Berantas Mafia Penempatan Pekerja Migran Ilegal, BP2MI Bentuk Satgas Khusus
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 01:18 WIB
loading...
Ketua Dewan Pengarah Satgas Sikat Sindikat, Komjen Pol Suhardi Alius dan Ketua BP2MI, Benny Ramdhani saat memberikan keterangan terkait pemberantasan mafia penempatan PMI ilegal, Kamis (7/10/2021). Foto: SINDONews/Agung Bakti Sarasa
A
A
A
BANDUNNG - Demi memberantas mafia penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) , Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ( BP2MI ) akan segera membentuk satgas khusus .
Apalagi, sebagai salah satu penghasil devisa terbesar kedua, maka PMI harusmendapat perlakuan layak dan rasa hormat dari negara.
Oleh karenanya, negara harus hadir dalam setiap permasalahan PMI, terutama dalam mengatasi sekaligus memberantas mafia penempatan PMI ilegal.“PMI kerap dibayang-bayangi ancaman yang membahayakan keselamatannya,” kata Ketua BP2MI, Benny Ramdhani.
Baca juga: Kolaborasi Bersama Lindungi Pekerja Migran Indonesia
Selama ini, kata Benny, mereka para mafia, leluasa mengeruk keuntungan besar dari bisnis kotor yang mereka jalani. Tak heran, PMI kerap diperlakukan tidak manusiawi, mulai dari tidak mendapatkan upah yang layak, menjadi korban pemerkosaan, penyiksaan, bahkan tak sedikit yang pulang tinggal nama atau meninggal dunia.
"Mereka yang selama ini berpesta pora mengambil keuntungan besar dari bisnis kotor ini. Ini harus menjadi komitmen serius negara," tegas Benny seusai Rakornas BP2MI Satgas Pencegahan dan Pemberantasan Sindikat Penempatan PMI Ilegal di Hotel Intercontinental Bandung, Kamis (7/10/2021).
Apalagi, sebagai salah satu penghasil devisa terbesar kedua, maka PMI harusmendapat perlakuan layak dan rasa hormat dari negara.
Oleh karenanya, negara harus hadir dalam setiap permasalahan PMI, terutama dalam mengatasi sekaligus memberantas mafia penempatan PMI ilegal.“PMI kerap dibayang-bayangi ancaman yang membahayakan keselamatannya,” kata Ketua BP2MI, Benny Ramdhani.
Baca juga: Kolaborasi Bersama Lindungi Pekerja Migran Indonesia
Selama ini, kata Benny, mereka para mafia, leluasa mengeruk keuntungan besar dari bisnis kotor yang mereka jalani. Tak heran, PMI kerap diperlakukan tidak manusiawi, mulai dari tidak mendapatkan upah yang layak, menjadi korban pemerkosaan, penyiksaan, bahkan tak sedikit yang pulang tinggal nama atau meninggal dunia.
"Mereka yang selama ini berpesta pora mengambil keuntungan besar dari bisnis kotor ini. Ini harus menjadi komitmen serius negara," tegas Benny seusai Rakornas BP2MI Satgas Pencegahan dan Pemberantasan Sindikat Penempatan PMI Ilegal di Hotel Intercontinental Bandung, Kamis (7/10/2021).
Lihat Juga :