Ridwan Kamil Sebut Santri Garda Terdepan Lawan Ideologi Ancam Pancasila dan NKRI

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 14:23 WIB
loading...
Ridwan Kamil Sebut Santri...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menjadi pembina upacara peringatan hari santri tingkat Jabar di lapangan Gasibu Bandung, Jumat (22/10/2021). Foto/Humas Pemprov Jabar
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut, santri sebagai garda terdepan dalam melawan ideologi yang mengancam Pancasila dan NKRI. Hal itu disampaikan Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil saat memimpin upacara peringatan Hari Santri tingkat Jabar di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jumat (22/10/2021).

Dihadiri dengan peserta terbatas dan menerapkan protokol kesehatan, upacara Hari Santri di Lapangan Gasibu menjadi kegiatan pertama kalinya sejak lapangan tersebut ditutup akibat pandemi COVID-19. "Ini pertama kali buka setelah sekian lama karena COVID-19," katanya. Baca juga: Hari Santri Nasional, Wapres Harap Pesantren Cetak Pendakwah Go Digital

Menurut Kang Emil, peringatan Hari Santri yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober sangat penting, agar bisa terus membawa semangat hubul waton minal iman. Pasalnya, bela negara merupakan bagian dari iman.

Resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 lalu yang merupakan cikal bakal lahirnya Hari Santri, kata Kang Emil, menjadi penyemangat saat pertempuran melawan penjajah di Surabaya.

Kang Emil mengatakan, dari Tanah Jabar pun banyak kyai dan santri yang berkorban nyawa membela kemerdekaan Indonesia, termasuk keluarganya. "Uwa saya sahid sampai hari ini belum ditemukan jasadna dalam perang melawan Belanda di Ujungberung," ungkap Kang Emil.

Dalam kesempatan itu, Kang Emil juga membacakan pidato Menteri Agama Republik Indonesia (RI) bertema "Santri Siaga Jiwa Raga". Menurut Kang Emil, tema tersebut bermakna bahwa di masa lalu, santri selalu siaga melawan penjajah dan di masa kini, santri harus kuat melawan ideologi-ideologi yang mengancam negara.

"Sekarang santri harus kuat melawan ideologi-ideologi yang mengancam pancasila, NKRI, dan nilai-nilai pada ikrar santri. Para santri harus terdepan untuk meluruskannya," tegasnya.

Tema tersebut juga memiliki arti keteladanan dalam melawan pandemi COVID-19 melalui ketaatan menerapkan protokol kesehatan dan menyukseskan vaksinasi agar bisa kembali normal.

Lebih lanjut Kang Emil menuturkan, selain penetapan Hari Santri pada 2015 lalu, ada dua peraturan penting lain yang mendukung santri dan pesantren di Indonesia, yakni lahirnya Undang-Undang Pesantren dan Peraturan Presiden tentang Dana Abadi Pengelolaan Pesantren. Baca juga: Wapres: Santri Selalu Hadir di setiap Langkah Kebangsaan dan Pembangunan

"Jabar juga menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerbitkan Perda Pesantren. Saya sampaikan, provinsi pertama di Indonesia yang memiliki Perda Pesantren setelah UU Pesantren itu terbit adalah Jabar," katanya.

"Ini bagian dari komitmen saya dan Pak Uu, waktu Pilgub karena kami berdua datang dari keluarga besar pesantren yang berkomitmen melahirkan pondasi keberpihakan secara legal formal, yaitu Perda Pesantren," sambung Kang Emil.

Dengan Perda Pesantren tersebut, Kang Emil memastikan bahwa infrastruktur maupun dukungan santri lainnya akan lebih mudah dan cepat. "Maka saya titip ke para santri harus jadi SDM unggul di masa depan," tandas Kang Emil.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Bidik Basis Santri Jawa...
Bidik Basis Santri Jawa Timur, Partai Perindo Resmi Lantik Cak Jaz sebagai Ketua DPW
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
LPSK Telusuri Jumlah...
LPSK Telusuri Jumlah Pasti Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
Kasus Pencabulan Puluhan...
Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut dan Ditutup Permanen
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Rekomendasi
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Ruben Onsu Kesal Diawasi...
Ruben Onsu Kesal Diawasi Giorgio saat Bertemu Anak : Saya Ortu Kandungnya
Berita Terkini
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
BTS Pilih Konser di...
BTS Pilih Konser di GBK Ketimbang JIS, Pramono: Yang Penting Pajaknya Masuk Jakarta
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved