Satu Pengungsi Korban Kebakaran Tanjung Priok Reaktif Covid-19

Rabu, 03 Juni 2020 - 18:37 WIB
loading...
Satu Pengungsi Korban...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Satu orang pengungsi korban kebakaran pemukiman padat penduduk di Jalan RE Martadinata, Gang Pelita 3, RT 03/RW 015, Kelurahan Tanjung Priok, dinyatakan reaktif Covid-19. Namun perempuan berusia 46 tahun itu dinyatakan reaktif Covid-19 sebelum terjadinya peristiwa kebakaran.

"Jadi salah satu warga pengungsi, yakni seorang asisten rumah tangga berusia 46 tahun, bekerja dengan orang luar negeri. Tiga hari lalu sama majikannya orang WNA India, dia disuruh rapid test ke Rumah Sakit Hermina, akhirnya hasilnya itu dia reaktif positif. Setelah dari Hermina, dia dianjurkan untuk melapor ke puskesmas, namun sebelum melapor malah kebakaran," ujar Lurah Tanjung Priok, Ma'mun, kepada SINDOnews, Rabu (3/6/2020). (Baca juga: Kompor Meledak, Belasan Rumah di Tanjung Priok Hangus Terbakar)

Menurut Ma'mun, informasi adanya warga yang terpapar Covid-19 ini didapat dari tim puskesmas yang tengah memeriksa korban kebakaran. "Saat petugas memeriksa, si ibu ini cerita kepada salah satu petugas puskesmas, cerita kalau saat pemeriksaan rapid kemarin dinyatakan positif. Kaget orang puskesmasnya, ya sudah secara kebetulan tadi ada pemeriksaan swab massal di Kelurahan Warakas, lalu diarahkan oleh petugas puskesmas ke sana," ungkapnya.

Sambil menunggu hasil test swab, Ma'mun sudah berkoordinasi dengan Puskesmas dan Sudin Kesehatan untuk mengevakuasi warga yang terpapar. "Kalau ditempatkan ke Wisma Atlet dia belum bisa, karena swabnya belum keluar. Kebetulan riwayat kesehatan yang bersangkutan menderita hipertensi. Ya sudah, jadi pembenaran saja buat rujukan puskesmas ke Rumah Sakit Koja," tukasnya. (Baca juga: Kebakaran di Pegangsaan, 15 Rumah Terbakar)

Sedangkan untuk keluarga yang terpapar tersebut. Ma'mun mengaku telah mengevakuasi di tempat khusus dan akan membuat rapid test massal. "Anggota keluarganya ada 11 orang ditempatkan di salah satu aula Gereja HKBP yang tidak tercampur dengan pengungsi lainnya. Dalam waktu dekat kita akan menggelar rapid test massal untuk pengungsi di lokasi itu saja," pungkasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Antar Jenazah...
Mentan Amran Antar Jenazah Anggota IV BPK RI Haerul Saleh dari RSUD Pasar Minggu
Penampakan Kobaran Api...
Penampakan Kobaran Api Membakar Hotel di Glodok Jakarta Barat
Kebakaran Landa Kementerian...
Kebakaran Landa Kementerian ATR/BPN di Tengah Polemik Pagar Laut, Ada Unsur Kesengajaan?
Rekomendasi
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved