Ratusan Orang Tua Siswa di Makassar Tolak Ikutkan Anaknya PTM
Selasa, 12 Oktober 2021 - 06:32 WIB
loading...
Seorang guru berdiri di tengah siswanya saat pembelajaran tatap muka beberapa waktu lalu. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar merespons penolakan sejumlah orang tua mengikutkan anaknya dalam pembelajaran tatap muka (PTM). Penolakan itu sepenuhnya menjadi hak orang tua.
Plt Kadisdik Kota Makassar, Nielma Palamba mengatakan, PTM yang dilaksanakan saat ini baru berupa simulasi. Sehingga, jika ada orang tua yang belum mengizinkan anaknya ke sekolah, tidak jadi masalah.
Baca juga: 25 Siswa di Kota Tangerang Terpapar Covid-19, Sekolah Tatap Muka Jalan Terus
“Memang penekanannya itu izin dari orang tua. Kemarin banyak yang tidak mau ikut PTM sehingga kami beri kesempatan untuk ikut PJJ (pembelajaran jarak jauh), karena memang kita masih blended,” terangnya, kepada SINDOnews, Senin (11/10/2021).
Menurutnya, simulai PTM yang dilaksanakan saat ini memang masih terbatas. Hal ini dilakukan tidak lain untuk melihat kebiasaan anak-anak sekolah dalam melakulan pembelajaran secara tatap muka.
“Ini masih dalam situasi pandemi. Jadi kita mau lihat prokesnya. Kalau sudah terbiasa baru kita tatap muka penuh. Lagian ini adalah kurikulum darurat,” kata Nielma.
PTM terbatas ini, lanjut Nielma, memang belum bisa memenuhi standar pendidikan seperti dalam kondisi normal. Meski begitu, hal ini diyakini bisa menjadi awal untuk kembali mengejar ketertinggalan anak sekolah selama pandemi.
Baca juga: Tips Agar Orang Tua Tidak Khawatir saat Anak Belajar Tatap Muka
“Kita kan sudah dua tahun belajar dari rumah atau daring. Pasti akan berbeda dengan pembelajaran tatap muka. Sehingga kita berharap perlahan kembali normal melalui simulasi PTM terbatas,” pungkasnya.
Penolakan orang tua terkait PTM ini memang cukup banyak dilakukan. Salah satunya di SPMN 3 Makassar. Dari 1.158 siswa, ada 200 orang tua alias 20 persen yang tidak memberi izin melakukan PTM.
Kepala SMPN 3 Makassar, Kaswandi mengemukakan, rata-rata orang tua tidak memberikan izin PTM lantaran masih ragu. Ada juga yang beralasan karena anaknya punya penyakit bawaan. Termasuk belum menerima suntikan vaksin.
"Sekalipun kami siapkan waktu dan trmpat tapi kalau tidak diizinkan orangtunya tidak bisa. Syarat bagi siswa untuk ikut tatap muka harus di swab dulu, tapi masih ada beberapa yang takut," tuturnya.
Baca juga: Menyambut PTM, Gojek Perkuat Prokes di 80 Sekolah dengan Hibah Berbagai Alat Kesehatan
Meski begitu, pihaknya tetap memfasilitasi siswa yang tidak mengikuti PTM terbatas ini melalui PJJ. Mereka tetap mengikuti pembelajaran dari rumah, namun dengan waktu bersamaan dengan siswa yang berada di sekolah.
“Kita hampir 300 siswa dalam sehari yang ikut pembelajaran di kelas. Itu mulai dari kelas 7 sampai kelas 9, dibagi dua sesi menggunakan 17 ruangan,” tandasnya.
Plt Kadisdik Kota Makassar, Nielma Palamba mengatakan, PTM yang dilaksanakan saat ini baru berupa simulasi. Sehingga, jika ada orang tua yang belum mengizinkan anaknya ke sekolah, tidak jadi masalah.
Baca juga: 25 Siswa di Kota Tangerang Terpapar Covid-19, Sekolah Tatap Muka Jalan Terus
“Memang penekanannya itu izin dari orang tua. Kemarin banyak yang tidak mau ikut PTM sehingga kami beri kesempatan untuk ikut PJJ (pembelajaran jarak jauh), karena memang kita masih blended,” terangnya, kepada SINDOnews, Senin (11/10/2021).
Menurutnya, simulai PTM yang dilaksanakan saat ini memang masih terbatas. Hal ini dilakukan tidak lain untuk melihat kebiasaan anak-anak sekolah dalam melakulan pembelajaran secara tatap muka.
“Ini masih dalam situasi pandemi. Jadi kita mau lihat prokesnya. Kalau sudah terbiasa baru kita tatap muka penuh. Lagian ini adalah kurikulum darurat,” kata Nielma.
PTM terbatas ini, lanjut Nielma, memang belum bisa memenuhi standar pendidikan seperti dalam kondisi normal. Meski begitu, hal ini diyakini bisa menjadi awal untuk kembali mengejar ketertinggalan anak sekolah selama pandemi.
Baca juga: Tips Agar Orang Tua Tidak Khawatir saat Anak Belajar Tatap Muka
“Kita kan sudah dua tahun belajar dari rumah atau daring. Pasti akan berbeda dengan pembelajaran tatap muka. Sehingga kita berharap perlahan kembali normal melalui simulasi PTM terbatas,” pungkasnya.
Penolakan orang tua terkait PTM ini memang cukup banyak dilakukan. Salah satunya di SPMN 3 Makassar. Dari 1.158 siswa, ada 200 orang tua alias 20 persen yang tidak memberi izin melakukan PTM.
Kepala SMPN 3 Makassar, Kaswandi mengemukakan, rata-rata orang tua tidak memberikan izin PTM lantaran masih ragu. Ada juga yang beralasan karena anaknya punya penyakit bawaan. Termasuk belum menerima suntikan vaksin.
"Sekalipun kami siapkan waktu dan trmpat tapi kalau tidak diizinkan orangtunya tidak bisa. Syarat bagi siswa untuk ikut tatap muka harus di swab dulu, tapi masih ada beberapa yang takut," tuturnya.
Baca juga: Menyambut PTM, Gojek Perkuat Prokes di 80 Sekolah dengan Hibah Berbagai Alat Kesehatan
Meski begitu, pihaknya tetap memfasilitasi siswa yang tidak mengikuti PTM terbatas ini melalui PJJ. Mereka tetap mengikuti pembelajaran dari rumah, namun dengan waktu bersamaan dengan siswa yang berada di sekolah.
“Kita hampir 300 siswa dalam sehari yang ikut pembelajaran di kelas. Itu mulai dari kelas 7 sampai kelas 9, dibagi dua sesi menggunakan 17 ruangan,” tandasnya.
(luq)
Lihat Juga :