Kasus Covid-19 Melandai, Epidemiolog Ingatkan Pemkot Makassar Tetap Waspada

Rabu, 03 November 2021 - 09:13 WIB
loading...
Kasus Covid-19 Melandai,...
Ahli Epidemiolog meminta Pemkot Makassar tidak euforia menanggapi turunnya kasus Covid-19. Foto/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Ahli Epidemiologi Unhas Prof Ridwan Amiruddin meminta Pemkot Makassar tidak euforia menanggapi turunnya kasus Covid-19.

Data yang dihimpun dari Satgas Covid-19 Sulsel, rata-rata kasus selama sepekan terakhir berada di bawah 10 kasus, bahkan pada 31 Oktober sempat menyentuh nol kasus.

Ridwan mengatakan potensi ledakan gelombang ketiga masih sangat tinggi sehingga pemerintah diminta tak terlena.

Hal ini banyak ditemukan dengan longgarnya penerapan protokol di tempat-tempat umum, hingga warkop-warkop.

"Pandemi ini belum berakhir, kita saat ini ada di ujung gelombang kedua dan ini bisa meledak dan naik kembali di gelombang ketiga," ujarnya.

Baca Juga: Ini Dua Langkah Kemenag Cegah Lonjakan Covid Nataru

Selain itu, dirinya juga menyoroti penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Makassar. Dia menilai ledakan kasus Covid-19 pada anak sangat potensial. Sementara vaksinasi pada anak masih belum dilakukan.

"Ini perlu diwaspadai, karena ada laporan beberapa wilayah sudah muncul kasus. Ini harus dimonitor secara aktif oleh Satgas, supaya klaster ini tidak melebar," urainya.

Sementara itu, menanggapi kasus Covid-19 yang melandai, Pakar Kesehatan Univerisitas Hasanuddin Prof Idrus Paturusi juga meminta pemerintah fokus dalam mencegah terjadinya gelombang ketiga penularan.

Langkah-langkah tersebut ditempuh dengan penerapan protokol ketat yang seharusnya tetap dilakukan meski kasus telah melandai.

"Kalau dulu yang positif di lab banyak sekali. Jadi pemerintah menjaga saja jangan sampai kena gelombang ketiga," tuturnya.

Baca Juga: Tak Ada Kasus Covid-19, Jam PTM di Makassar Bakal Ditambah

Jangan sampai pemerintah kebablasan, penurunan kasus saat ini disebut akibat berakhirnya invasi varian delta. Pemerintah semestinya belajar setelah diterpa kasus yang cukup tinggi hingga membawa Makassar masuk zona merah.

Potensi yang sama dapat terjadi dengan hadirnya varian baru, sehingga penerapan prokes sudah merupakan hal yang wajib. "Karena kita jangan sampai kebablasan lagi seperti kemarin kan," pungkas Prof Idrus.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Covid-19 di Solo...
Kasus Covid-19 di Solo Kembali 0, Masyarakat Diimbau Tetap Terapkan PHBS
Isolasi di Rumah Sakit...
Isolasi di Rumah Sakit Garut, Puluhan Pasien Covid-19 Dipantau Intensif
Satu Warga Gunungkidul...
Satu Warga Gunungkidul Meninggal karena Covid-19, Dinkes Catat 85 Kasus Aktif
Covid-19 Meningkat,...
Covid-19 Meningkat, Dinkes Kota Malang: Varian XBB Belum Terdeteksi
Covid-19 Kembali Melonjak,...
Covid-19 Kembali Melonjak, Capaian Vaksinasi Sumsel Masih Rendah
Kasus Covid-19 di KBB...
Kasus Covid-19 di KBB Melandai, BOR Tinggal 1,1 Persen
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Covid-19 di India...
Kasus Covid-19 di India Naik Imbas Varian Baru, Banyak yang Rasakan Gejala Sakit Tenggorokan
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
Rekomendasi
Profil Christina Endarwati...
Profil Christina Endarwati Ketua Majelis Hakim Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Wajah Islam di Piala...
Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
ITPLN Buka Peluang Ikatan...
ITPLN Buka Peluang Ikatan Kerja Bagi Mahasiswa Lewat Kolaborasi dengan APITU
Berita Terkini
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Penampakan Taufik Hidayat...
Penampakan Taufik Hidayat Jelang Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan YTR di Bandung
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat di Polda Jabar Digelar Tertutup
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Suasana Jelang Sidang...
Suasana Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa, TNI-Polri dan Rantis Brimob Bersiaga di PN Jaktim
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved