengguyur Jabar. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A A A
BANDUNG - Hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur hampir sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat dan memicu terjadinya berbagai bencana alam, mulai dari longsor, banjir, hingga pohon tumbang.

Kondisi tersebut membuat Pemprov Jabar mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya para wisatawan yang hendak berkunjung ke berbagai objek wisata, khususnya wisata alam. Diketahui, sebagai daerah tujuan wisatawan, Jabar memiliki banyak objek wisata alam yang tersebar di 27 kabupaten/kota.

Baca juga: Memilukan, Bapak dan Anak Korban Banjir Bandang Kota Batu Ditemukan 5 Km dari Rumahnya

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Dedi Taufik mengatakan, Provinsi Jabar menjadi salah satu daerah rawan bencana. Oleh karenanya, pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya wisawatan untuk mewaspadai setiap ancaman bencana yang mengintai.

Meski begitu, Dedi menegaskan bahwa ancaman bencana tersebut bukan berarti berada di objek wisata. Menurutnya, bencana justru umumnya terjadi di jalan menuju objek wisata di Jabar.

"Misalnya kita ingin jalan ke Garut, itu di jalannya yang rawan bencana. Sama kalau kita mau ke Pangelengan atau Ciwidey. Bencana bukan ada di tempat wisata, tapi akses menuju ke sana," kata Dedi di Bandung, Jumat (5/11/2021).

Baca juga: Ekskavator Dikerahkan Cari 6 Korban Hilang Banjir Bandang Kota Batu

Dedi melanjutkan, salah satu daerah yang harus diwaspadai wisatawan adalah kawasan Bandung utara yang mengarah ke Lembang dan Subang, khususnya di objek-objek wisata yang berada di tebing dan dekat titik rawan bencana lainnya.

Dedi pun meminta wisatawan untuk mempelajari kondisi cuaca di daerah tujuan atau bisa juga membaca informasi dari media massa terkait berbagai kemungkinan di kawasan wisata yang dituju.

"Kita sekarang di Jabar ada 108 kawasan wisata yang jadi tujuan dan beberapa wisata memang rawan bencana," katanya.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemilik objek wisata sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman bencana.

Bahkan, kata Dedi, manajemen krisis kebencanaan pun sudah mulai diterapkan di sejumlah objek wisata, termasuk membentuk satuan tugas (satgas).

"Pelatihan pada satgas juga sudah dilakukan. Jadi, mereka mengetahui apa saja yang harus dijalankan, terutama kalau tempat wisatanya memang rawan bencana," kata Dedi.

Terpisah, Basarnas Bandung juga melakukan berbagai persiapan guna menghadapi ancaman bencana, seperti melakukan pengecekan peralatan, termasuk menyiapkan sumber daya manusia (SDN) terlatih.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan personel serta peralatan untuk menghadapi cuaca yang kurang bersahabat pada saat ini.

"Terlebih, BMKG telah memberikan peringatan terkait fenomena La Nina yang bisa mengakibatkan peningkatan bencana hidrometeorologi," kata Deden.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
Ini Analisa BMKG Terkait...
Ini Analisa BMKG Terkait Gempa Besar M5,4 di Sarmi Papua
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Gempa M4,5 Guncang Kendari,...
Gempa M4,5 Guncang Kendari, Berpusat di Darat Akibat Sesar Aktif
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Rekomendasi
Kenapa Memijat Pelipis...
Kenapa Memijat Pelipis dan Pundak Bisa Meredakan Sakit Kepala? Ini Kata Dokter
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Berita Terkini
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved