Pangdam Hasanuddin Apresiasi Kinerja Satgas Penyangga Pamtas di Papua
Senin, 01 November 2021 - 15:09 WIB
loading...
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjend TNI Mochamad Syafei Kasno bersama Satgas Pamtas yang baru pulang dari Papua. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Panglima Kodam XIV Hasanuddin , Mayjend TNI Mochamad Syafei Kasno mengapresiasi kinerja operasi Satuan Tugas (Satgas) Penyangga Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di wilayah Papua.
450 prajurit itu tiba di Makodam Hasanuddin dan disambut upacara yang dipimpin Syafei Kasno. Satgas tersebut bertugas selama setahun. Mereka diberangkatkan pada 26 Oktober 2020 lalu.
Baca juga:Ribuan Prajurit Tiga Matra TNI Dikerahkan Jadi Tracer Covid-19
Jenderal bintang dua itu mengaku bangga dengan hasil yang dicapai Satgas Penyangga Pamtas Mobile Yonif Raider 700 Wira Yudha Cakti. Ratusan prajurit tersebut disebutkan Syafei melaksanakan tugas dengan baik.
Beberapa kali satuan pemukul ini terlibat kontak senjata dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di wilayah tugas mereka.
"Dan berhasil menyita senjata laras panjang, beberapa jenis magasin, amunisi, alat-alat komunikasi dan benda-benda lainnya yang diduga milik TPNPB-OPM," kata Syafei di Markasnya, Senin (1/11).
Baca juga:Telkom Regional 7 dan Kodam Hasanuddin Dorong Percepatan Vaksinasi
Dia menambahkan, selain beberapa barang bukti materil itu, Satgas Penyangga Pamtas Mobile turut mengamankan satu orang yang diduga anggota TPNPB-OPM saat penyisiran di wilayah Papua.
Syafei menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya bagi pasukannya itu. Dia meminta capain tersebut dijadikan motivitasi agar memantapkan tekad dan semangat juang dalam menyongsong tugas-tugas di masa mendatang.
"Sebagai prajurit Sapta Marga dan prajurit profesional, kalian harus menyadari bahwa prestasi yang diraih saat melaksanakan tugas operasi, harus dapat dipertanggungjawabkan dan dipertahankan," tegasnya.
Baca juga:Siapkan Vaksin Gratis, Kodam Hasanuddin Target 3000 Warga
Prestasi tersebut kata Syafei hendaknya dijadikan pelajaran serta sumber inspirasi guna menghadapi tugas selanjutnya yang kondisinya tentu tidak sama dengan situasi sekarang.
"Ambil manfaat positif dari pengalaman yang telah kalian dapatkan untuk dijadikan sebagai guru terbaik dalam meningkatkan kemampuan sesuai tuntutan kemajuan dan perkembangan saat ini yang semakin kompleks sehingga pada penugasan yang akan datang, satuan ini lebih baik dan lebih berhasil, baik secara perorangan maupun satuan," jelasnya.
Dia menekankan setelah kembali ke kesatuan ratusan prajurit itu tetap mengintensifkan program latihan perorangan dan satuan sebagai upaya peningkatan kemampuan.
Baca juga:Lolos Seleksi, 18 Pemuda Sultra Berjuang Menjadi Taruna Akmil di Panda Makassar
Sebab menurut Syafei, latihan sudah merupakan kebutuhan pokok satuan dan sudah menjadi tuntutan tugas yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Khususnya satuan Yonif Raider 700 Wira Yudha Cakti.
"Karena sebagai satuan pemukul, senantiasa siap sedia digerakkan setiap saat dalam menanggulangi kemungkinan ancaman terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tukas Pangdam.
450 prajurit itu tiba di Makodam Hasanuddin dan disambut upacara yang dipimpin Syafei Kasno. Satgas tersebut bertugas selama setahun. Mereka diberangkatkan pada 26 Oktober 2020 lalu.
Baca juga:Ribuan Prajurit Tiga Matra TNI Dikerahkan Jadi Tracer Covid-19
Jenderal bintang dua itu mengaku bangga dengan hasil yang dicapai Satgas Penyangga Pamtas Mobile Yonif Raider 700 Wira Yudha Cakti. Ratusan prajurit tersebut disebutkan Syafei melaksanakan tugas dengan baik.
Beberapa kali satuan pemukul ini terlibat kontak senjata dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di wilayah tugas mereka.
"Dan berhasil menyita senjata laras panjang, beberapa jenis magasin, amunisi, alat-alat komunikasi dan benda-benda lainnya yang diduga milik TPNPB-OPM," kata Syafei di Markasnya, Senin (1/11).
Baca juga:Telkom Regional 7 dan Kodam Hasanuddin Dorong Percepatan Vaksinasi
Dia menambahkan, selain beberapa barang bukti materil itu, Satgas Penyangga Pamtas Mobile turut mengamankan satu orang yang diduga anggota TPNPB-OPM saat penyisiran di wilayah Papua.
Syafei menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya bagi pasukannya itu. Dia meminta capain tersebut dijadikan motivitasi agar memantapkan tekad dan semangat juang dalam menyongsong tugas-tugas di masa mendatang.
"Sebagai prajurit Sapta Marga dan prajurit profesional, kalian harus menyadari bahwa prestasi yang diraih saat melaksanakan tugas operasi, harus dapat dipertanggungjawabkan dan dipertahankan," tegasnya.
Baca juga:Siapkan Vaksin Gratis, Kodam Hasanuddin Target 3000 Warga
Prestasi tersebut kata Syafei hendaknya dijadikan pelajaran serta sumber inspirasi guna menghadapi tugas selanjutnya yang kondisinya tentu tidak sama dengan situasi sekarang.
"Ambil manfaat positif dari pengalaman yang telah kalian dapatkan untuk dijadikan sebagai guru terbaik dalam meningkatkan kemampuan sesuai tuntutan kemajuan dan perkembangan saat ini yang semakin kompleks sehingga pada penugasan yang akan datang, satuan ini lebih baik dan lebih berhasil, baik secara perorangan maupun satuan," jelasnya.
Dia menekankan setelah kembali ke kesatuan ratusan prajurit itu tetap mengintensifkan program latihan perorangan dan satuan sebagai upaya peningkatan kemampuan.
Baca juga:Lolos Seleksi, 18 Pemuda Sultra Berjuang Menjadi Taruna Akmil di Panda Makassar
Sebab menurut Syafei, latihan sudah merupakan kebutuhan pokok satuan dan sudah menjadi tuntutan tugas yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Khususnya satuan Yonif Raider 700 Wira Yudha Cakti.
"Karena sebagai satuan pemukul, senantiasa siap sedia digerakkan setiap saat dalam menanggulangi kemungkinan ancaman terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tukas Pangdam.
(luq)
Lihat Juga :