Pemerintah Palopo-Luwu Beri Perhatian Serius Penanganan Pascabencana
Senin, 01 November 2021 - 21:03 WIB
loading...
A
A
A
Rencananya Perkim tahun ini akan mengajukan perbaikan rumah para korban puting beliung menggunakan dana BTT Kabupaten Luwu. "Insyaallah, kita gunakan data BTT untuk perbaikan rumah warga yang rusak karena bencana Sabtu malam lalu," sebutnya.
Untuk diketahui, banjir yang melanda Kota Palopo dan Luwu, Sabtu 30 Oktober malam lalu juga merusak sejumlah fasilitas umum di Kota Palopo.
Baca juga:Jembatan Miring di Palopo Retak, Lalu Lintas Trans Sulawesi Lumpuh
Banjir di Sungai Besar Sumarambu juga mengikis tanah bagian bawah Jembatan Miring (nama jembatan.red) hingga terjadi pergeseran.
Bergesernya tanah penopang jembatan menyebabkan badan jembatan bergerak hingga mengalami keretakan pada bagian aspal jembatan di dua sisi, yakni sisi utara dan selatan.
Kondisi ini menyebabkan Jembatan Miring tidak bisa dilalui kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Akses Jembatan Miring resmi ditutup Satlantas Polres Luwu dan Polres Palopo, 31 Oktober lalu dan hingga saat ini belum bisa diakses.
Kasat Lantas Polres Palopo , AKP Suryanto, kepada SINDOnews, mengungkapkan hasil rapat via zoom Polres Palopo dan Polres Luwu bersama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, memutuskan untuk tetap mengalihkan arus lalu lintas di wilayah ini.
"Jembatan miring tidak bisa lagi dilalui, sangat berbahaya dan berisiko. Hasil rapat dengan Kemenhub memutuskan tetap mengalihkan arus lalu lintas ke dua jalur alternatif yang sudah dilaksanakan sejak hari Senin sambil menunggu perbaikan jembatan," ujarnya.
Diakui AKP Suryanto, perbaikan Jembatan Miring membutuhkan waktu yang lama bahkan kemungkinan hingga sebulan lebih. Sementara akses jalur alternatif saat ini tidak memungkinkan terlalu lama dilalui kendaraan berat seperti bus dan truk.
"Kami sudah koordinasi dengan ekspedisi agar sementara menghindari jalur ini, truk dan bus sebaiknya tidak melintas sementara kecuali yang mengangkut bahan makanan pokok, seperti beras, dan truk pengangkut BBM, LPG," tegasnya.
"Kami mohon maaf, ini terpaksa kami lakukan, karena jika kendaraan besar dibiarkan lewat, perlahan jalan alternatif yang dilewati sekarang akan rusak parah, dan ini justeru akan memperburuk keadaan," kuncinya.
Baca juga:DPRD Luwu Soroti Mandeknya Proyek Pembangunan Jembatan Bukit Sutra
Untuk diketahui, jalur alternatif saat ini diberlakukan buka tutup oleh petugas Satlantas Polres Palopo dan Luwu dibantu petugas Dinas Perhubungan kedua wilayah.
Dari Palopo arah utara pengendara masuk lewat Salutete Kota Palopo keluar di Capkar Kabupaten Luwu. Sementara dari Walmas melalui Karetan keluar di Padang Alipan Kelurahan Jaya Kota Palopo.
Untuk diketahui, banjir yang melanda Kota Palopo dan Luwu, Sabtu 30 Oktober malam lalu juga merusak sejumlah fasilitas umum di Kota Palopo.
Baca juga:Jembatan Miring di Palopo Retak, Lalu Lintas Trans Sulawesi Lumpuh
Banjir di Sungai Besar Sumarambu juga mengikis tanah bagian bawah Jembatan Miring (nama jembatan.red) hingga terjadi pergeseran.
Bergesernya tanah penopang jembatan menyebabkan badan jembatan bergerak hingga mengalami keretakan pada bagian aspal jembatan di dua sisi, yakni sisi utara dan selatan.
Kondisi ini menyebabkan Jembatan Miring tidak bisa dilalui kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Akses Jembatan Miring resmi ditutup Satlantas Polres Luwu dan Polres Palopo, 31 Oktober lalu dan hingga saat ini belum bisa diakses.
Kasat Lantas Polres Palopo , AKP Suryanto, kepada SINDOnews, mengungkapkan hasil rapat via zoom Polres Palopo dan Polres Luwu bersama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, memutuskan untuk tetap mengalihkan arus lalu lintas di wilayah ini.
"Jembatan miring tidak bisa lagi dilalui, sangat berbahaya dan berisiko. Hasil rapat dengan Kemenhub memutuskan tetap mengalihkan arus lalu lintas ke dua jalur alternatif yang sudah dilaksanakan sejak hari Senin sambil menunggu perbaikan jembatan," ujarnya.
Diakui AKP Suryanto, perbaikan Jembatan Miring membutuhkan waktu yang lama bahkan kemungkinan hingga sebulan lebih. Sementara akses jalur alternatif saat ini tidak memungkinkan terlalu lama dilalui kendaraan berat seperti bus dan truk.
"Kami sudah koordinasi dengan ekspedisi agar sementara menghindari jalur ini, truk dan bus sebaiknya tidak melintas sementara kecuali yang mengangkut bahan makanan pokok, seperti beras, dan truk pengangkut BBM, LPG," tegasnya.
"Kami mohon maaf, ini terpaksa kami lakukan, karena jika kendaraan besar dibiarkan lewat, perlahan jalan alternatif yang dilewati sekarang akan rusak parah, dan ini justeru akan memperburuk keadaan," kuncinya.
Baca juga:DPRD Luwu Soroti Mandeknya Proyek Pembangunan Jembatan Bukit Sutra
Untuk diketahui, jalur alternatif saat ini diberlakukan buka tutup oleh petugas Satlantas Polres Palopo dan Luwu dibantu petugas Dinas Perhubungan kedua wilayah.
Dari Palopo arah utara pengendara masuk lewat Salutete Kota Palopo keluar di Capkar Kabupaten Luwu. Sementara dari Walmas melalui Karetan keluar di Padang Alipan Kelurahan Jaya Kota Palopo.
(luq)
Lihat Juga :