11 Dokter di Kota Bekasi Positif COVID-19, Diduga Terpapar dari Pasien Tak Jujur
Rabu, 22 April 2020 - 12:49 WIB
loading...
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bekasi mencatat ada 11 dokter yang diketahui positif virus Corona atau COVID-19. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
BEKASI - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bekasi mencatat ada 11 dokter yang diketahui positif virus Corona atau COVID-19. Diduga mereka terpapar virus Corona dari pasien yang tidak jujur ketika berobat.
Para dokter tersebut bekerja di beberapa rumah sakit dan puskesmas di Kota Bekasi. Para dokter ini diduga terpapar setelah kontak langsung dengan pasien. Dari 11 dokter tersebut, enam diantaranya tengah melakukan isolasi mandiri, empat diantaranya sempat dirawat dan sudah kembali pulang.
Satu dokter lainnya masih di rawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bekasi."Kontak dengan pasien, pasien yang tidak jujur, jadi harapan kami pasien jujur ketika berobat," ujar ketua IDI Kota Bekasi, Kamaruddin Askar kepada wartawan, Rabu (22/4/2020).
Hingga detik ini pihaknya bersyukur belum ada dokter yang gugur. Adapun salah satu dokter yang sebelumnya diberitakan meninggal dunia bukan disebabkan oleh COVID-19, melainkan penyakit yang sebelumnya diderita yakni diabetes. (Baca juga; 51 Tenaga Kesehatan Positif COVID-19, RSUD Kota Bogor Perketat Penanganan Pasien )
Kamaruddin mengingatkan agar seluruh dokter di Kota Bekasi untuk menjaga kesehatan dan imun tubuh supaya tetap bisa menjalankan tugas dengan baik. Sebab, dokter atau petugas medis merupakan garda terdepan dalam melawan covid-19 di Indonesia.
Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Bekasi, Eko S Nugroho menyebut ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dewasa ini cukup. Hanya saja, kondisi darurat sempat dialami juga oleh rumah sakit dalam.kurun waktu bulan Februari dan Maret lalu.
"Kalau waktu awal-awal itu chaos banget kita, Februari Maret itu kita chaos. Bisa dibilang bukan terbatas, nggak ada. Kita pakai senjata yang harusnya APD yang standar, temen-temen yang di klinik bukan cuma di rumah sakit pakai jas hujan," katanya.
Para dokter tersebut bekerja di beberapa rumah sakit dan puskesmas di Kota Bekasi. Para dokter ini diduga terpapar setelah kontak langsung dengan pasien. Dari 11 dokter tersebut, enam diantaranya tengah melakukan isolasi mandiri, empat diantaranya sempat dirawat dan sudah kembali pulang.
Satu dokter lainnya masih di rawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bekasi."Kontak dengan pasien, pasien yang tidak jujur, jadi harapan kami pasien jujur ketika berobat," ujar ketua IDI Kota Bekasi, Kamaruddin Askar kepada wartawan, Rabu (22/4/2020).
Hingga detik ini pihaknya bersyukur belum ada dokter yang gugur. Adapun salah satu dokter yang sebelumnya diberitakan meninggal dunia bukan disebabkan oleh COVID-19, melainkan penyakit yang sebelumnya diderita yakni diabetes. (Baca juga; 51 Tenaga Kesehatan Positif COVID-19, RSUD Kota Bogor Perketat Penanganan Pasien )
Kamaruddin mengingatkan agar seluruh dokter di Kota Bekasi untuk menjaga kesehatan dan imun tubuh supaya tetap bisa menjalankan tugas dengan baik. Sebab, dokter atau petugas medis merupakan garda terdepan dalam melawan covid-19 di Indonesia.
Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Bekasi, Eko S Nugroho menyebut ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dewasa ini cukup. Hanya saja, kondisi darurat sempat dialami juga oleh rumah sakit dalam.kurun waktu bulan Februari dan Maret lalu.
"Kalau waktu awal-awal itu chaos banget kita, Februari Maret itu kita chaos. Bisa dibilang bukan terbatas, nggak ada. Kita pakai senjata yang harusnya APD yang standar, temen-temen yang di klinik bukan cuma di rumah sakit pakai jas hujan," katanya.
Lihat Juga :