Perpanjangan SIM, Antre Berjam-jam, Warga Dirayu Calo Bayar Rp300 Ribu
Kamis, 04 Juni 2020 - 14:08 WIB
loading...
Warga mengantre untuk memperpanjang SIM di layanan SIM Kelilin Online, Pasar Modern Batununggal, Kota Bandung. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi
A
A
A
BANDUNG - Proses perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Pelayanan SIM Keliling Online, Pasar Modern Batununggal, Kota Bandung, diserbu masyarakat.
Sayangnya, mereka tak mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona atau COVID-19. Bahkan, proses perpanjangan SIM itu juga diwarnai aksi tak terpuji dari salah seorang petugas. Seorang polisi diduga menawarkan jasa mempercepat proses perpanjangan SIM dengan membayar Rp300 ribu. (BACA JUGA: Bareskrim Polri Amankan 402 Kg Sabu di Sukabumi, Ini Kronologi Lengkapnya )
Di lokasi, terlihat para warga yang sebagian besar mengantre sejak pagi masih menunggu hingga pukul 10.00 WIB. Warga yang mengantre mengabaikan protokol kesehatan, seperti tak mengenakan masker dan tak menjaga jarak fisik dan sosial (physical dan social distancing).
Mereka berkerumun di dekat mobil layanan SIM sambil duduk dan berdiri. Untuk menghilangkan rasa jenuh, warga berbincang-bincang. Petugas di dalam mobil memberikan imbauan agar warga tetap menjaga jarak. (BACA JUGA: Polda Jabar Kembali Buka Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM-STNK-BPKB )
"Diimbau agar tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun. Protokol kesehatan kita jalankan demi keselamatan kita semua. Kalau yang merasa masih lama dipanggilnya silakan di dalam masih luas cari tempat duduk nyaman. Nanti kami panggil lewat pengeras suara," kata petugas.
Sayangnya, mereka tak mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona atau COVID-19. Bahkan, proses perpanjangan SIM itu juga diwarnai aksi tak terpuji dari salah seorang petugas. Seorang polisi diduga menawarkan jasa mempercepat proses perpanjangan SIM dengan membayar Rp300 ribu. (BACA JUGA: Bareskrim Polri Amankan 402 Kg Sabu di Sukabumi, Ini Kronologi Lengkapnya )
Di lokasi, terlihat para warga yang sebagian besar mengantre sejak pagi masih menunggu hingga pukul 10.00 WIB. Warga yang mengantre mengabaikan protokol kesehatan, seperti tak mengenakan masker dan tak menjaga jarak fisik dan sosial (physical dan social distancing).
Mereka berkerumun di dekat mobil layanan SIM sambil duduk dan berdiri. Untuk menghilangkan rasa jenuh, warga berbincang-bincang. Petugas di dalam mobil memberikan imbauan agar warga tetap menjaga jarak. (BACA JUGA: Polda Jabar Kembali Buka Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM-STNK-BPKB )
"Diimbau agar tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun. Protokol kesehatan kita jalankan demi keselamatan kita semua. Kalau yang merasa masih lama dipanggilnya silakan di dalam masih luas cari tempat duduk nyaman. Nanti kami panggil lewat pengeras suara," kata petugas.
Lihat Juga :