Dian Kristiadi Resmi Dilantik Menjadi Bupati Jepara
Selasa, 02 Juni 2020 - 14:15 WIB
loading...
Pelantikan Dian Kristiandi sebagai Bupati Jepara di Semarang, Selasa (2/6/2020). FOTO/Dok Humas Pemprov Jateng
A
A
A
SEMARANG - Dian Kristiadi resmi dilantik menjadi Bupati Jepara oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo , Selasa (2/6/2020). Politikus PDI Perjuangan itu akan memimpin daerah berjuluk Bumi Kartini menyelesaikan sisa masa tugas bupati pada 2022 mendatang.
Pelantikan Dian Kristiandidilakukan secara sederhana di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (2/6/2020). Pelantikan yang dihadiri beberapa pejabat dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan ketat, seperti jaga jarak, memakai masker, dan pengecekan suhu tubuh.
Dalam pelantikan itu, Ganjar meminta Bupati Jepara untuk langsung tancap gas bekerja. Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya terkait perbaikan data. "Perbaikan data menjadi wajib saat ini. Apalagi, di tengah pandemi ini terlihat bagaimana data kita masih belum optimal," kata Ganjar.(Baca juga: Serasa Dunia Lain, Cerita Kosim Menghilang Empat Hari di Tengah Hutan )
Hal itu bisa dilihat dalam pembagian sejumlah bantuan dari pemerintah. Beberapa bantuan tidak tepat sasaran karena persoalan akurasi data. Untuk itu, persoalan data menjadi PR pertama yang harus diselesaikan.
"Integrasi data yang dimiliki harus dilakukan. Sekarang perlu ada data integrator untuk itu, kami siap membantu. Kalau data dimiliki, maka bantuan akan terukur dengan baik dan betul-betul tersalurkan pada mereka yang berhak. Saya minta Pak Bupati segera mengoptimalkan itu, meminta Dinsosnya bekerja ekstra untuk perbaikan data," katanya.
Pelantikan Dian Kristiandidilakukan secara sederhana di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (2/6/2020). Pelantikan yang dihadiri beberapa pejabat dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan ketat, seperti jaga jarak, memakai masker, dan pengecekan suhu tubuh.
Dalam pelantikan itu, Ganjar meminta Bupati Jepara untuk langsung tancap gas bekerja. Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya terkait perbaikan data. "Perbaikan data menjadi wajib saat ini. Apalagi, di tengah pandemi ini terlihat bagaimana data kita masih belum optimal," kata Ganjar.(Baca juga: Serasa Dunia Lain, Cerita Kosim Menghilang Empat Hari di Tengah Hutan )
Hal itu bisa dilihat dalam pembagian sejumlah bantuan dari pemerintah. Beberapa bantuan tidak tepat sasaran karena persoalan akurasi data. Untuk itu, persoalan data menjadi PR pertama yang harus diselesaikan.
"Integrasi data yang dimiliki harus dilakukan. Sekarang perlu ada data integrator untuk itu, kami siap membantu. Kalau data dimiliki, maka bantuan akan terukur dengan baik dan betul-betul tersalurkan pada mereka yang berhak. Saya minta Pak Bupati segera mengoptimalkan itu, meminta Dinsosnya bekerja ekstra untuk perbaikan data," katanya.
Lihat Juga :