51 Titik Jalur KA di Jateng Rawan Diterjang Bencana, Petugas Disiagakan 24 Jam
Jum'at, 05 November 2021 - 14:47 WIB
loading...
Ada 51 titik rawan bencana di sepanjang jalur kereta api (KA) wilayah Daop 4 Semarang. Foto/MPI/Taufik Budi
A
A
A
SEMARANG - Petugas PT KAI disiagakan 24 jam setiap hari. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam. Dari hasil pemetaan yang dilakukan PT KAI, terdapat 51 titik rawan bencana di sepanjang jalur kereta api (KA) wilayah Daops 4 Semarang.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, BMKG Keluarkan Status Siaga Beberapa Wilayah di Jawa Barat
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Semarang, menyebutkan, bahwa awal musim hujan tahun ini di wilayah Jawa Tengah, diperkirakan terjadi pada Oktober 2021. Terbukti sekarang cuaca hujan sudah sering terjadi.
Menghadapi curah hujan yang sudah mulai meningkat tersebut, PT KAI Daops 4 Semarang, melakukan berbagai langkah antisipasi untuk meminimalisasi dampak bencana alam yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.
Baca juga: Sita Aset Putra Mahkota Cendana Tommy Soeharto, Satgas BLBI Dikawal Ratusan Personel
Upaya antisipasi yang dilakukan di antaranya, dengan menyiagakan petugas khusus di beberapa titik rawan bencana alam, dan menyediakan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di beberapa titik stasiun.
"Kami menyiagakan petugas selama 24 jam setiap hari, yang tersebar di beberapa titik rawan bencana serta menyiapkan AMUS untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api," kata Manajer Humas Daops 4 Semarang, Krisbiyantoro, Jumat (5/11/2021).
Di wilayah Daops 4 Semarang, saat ini terdapat 51 titik rawan bencana yang dinilai memiliki potensi bahaya, mulai dari banjir, ambles, hingga tanah longsor. Jumlah titik rawan tersebut, menurun dari awal 2021 yang berjumlah 98 titik rawan. Berbagai perbaikan sudah kami lakukan dengan normalisasi drainase, pembuatan talud penahan konstruksi jalur KA, sehingga jumlah lokasi rawan bencana tersebut dapat berkurang.
Baca juga: Dijaga Ketat Penyidik, Tubagus Joddy Sopir Vanessa Angel Belum Bisa Dimintai Keterangan
Sebanyak 51 titik rawan bencana yang masih dalam penanganan pihak KAI Daop 4 Semarang di antaranya: 17 titik di wilayah Gundih koridor Semarang-Solo; sembilan titik di wilayah Kuripan; lima titik wilayah Pekalongan koridor Semarang-Cirebon; dan empat titik di wilayah Gambringan koridor Semarang-Surabaya Pasarturi dan beberapa titik lainnya yang tersebar di wilayah Semarang, Gubug, Panunggalan, Cepu, Tegal, Pemalang, Batang, Weleri, Kaliwungu, Karangjati, Doplang, dan Kedungjati.
"Dari sisi kesiapan material, KAI Daops 4 Semarang telah menyiapkan AMUS pada 19 titik, meliputi Tegal, Pemalang, Petarukan, Pekalongan, Batang, Kuripan, Weleri, Kalibodri, Kaliwungu, Semarang, Brumbung, Kedungjati, Gundih, Gambringan, Panunggalan, Kradenan, Doplang, Randublatung, dan Cepu," jelasnya.
AMUS yang disiapkan berupa pasir dalam kantong karung, bantalan rel, perancah dari potongan rel dan peralatan ringan hingga alat berat seperti Mesin Perawatan Jalan Rel (MPJR) yang digunakan untuk merawat serta memelihara kondisi jalur rel.
Baca juga: Divonis 5 Tahun Gara-gara Bansos COVID-19, Eks Bupati Bandung Barat Berencana Banding
Langkah preventif lain yang telah dilakukan KAI Daops 4 Semarang, yaitu kegiatan Tilik PJL (Penjaga Jalan Lintasan). Dalam Tilik PJL tersebut, Manajemen KAI Daops 4 Semarang secara rutin mengunjungi setiap pos PJL yang ada di wilayah Daops 4 Semarang, mulai dari Tegal sampai dengan Cepu.
"Dalam kegiatan tersebut, jajaran Daops 4 Semarang memastikan kesiapan petugas dalam menjalankan dinasannya dan merefresh pengetahuan SOP tentang perlintasan sebidang, serta memastikan kelengkapan alat pendukung keselamatan yang ada pada setiap pos PJL," jelasnya.
"KAI terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Di musim hujan ini, kami bekerja ekstra memastikan perjalanan kereta api berjalan dengan aman, lancar, dan selamat," pungkas dia.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, BMKG Keluarkan Status Siaga Beberapa Wilayah di Jawa Barat
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Semarang, menyebutkan, bahwa awal musim hujan tahun ini di wilayah Jawa Tengah, diperkirakan terjadi pada Oktober 2021. Terbukti sekarang cuaca hujan sudah sering terjadi.
Menghadapi curah hujan yang sudah mulai meningkat tersebut, PT KAI Daops 4 Semarang, melakukan berbagai langkah antisipasi untuk meminimalisasi dampak bencana alam yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.
Baca juga: Sita Aset Putra Mahkota Cendana Tommy Soeharto, Satgas BLBI Dikawal Ratusan Personel
Upaya antisipasi yang dilakukan di antaranya, dengan menyiagakan petugas khusus di beberapa titik rawan bencana alam, dan menyediakan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di beberapa titik stasiun.
"Kami menyiagakan petugas selama 24 jam setiap hari, yang tersebar di beberapa titik rawan bencana serta menyiapkan AMUS untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api," kata Manajer Humas Daops 4 Semarang, Krisbiyantoro, Jumat (5/11/2021).
Di wilayah Daops 4 Semarang, saat ini terdapat 51 titik rawan bencana yang dinilai memiliki potensi bahaya, mulai dari banjir, ambles, hingga tanah longsor. Jumlah titik rawan tersebut, menurun dari awal 2021 yang berjumlah 98 titik rawan. Berbagai perbaikan sudah kami lakukan dengan normalisasi drainase, pembuatan talud penahan konstruksi jalur KA, sehingga jumlah lokasi rawan bencana tersebut dapat berkurang.
Baca juga: Dijaga Ketat Penyidik, Tubagus Joddy Sopir Vanessa Angel Belum Bisa Dimintai Keterangan
Sebanyak 51 titik rawan bencana yang masih dalam penanganan pihak KAI Daop 4 Semarang di antaranya: 17 titik di wilayah Gundih koridor Semarang-Solo; sembilan titik di wilayah Kuripan; lima titik wilayah Pekalongan koridor Semarang-Cirebon; dan empat titik di wilayah Gambringan koridor Semarang-Surabaya Pasarturi dan beberapa titik lainnya yang tersebar di wilayah Semarang, Gubug, Panunggalan, Cepu, Tegal, Pemalang, Batang, Weleri, Kaliwungu, Karangjati, Doplang, dan Kedungjati.
"Dari sisi kesiapan material, KAI Daops 4 Semarang telah menyiapkan AMUS pada 19 titik, meliputi Tegal, Pemalang, Petarukan, Pekalongan, Batang, Kuripan, Weleri, Kalibodri, Kaliwungu, Semarang, Brumbung, Kedungjati, Gundih, Gambringan, Panunggalan, Kradenan, Doplang, Randublatung, dan Cepu," jelasnya.
AMUS yang disiapkan berupa pasir dalam kantong karung, bantalan rel, perancah dari potongan rel dan peralatan ringan hingga alat berat seperti Mesin Perawatan Jalan Rel (MPJR) yang digunakan untuk merawat serta memelihara kondisi jalur rel.
Baca juga: Divonis 5 Tahun Gara-gara Bansos COVID-19, Eks Bupati Bandung Barat Berencana Banding
Langkah preventif lain yang telah dilakukan KAI Daops 4 Semarang, yaitu kegiatan Tilik PJL (Penjaga Jalan Lintasan). Dalam Tilik PJL tersebut, Manajemen KAI Daops 4 Semarang secara rutin mengunjungi setiap pos PJL yang ada di wilayah Daops 4 Semarang, mulai dari Tegal sampai dengan Cepu.
"Dalam kegiatan tersebut, jajaran Daops 4 Semarang memastikan kesiapan petugas dalam menjalankan dinasannya dan merefresh pengetahuan SOP tentang perlintasan sebidang, serta memastikan kelengkapan alat pendukung keselamatan yang ada pada setiap pos PJL," jelasnya.
"KAI terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Di musim hujan ini, kami bekerja ekstra memastikan perjalanan kereta api berjalan dengan aman, lancar, dan selamat," pungkas dia.
(eyt)
Lihat Juga :