Musda Demokrat Sulsel Digelar Akhir November
Senin, 18 Oktober 2021 - 16:59 WIB
loading...
Musda Partai Demokrat Sulsel direncanakan digelar akhir November mendatang. Foto: Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Musyawarah daerah (musda) Partai Demokrat Sulsel akan digelar akhir bulan November 2021 mendatang. Hal tersebut diungkap Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron.
"Sulsel terjadwal di bulan November," kata Herman baru-baru ini.
Baca juga:Di Tangan IAS, Demokrat Sulsel Dipercaya Bakal Lebih Solid
Sejauh ini, hanya ada dua nama yang bersaing ketat untuk maju memperebutkan kursi ketua DPD II Demokrat Sulsel, yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Ni'matullah. Keduanya sama-sama punya nilai tawar lebih untuk memimpin Demokrat di Sulsel.
Herman mengatakan, DPP Partai Demokrat di bawah komando Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuka kesempatan seluas-luasnya setiap kader mencalonkan diri untuk bertarung. Termasuk IAS, meski sempat tersandung hukum.
"Sejauh ini memang (persaingan di Sulsel) masih dinamis, siapapun silahkan untuk berkompetisi secara sehat, dan kami proses secara demokratis," ujarnya.
Baca juga:Pilihan Rasional, 16 DPC Deklarasi Dukung IAS Pimpin Demokrat Sulsel
Walau begitu lanjut Herman, DPP memberikan berbagai persyaratan bagi kader yang ingin maju. Seperti memiliki leadership, integritas, loyalitas, kapasitas dan kapabilitas.
Kemudian mampu merangkul semua pihak/rekonsiliasi, memiliki target menang baik secara individu maupun organisasi. Tak lupa mampu secara finansial, bersih, serta mampu melakukan konsolidasi sesuai target organisasi.
Sampai saat ini, hanya IAS yang baru mengumumkan dukungannya kepada publik. Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu mengklaim mengantongi 16 DPC kabupaten/kota.
Semua DPC itu juga sudah meneken pakta integritas untuk mengawal IAS di Musda Demokrat Sulsel. Serta mendeklarasikan bulat mendukung mantan Ketua Demokrat Sulsel itu kembali menjabat.
Baca juga:Irwan Hamid Harap Musda Demokrat Sulsel Berujung Rekonsiliasi
IAS meyakini jumlah dukungan dari DPC sebagai pemilik suara akan menjadi pertimbangan DPP. Terkait DPC yang tak ada di barisannya, IAS tak mempersoalkannya.
"DPP sangat melihat proporsi dukungan. Itu yang menjadi pertimbangan. Dan saya tetap komunikasi (kepada DPC yang tak mendukung), persoalan mendukung atau tidak itu biasa," ungkapnya.
"Sulsel terjadwal di bulan November," kata Herman baru-baru ini.
Baca juga:Di Tangan IAS, Demokrat Sulsel Dipercaya Bakal Lebih Solid
Sejauh ini, hanya ada dua nama yang bersaing ketat untuk maju memperebutkan kursi ketua DPD II Demokrat Sulsel, yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Ni'matullah. Keduanya sama-sama punya nilai tawar lebih untuk memimpin Demokrat di Sulsel.
Herman mengatakan, DPP Partai Demokrat di bawah komando Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuka kesempatan seluas-luasnya setiap kader mencalonkan diri untuk bertarung. Termasuk IAS, meski sempat tersandung hukum.
"Sejauh ini memang (persaingan di Sulsel) masih dinamis, siapapun silahkan untuk berkompetisi secara sehat, dan kami proses secara demokratis," ujarnya.
Baca juga:Pilihan Rasional, 16 DPC Deklarasi Dukung IAS Pimpin Demokrat Sulsel
Walau begitu lanjut Herman, DPP memberikan berbagai persyaratan bagi kader yang ingin maju. Seperti memiliki leadership, integritas, loyalitas, kapasitas dan kapabilitas.
Kemudian mampu merangkul semua pihak/rekonsiliasi, memiliki target menang baik secara individu maupun organisasi. Tak lupa mampu secara finansial, bersih, serta mampu melakukan konsolidasi sesuai target organisasi.
Sampai saat ini, hanya IAS yang baru mengumumkan dukungannya kepada publik. Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu mengklaim mengantongi 16 DPC kabupaten/kota.
Semua DPC itu juga sudah meneken pakta integritas untuk mengawal IAS di Musda Demokrat Sulsel. Serta mendeklarasikan bulat mendukung mantan Ketua Demokrat Sulsel itu kembali menjabat.
Baca juga:Irwan Hamid Harap Musda Demokrat Sulsel Berujung Rekonsiliasi
IAS meyakini jumlah dukungan dari DPC sebagai pemilik suara akan menjadi pertimbangan DPP. Terkait DPC yang tak ada di barisannya, IAS tak mempersoalkannya.
"DPP sangat melihat proporsi dukungan. Itu yang menjadi pertimbangan. Dan saya tetap komunikasi (kepada DPC yang tak mendukung), persoalan mendukung atau tidak itu biasa," ungkapnya.
(luq)
Lihat Juga :