Warga Cipinang Melayu Minta Normalisasi Kali, Wagub DKI: Masih Berproses

Rabu, 03 November 2021 - 06:55 WIB
loading...
Warga Cipinang Melayu...
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Warga Cipinang Melayu, Jakarta Timur, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menormalisasi kali sebagai upaya antisipasi banjir . Permintaan warga itu ditanggapi oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Dia megatakan, jajarannya sedang berproses di lapangan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Baca juga: Banjir Cipinang Melayu Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

"Normalisasi kali itu terus berproses ya seperti yang sudah kami sampaikan, kami terkait program normalisasi bekerja sama dengan Kementerian PUPR atau pemerintah pusat," kata Ariza sapaan akrabnya di Balai Kota Jakarta, Selasa 2 November 2021 malam.

Ariza mengatakan, Pemprov DKI hanya sebatas pembebasan lahan. Sementara untuk eksekusi normalisasi tugas PUPR.

"Tugas kami Pemprov melakukan pembebasan lahan tugas kementrian PUPR itu membangun tanggul site pillnya normalisasi tersebut," ujarnya.



Selanjutnya, Ariza menekankan, bahwa proses terus berjalan terutama pembebasan lahan. Ia pun mengatakan, pembebasan lahan di Ibu Kota bukanlah perkara mudah banyak faktor yang menjadi penyebab.

"Jadi sekali lagi ini terus berjalan kami terus melakukan pembebasan lahan. Memang pembebasan lahan di Jakarta ini bukan pekerjaan yang mudah. Karena banyak sekali lahan di Jakarta yang masih bersengketa tumpang tindih ada yang surat-suratnya duplikat dan lain sebagainya. Masalah lahan ini Jakarta masih masalah yang cukup krusial yang perlu kita atasi bersama," tuturnya.

Lebih lanjut, Ariza mengimbau seluruh warga agar surat tanahnya segera dijadikan sertifikat. Tak lain agar tanah yang dimiliki tidak diambil alih orang lain. Baca juga: Banjir Rendam Cipinang Melayu, 50 Warga Mengungsi di Tenda Darurat

"Kami juga selalu mengingatkan kepada seluruh warga agar surat-surat tanah dijaga betul kalau masih girik diurus agar sampai menjadi sertifikat. Dipastikan agar lahannya diawasi dikuasai agar tidak diserobot atau diambil orang. Dan sering harus dicek ke BPN jangan sampai kita di rumah merasa aman-aman saja, sertifikat kita tau-tau ada yang memalsukan," bebernya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perbaikan Drainase di...
Perbaikan Drainase di Jalan Raya Fatmawati
Jalan DI Panjaitan Banjir,...
Jalan DI Panjaitan Banjir, Macet Horor Capai 1 KM di Jatinegara!
JAKARTA LUMPUH! Banjir...
JAKARTA LUMPUH! Banjir Parah Bikin Macet Total Kramat Jati–Pulogadung
Rekomendasi
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Anwar BAB Serahkan Seluruh...
Anwar BAB Serahkan Seluruh Uang Saku ke Polisi Usai Diperiksa dalam Kasus Hanania Group
Berita Terkini
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved