Memilukan, Perahu Penuh Penumpang Itu Tenggelam Usai Terseret Arus Bengawan Solo
Rabu, 03 November 2021 - 15:02 WIB
loading...
Tim SAR gabungan mencari korban perahu tenggelam di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Semambung, Kanor, Bojonegoro, Jatim. Foto/BPBD Bojonegoro
A
A
A
BOJONEGORO - Peristiwa perahu penuh penumpang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro diduga karena derasnya arus. Perahu pun oleng dan terbalik lalu sekitar 23 penumpang dan 7 unit sepeda motor tenggelam ke sungai.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Ardhian Orianto mengatakan, dari keterangan perangkat desa diketahui bahwa perahu nahas tersebut layak beroperasi.
Baca juga: Perahu Tenggelam di Bengawan Solo Sejumlah Penumpang Hilang, 7 Selamat
Namun diduga kuat adanya arus sungai yang deras membuat perahu akhirnya terbalik dan tenggelam.
"Kejadiannya ini di sekitar jembatan yang dalam proses pembangunan. Dugaan awal karena arus air terlalu deras," ujar Ardhian Orianto saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Rabu siang (3/11/2021).
Dia menambahkan, jumlah penumpang perahu diperkirakan mencapai 23 orang (sebelumnya disebut 25 orang). Hal itu lantaran tidak ada laporan pasti mengenai berapa jumlahnya.
"Jumlahnya penumpang belum bisa dipastikan. Tapi perkiraan korban kurang lebih 23 orang penumpang yang dilaporkan, termasuk 7 unit sepeda motor yang diangkut oleh perahu tersebut," terang dia.
Baca juga: Arya Damar, Ahli Mesiu Kerajaan Majapahit Sang Penakluk Kerajaan Bali
Dirinya menerangkan, bila perahu ini diperkirakan mengangkut 23 orang. Dari jumlah tersebut 18 orang sudah teridentifikasi namanya. Sedangkan lima orang penumpang belum diketahui identitasnya.
"Delapan belas orang ini teridentifikasi namanya. Ditemukan selamat 11 orang, sisanya 12 orang masih dalam pencarian," ungkap Ardhian.
Para korban selamat dievakuasi ke dua puskesmas terdekat, yakni Puskesmas Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, dan Puskesmas Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
"Mayoritas korban selamat mengalami trauma, tidak ada yang terluka," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan sebuah perahu penyeberangan di Sungai Bengawan Solo Bojonegoro tepatnya di antara Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, dengan Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Tuban, pada Rabu (3/11/2021) sekitar pukul 09.30 WIB tenggelam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Ardhian Orianto mengatakan, dari keterangan perangkat desa diketahui bahwa perahu nahas tersebut layak beroperasi.
Baca juga: Perahu Tenggelam di Bengawan Solo Sejumlah Penumpang Hilang, 7 Selamat
Namun diduga kuat adanya arus sungai yang deras membuat perahu akhirnya terbalik dan tenggelam.
"Kejadiannya ini di sekitar jembatan yang dalam proses pembangunan. Dugaan awal karena arus air terlalu deras," ujar Ardhian Orianto saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Rabu siang (3/11/2021).
Dia menambahkan, jumlah penumpang perahu diperkirakan mencapai 23 orang (sebelumnya disebut 25 orang). Hal itu lantaran tidak ada laporan pasti mengenai berapa jumlahnya.
"Jumlahnya penumpang belum bisa dipastikan. Tapi perkiraan korban kurang lebih 23 orang penumpang yang dilaporkan, termasuk 7 unit sepeda motor yang diangkut oleh perahu tersebut," terang dia.
Baca juga: Arya Damar, Ahli Mesiu Kerajaan Majapahit Sang Penakluk Kerajaan Bali
Dirinya menerangkan, bila perahu ini diperkirakan mengangkut 23 orang. Dari jumlah tersebut 18 orang sudah teridentifikasi namanya. Sedangkan lima orang penumpang belum diketahui identitasnya.
"Delapan belas orang ini teridentifikasi namanya. Ditemukan selamat 11 orang, sisanya 12 orang masih dalam pencarian," ungkap Ardhian.
Para korban selamat dievakuasi ke dua puskesmas terdekat, yakni Puskesmas Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, dan Puskesmas Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
"Mayoritas korban selamat mengalami trauma, tidak ada yang terluka," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan sebuah perahu penyeberangan di Sungai Bengawan Solo Bojonegoro tepatnya di antara Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, dengan Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Tuban, pada Rabu (3/11/2021) sekitar pukul 09.30 WIB tenggelam.
(shf)
Lihat Juga :