Nestapa Ari Pramanto, Peraih Emas PON XX, Bonus Buat Lunasi Utang Biaya Latihan

Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:51 WIB
loading...
Nestapa Ari Pramanto,...
Atlet Sumatera Barat, Ari Pramanto meraih emas cabang olah raga Shorinji Kempo kelas 70 Kilogram PON XX Papua. Foto/Antara/Muhammad Zulfikar
A A A
JAYAPURA - Pengakuan Ari Pramanto, atlet peraih medali emas pada cabang olahraga Shorinji Kempo di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua membuat miris. Ari merupakan atlet andalan Sumatera Barat yang terlilit utang untuk biaya latihan.

Dengan mengeluarkan kemampuan terbaiknya di final, Ari dinyatakan menang atas lawannya kenshi Papua Barat, Julifan Prastyo Nugroho dalam kategori randori (tarung) kelas 70 Kilogram di GOR STT GIDI.

Air matanya menetes haru dan bahagia. Perjuangan dan latihan kerasnya selama ini untuk tampil di PON XX Papua membuahkan hasil terbaik.

Baca juga: Kisah Gadis Cantik Peraih Emas-Perunggu PON XX Papua Pulang ke Ciamis Naik Angkutan Umum

Setelah dinyatakan menang, Ari langsung melakukan penghormatan kepada dewan juri dan panitia pertandingan serta penonton di GOR STT GIDI. Tak lupa, dia beranjak ke salah satu sudut GOR untuk memberikan sapaan hangat kepada pendukungnya yang senantiasa bersorak-sorai.

Selepas itu, Ari turun ke ruang istirahat sembari mengotak-atik telepon pintar miliknya. Ari mengabari para kerabat atas kemenangannya di PON XX melalui pesan instan WhatsApp.

Saat ditemui, dia tersenyum tipis dan mulai membuka obrolan ringan. Tak disangka, di balik kemenangan meraih medali emas, Ari menyimpan suatu beban dan tanggung jawab luar biasa lantaran terlilit utang ke beberapa pihak.

Ari enggan menyebutkan dengan detail berapa nominal utang yang mesti harus dilunasi. Namun yang pasti kala PON XX berakhir, utang itu harus pula segera ia selesaikan.

Baca juga: Memilukan! Motor Terlilit Kabel, Mahasiswi Tewas Terlindas Truk

Kemenangan emas PON baginya tentu memberikan secercah harapan. Pemuda kelahiran Kota Sawahlunto itu mengaku bonus yang akan diterima dari Pemprov Sumatera Barat nantinya hendak digunakan untuk membayar utangnya tersebut.

"Kalau bicara bonus, mungkin semuanya untuk bayar utang saja," kata kenshi Sumatera Barat itu.

Dia mengaku terpaksa meminjam sejumlah uang untuk biaya selama latihan persiapan PON XX.

Sejak dua tahun terakhir, Ari bolak dari Kota Arang menuju Padang. Lokasi dua daerah tersebut tidaklah dekat. Jaranknya sekitar 97 kilometer atau tiga jam perjalanan lebih menggunakan mobil yang mesti ia tempuh.

Selama itu pula ia harus tetap menafkahi anak dan sang istri. Tidak hanya itu, sebagai anak laki-laki tertua dalam keluarga, ia juga melaksanakan kewajiban terhadap orangtuanya.

Bisa dibayangkan betapa besar pengeluaran pemuda 34 tahun itu selama dua tahun terakhir. Sebenarnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat memberikan uang saku untuk persiapan PON XX.

Namun, uang yang diberikan oleh KONI Sumatera Barat itu sering terlambat. Imbasnya, ia terpaksa meminjam uang demi menutupi kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, untuk berangkat ke PON XX, ia hanya diberi bekal Rp2,5 juta oleh KONI Sumatera Barat. Dengan jumlah itu, tentu saja tidak mencukupi segala kebutuhan selama berada di Papua.

"Jangankan untuk berbagi dengan anak istri di kampung, untuk biaya hidup selama di Papua saja tidak cukup," katanya.

Padahal, melihat perjuangannya demi memberikan yang terbaik untuk daerah, ia rela tidak bekerja sebagai tenaga honorer di Pemerintah Kota Sawahlunto agar dapat fokus menjalani latihan demi latihan jelang PON XX.

Kerelaan Ari untuk daerah tentu berimbas kepada pendapatan yang diperoleh. Tidak adanya pemasukan, sementara ia harus bolak-balik Sawahlunto-Padang membuatnya terpaksa meminjam uang kepada orang lain.

Sebelum turun di PON XX Papua, Ari sebenarnya menerima bonus atas kemenangannya di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) yang diadakan di Bengkulu pada 2019.

Namun, tragisnya, alih-alih menikmati bonus dari kerja kerasnya, Ari mesti menggunakan uang itu untuk melunasi semua utang yang ia miliki. Ari enggan menceritakan seberapa besar utang yang tengah melilit perekonomiannya.

"Jadi biaya saya bolak balik dari Kota Sawahlunto ke Kota Padang itu saya yang tanggung," ujarnya.

Sebagai orang yang berhasil meraih medali emas di PON XX, tentu saja Ari akan dihadiahi bonus. Tetapi, sebagaimana dikatakannya, uang itu hanya akan digunakan untuk membayar utang-utangnya yang menggunung.

Karena itu, dengan capaian dan keberhasilannya di pesta olahraga terbesar di Tanah Air, ia sangat berharap pemerintah pusat maupun daerah memerhatikan nasib para atlet terutama memberikan pekerjaan.

Selepas PON, dia berencana menagih janji pemerintah provinsi setempat yang sebelumnya menjanjikan peraih medali emas di PON XX akan diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).

"Saya mau menagih itu. Benar tidak atau sesuai tidak dengan janjinya," kata dia.

Meskipun perjalanan Ari tergolong pahit, ternyata Pemkot Sawahlunto masih peduli dengan nasibnya. Dia didukung penuh mengikuti PON demi memberikan yang terbaik bagi Ranah Minang.

Ari yang sehari-harinya bekerja sebagai honorer di Pemerintah Kota Sawahlunto diberi kemudahan dan kelonggaran. Pemerintah setempat tidak mempermasalahkan ia libur selama dua tahun.

Nasib Ari sepertinya tak jauh beda dengan yang dihadapi Muswar Iwan alias Iwan Samuray, atlet asal Sumatera Barat yang juga penyumbang medali emas dari cabang olahraga Binaraga. Binaragawan itu terlilit utang Rp1,7 miliar.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gubernur Sultra Dukung...
Gubernur Sultra Dukung Pembinaan Atlet, Revitalisasi Infrastruktur Olahraga Dianggarkan
Komisi IV DPRD Kota...
Komisi IV DPRD Kota Bogor dan Dispora Matangkan Persiapan Porprov 2026
Apresiasi Nyata Presiden...
Apresiasi Nyata Presiden Prabowo: Bonus Atlet SEA Games 2025 Disalurkan lewat BRI
Rusun Wisma Atlet Siap...
Rusun Wisma Atlet Siap Ditempati ASN TNI-Polri, Ini Kisaran Harga Sewanya
Ciputra Hospital CitraRaya...
Ciputra Hospital CitraRaya dan KONI Kabupaten Tangerang MoU Peningkatan Kesehatan Atlet
Domino Open Tournament...
Domino Open Tournament Royal Pegasus Disambut Antusias Atlet Jabodetabek hingga Makassar, AYP Dorong Jadi Cabang Olahraga Nasional
Jaring Bibit Unggul...
Jaring Bibit Unggul Olahraga, Program Pengembangan Atlet Sasar Kaum Muda
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Rekomendasi
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Berita Terkini
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved