Korban Gempa Bali Bertambah Jadi 3 Orang Meninggal, 7 Patah Tulang
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 09:24 WIB
loading...
Jumlah korban meninggal akibat gempa magnitudo 4.8 yang berpusat di Karangasem Bali bertambah menjadi tiga orang, Sabtu (16/10/2021). Foto SINDOnews
A
A
A
DENPASAR - Jumlah korban meninggal akibat gempa magnitudo 4.8 yang berpusat di Karangasem Bali bertambah menjadi tiga orang, Sabtu (16/10/2021).
"Update hingga pukul 07.15 Wita, tiga orang meninggal dunia," kata Kepala Pelaksana BPBD Bali Made Rentin. Baca juga: Gempa M4,8 Sebabkan Rumah Rusak dan Tanah Longsor di Kintamani Bali
Ada dua kabupaten yang terdampak cukup parah, yaitu Bangli dan Karangasem. Di Bangli, dua orang dilaporkan meninggal tertimbun tanah longsor akibat gempa di Desa Trunyan.
Di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, satu orang anak meninggal akibat tertimpa bangunan. Baca juga:
Gempa Guncang Karangasem Bali, 1 Orang Meninggal Dunia
Selain itu, tujuh orang mengalami luka patah tulang. Mereka berhasil dievakuasi dan saat ini sudah dirawat di RSUD Karangasem.
Ketiga korban terdiri dua warga di Bangli dan satu anak di Karangasem. Tujuh orang juga dinyatakan luka berat. BPBD masih mendata total kerusakan dan korban. Proses evakuasi di sejumlah titik juga masih dilakukan.
"Update hingga pukul 07.15 Wita, tiga orang meninggal dunia," kata Kepala Pelaksana BPBD Bali Made Rentin. Baca juga: Gempa M4,8 Sebabkan Rumah Rusak dan Tanah Longsor di Kintamani Bali
Ada dua kabupaten yang terdampak cukup parah, yaitu Bangli dan Karangasem. Di Bangli, dua orang dilaporkan meninggal tertimbun tanah longsor akibat gempa di Desa Trunyan.
Di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, satu orang anak meninggal akibat tertimpa bangunan. Baca juga:
Gempa Guncang Karangasem Bali, 1 Orang Meninggal Dunia
Selain itu, tujuh orang mengalami luka patah tulang. Mereka berhasil dievakuasi dan saat ini sudah dirawat di RSUD Karangasem.
Ketiga korban terdiri dua warga di Bangli dan satu anak di Karangasem. Tujuh orang juga dinyatakan luka berat. BPBD masih mendata total kerusakan dan korban. Proses evakuasi di sejumlah titik juga masih dilakukan.
(don)
Lihat Juga :