Gubernur Khofifah Beri Santunan Rp10 Juta untuk Keluarga Korban Perahu Terbalik
Jum'at, 05 November 2021 - 15:13 WIB
loading...
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberi santunan kepada keluarga korban Kecelakaan perahu penyeberangan yang terbalik di Sungai Bengawan Solo. Foto SINDOnews
A
A
A
TUBAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan santunan Rp10 juta kepada keluarga korban meninggal akibat kecelakaan perahu di Sungai Bengawan Solo yang menghubungkan Tuban dan Bojonegoro. Santunan diberikan saat gubernur meninjau posko evakuasi kecelakaan perahu di Kabupaten Tuban, Jumát (5/11/2021).
"Bapak Ibu yang mewakili ahli waris korban meninggal dunia akibat laka perahu penyeberangan saya menyampaikan duka cita yang mendalam Innalillahi wa inna ilaihi Raji'uun, mudah-mudahan seluruh amal ibadah almarhum almarhumah semua diterima oleh Allah dan khilafnya diampuni oleh Allah," kata Khofifah kepada ahli waris di Balai Desa Ngadirejo, Rengel,Tuban. Baca juga: Ayah Vanessa Angel Tunggu Proses Hukum Tubagus Joddy yang Diduga Bawa Mobil Kecepatan Tinggi
Orang nomor satu di Jatim ini juga memberikan support kepada keluarga korban agar sabar, ikhlas dan kuat menghadapi musibah ini. "Mohon semuanya dengan ikhlas menerima musibah ini, kita semua tidak tahu kapan dan bagaimana cara Allah memanggil kita semua, semoga semua yang dipanggil Allah dalam keadaan khusnul khotimah," tuturnya.
Khofifah juga memberikan bantuan paket sembako kepada para korban selamat dan warga sekitar. Berdasarkan data di Posko Laka per 5 November 2021 tercatat 4 orang korban dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah Agus Tutin (28) berjenis kelamin laki-laki asal Ngandong Grabagan Tuban, kemudian Kasian (65) jenis kelamin laki-laki asal Semambung Kanor Bojonegoro, Toro (40) jenis kelamin laki-laki asal Rembang Jawa Tengah dan 1 orang yang ditemukan pagi ini belum teridentifikasi.
Kemudian 10 korban dinyatakan selamat. Dari 10 orang korban selamat terdapat 7 orang berasal dari Kabupaten Tuban antara lain Arif Dwi S (39), Novi Andi S (29), Tasmiatun N (33), Abdul Hadi (9), Abdulah Dyantim (3), Mastarmuji (56), dan Budi A (24). Lalu 2 orang korban berasal dari Kabupaten Bojonegoro atas nama Hafis (5) dan Madyani (62) dan 1 orang dari Rembang Jawa Tengah atas nama Mujianto (30).
"Bapak Ibu yang mewakili ahli waris korban meninggal dunia akibat laka perahu penyeberangan saya menyampaikan duka cita yang mendalam Innalillahi wa inna ilaihi Raji'uun, mudah-mudahan seluruh amal ibadah almarhum almarhumah semua diterima oleh Allah dan khilafnya diampuni oleh Allah," kata Khofifah kepada ahli waris di Balai Desa Ngadirejo, Rengel,Tuban. Baca juga: Ayah Vanessa Angel Tunggu Proses Hukum Tubagus Joddy yang Diduga Bawa Mobil Kecepatan Tinggi
Orang nomor satu di Jatim ini juga memberikan support kepada keluarga korban agar sabar, ikhlas dan kuat menghadapi musibah ini. "Mohon semuanya dengan ikhlas menerima musibah ini, kita semua tidak tahu kapan dan bagaimana cara Allah memanggil kita semua, semoga semua yang dipanggil Allah dalam keadaan khusnul khotimah," tuturnya.
Khofifah juga memberikan bantuan paket sembako kepada para korban selamat dan warga sekitar. Berdasarkan data di Posko Laka per 5 November 2021 tercatat 4 orang korban dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah Agus Tutin (28) berjenis kelamin laki-laki asal Ngandong Grabagan Tuban, kemudian Kasian (65) jenis kelamin laki-laki asal Semambung Kanor Bojonegoro, Toro (40) jenis kelamin laki-laki asal Rembang Jawa Tengah dan 1 orang yang ditemukan pagi ini belum teridentifikasi.
Kemudian 10 korban dinyatakan selamat. Dari 10 orang korban selamat terdapat 7 orang berasal dari Kabupaten Tuban antara lain Arif Dwi S (39), Novi Andi S (29), Tasmiatun N (33), Abdul Hadi (9), Abdulah Dyantim (3), Mastarmuji (56), dan Budi A (24). Lalu 2 orang korban berasal dari Kabupaten Bojonegoro atas nama Hafis (5) dan Madyani (62) dan 1 orang dari Rembang Jawa Tengah atas nama Mujianto (30).
Lihat Juga :