Bupati Adnan Harap Predikat APE Gowa Naik Kelas
Rabu, 13 Oktober 2021 - 18:58 WIB
loading...
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengikuti Pemberian Penghargaan APE 2020 secara virtual dari Peace Room AKio Kantor Bupati Gowa, Rabu (13/10). Foto: Istimewa
A
A
A
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2020 untuk kategori Madya. Penghargaan bergengsi itu diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI).
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengapresiasi kinerja seluruh pihak atas capaian APE kategori Madya. Ia pun menaruh asa agar predikat APE yang diraih Gowa pada masa mendatang bisa naik kelas ke kategori Utama, bahkan kategori Mentor.
Baca juga:PTSP Gowa Sosialisasi Sistem OSS untuk Mudahkan Investasi
"Kita berharap ke depan bisa ditingkatkan lagi pada kategori Utama bahkan Mentor," kata Adnan, usai mengikuti acara Pemberian Penghargaan APE 2020 secara virtual dari Peace Room A'Kio Kantor Bupati Gowa, Rabu (13/10).
Ia menyebut penghargaan itu menjadi momentum untuk berbenah dalam pencapaian-pencapaian untuk menaikkan level Gowa. Adapun pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender sudah sesuai perencanaan yang ada.
"Bagi kami pemberdayan perempuan di Gowa sudah sesuai dengan perencanaan yang ada karena kita menganggap tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Selama dia mampu dan cakap, maka kita tidak melihat jenis kelaminnya. Jadi semoga capaian ini mampu dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi," ujar dia.
Sekadar diketahui, penghargaan APE diberikan kepada pemerintah daerah atau lembaga lainnya yang memiliki komitmen besar dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG).
Baca juga:PMI Gandeng Perempuan Indonesia Maju Penuhi Kebutuhan Stok Darah
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Gowa, Kawaidah Alham, pada kesempatan itu memaparkan ada tujuh indikator atau poin penilaian sehingga Gowa berhasil meraih penghargaan tersebut. Di antaranya yakni kebijakan, anggaran, partisipasi, komitmen kelembagaan, sumber daya manusia (SDM), alat analisis gender dan data gender.
"Jadi tujuh poin ini kita lakukan penginputan ke dalam aplikasi, lalu dilakukan perengkingan oleh tim penilai dari Kementerian PPPA. Alhamdulillah, Gowa bisa meraih kategori Madya meskipun baru pertama kali mendapatkan penghargaan ini," ucap dia.
Menteri PPPA RI, Bintang Puspayoga, dalam sambutannya mengungkapkan penghargaan ini diberikan setiap dua tahun sekali kepada lembaga/kementerian, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota yang dianggap berperan dalam pengarusutamaan gender.
Baca juga:Pemkab Gowa Hadirkan Program RTK+ untuk Tekan Angka Kematian Bumil
Dalam APE 2020, Gowa berhasil menerima kategori Madya atau pengembangan. Di mana dalam kategori penerima APE terdiri dari empat yakni tingkat Pratama (pemula), tingkat Madya (pengembangan), tingkat Utama (peletakan dasar dan keberlanjutan) dan tingkat Mentor.
"Ini sebagai bentuk apresiasi kepada daerah atas usaha-usaha dan implememtasinya dalam pengarusutamaan gender. Terdapat 13 kementerian lembaga, 29 provinsi, dan 266 kabupaten dan kota yang meraih penghargaan ini," jelasnya.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengapresiasi kinerja seluruh pihak atas capaian APE kategori Madya. Ia pun menaruh asa agar predikat APE yang diraih Gowa pada masa mendatang bisa naik kelas ke kategori Utama, bahkan kategori Mentor.
Baca juga:PTSP Gowa Sosialisasi Sistem OSS untuk Mudahkan Investasi
"Kita berharap ke depan bisa ditingkatkan lagi pada kategori Utama bahkan Mentor," kata Adnan, usai mengikuti acara Pemberian Penghargaan APE 2020 secara virtual dari Peace Room A'Kio Kantor Bupati Gowa, Rabu (13/10).
Ia menyebut penghargaan itu menjadi momentum untuk berbenah dalam pencapaian-pencapaian untuk menaikkan level Gowa. Adapun pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender sudah sesuai perencanaan yang ada.
"Bagi kami pemberdayan perempuan di Gowa sudah sesuai dengan perencanaan yang ada karena kita menganggap tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Selama dia mampu dan cakap, maka kita tidak melihat jenis kelaminnya. Jadi semoga capaian ini mampu dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi," ujar dia.
Sekadar diketahui, penghargaan APE diberikan kepada pemerintah daerah atau lembaga lainnya yang memiliki komitmen besar dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG).
Baca juga:PMI Gandeng Perempuan Indonesia Maju Penuhi Kebutuhan Stok Darah
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Gowa, Kawaidah Alham, pada kesempatan itu memaparkan ada tujuh indikator atau poin penilaian sehingga Gowa berhasil meraih penghargaan tersebut. Di antaranya yakni kebijakan, anggaran, partisipasi, komitmen kelembagaan, sumber daya manusia (SDM), alat analisis gender dan data gender.
"Jadi tujuh poin ini kita lakukan penginputan ke dalam aplikasi, lalu dilakukan perengkingan oleh tim penilai dari Kementerian PPPA. Alhamdulillah, Gowa bisa meraih kategori Madya meskipun baru pertama kali mendapatkan penghargaan ini," ucap dia.
Menteri PPPA RI, Bintang Puspayoga, dalam sambutannya mengungkapkan penghargaan ini diberikan setiap dua tahun sekali kepada lembaga/kementerian, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota yang dianggap berperan dalam pengarusutamaan gender.
Baca juga:Pemkab Gowa Hadirkan Program RTK+ untuk Tekan Angka Kematian Bumil
Dalam APE 2020, Gowa berhasil menerima kategori Madya atau pengembangan. Di mana dalam kategori penerima APE terdiri dari empat yakni tingkat Pratama (pemula), tingkat Madya (pengembangan), tingkat Utama (peletakan dasar dan keberlanjutan) dan tingkat Mentor.
"Ini sebagai bentuk apresiasi kepada daerah atas usaha-usaha dan implememtasinya dalam pengarusutamaan gender. Terdapat 13 kementerian lembaga, 29 provinsi, dan 266 kabupaten dan kota yang meraih penghargaan ini," jelasnya.
(luq)
Lihat Juga :