Pemprov Jatim Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Budaya dengan Sumbar
Selasa, 02 November 2021 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Wagub Sumbar Audy mengatakan, bahwa kedatangannya di Jatim untuk mempelajari digitalisasi belanja langsung (bela) pengadaan barang dan jasa yang dimiliki Jatim. Pasalnya, program Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo) yang memanfaatkan marketplace Mbizmarket dinilai unggul.
"Ini hari terakhir kami di Jatim sangat singkat memang tapi Alhamdulillah saya berkesempatan bertemu dengan Wagubnya milenial Jatim. Dari sini kami belajar terkait pengadaan barang dan jasa Jawa Timur yang sudah lebih duluan dan lebih advance," tuturnya.
Sumbar sendiri baru memakai Mbizmarket pada September lalu. Jika dapat mencapai potensinya, Sumbar bisa mencapai Rp300 miliar transaksi yang akan bertambah hingga Rp1,5 triliun jika berhasil menggandeng kabupaten/kota. Meski begitu, hingga kini Sumbar baru mencapai dikisaran Rp400 juta dengan 14.000 UMKM yang terdata.
"Jadi kami belajar banyak dari Jawa Timur. Saya rasa ini merupakan potensi yang bisa digarap bersama untuk kemajuan dua provinsi. Untuk itu, kami menunggu kedatangan Pak Emil ke Sumatera Barat," tambah Audy.
Baca juga: KRI Bima Suci Tiba di Surabaya setelah 99 Hari Arungi Samudra Nusantara
Sebagai informasi, Jatim Bejo digunakan sebagai objek studi tiru bela pengadaan (marketplace) oleh pemerintah Sumbar. Mengingat, Jatim Bejo memanfaatkan Mbizmarket sebagai marketplace dengan keunggulan tidak adanya biaya tambahan, terkoneksi dengan bank lokal, transaksi online, laporan dan analisa, taat perpajakan, UMKM Go Digital, manajemen persetujuan, fasilitas pendanaan bagi UMKM, serta termin pembayaran beragam.
"Ini hari terakhir kami di Jatim sangat singkat memang tapi Alhamdulillah saya berkesempatan bertemu dengan Wagubnya milenial Jatim. Dari sini kami belajar terkait pengadaan barang dan jasa Jawa Timur yang sudah lebih duluan dan lebih advance," tuturnya.
Sumbar sendiri baru memakai Mbizmarket pada September lalu. Jika dapat mencapai potensinya, Sumbar bisa mencapai Rp300 miliar transaksi yang akan bertambah hingga Rp1,5 triliun jika berhasil menggandeng kabupaten/kota. Meski begitu, hingga kini Sumbar baru mencapai dikisaran Rp400 juta dengan 14.000 UMKM yang terdata.
"Jadi kami belajar banyak dari Jawa Timur. Saya rasa ini merupakan potensi yang bisa digarap bersama untuk kemajuan dua provinsi. Untuk itu, kami menunggu kedatangan Pak Emil ke Sumatera Barat," tambah Audy.
Baca juga: KRI Bima Suci Tiba di Surabaya setelah 99 Hari Arungi Samudra Nusantara
Sebagai informasi, Jatim Bejo digunakan sebagai objek studi tiru bela pengadaan (marketplace) oleh pemerintah Sumbar. Mengingat, Jatim Bejo memanfaatkan Mbizmarket sebagai marketplace dengan keunggulan tidak adanya biaya tambahan, terkoneksi dengan bank lokal, transaksi online, laporan dan analisa, taat perpajakan, UMKM Go Digital, manajemen persetujuan, fasilitas pendanaan bagi UMKM, serta termin pembayaran beragam.
Lihat Juga :