Masih Sepi Penumpang, Hanya 20 Persen PO yang Beroperasi di Terminal Kalideres
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
Untuk diketahui, rata-rata jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Kalideres tak lebih dari 100 orang per harinya. Revi menyebut, masih sepinya penumpang meski PPKM di Jakarta masuk level 3 lantaran masyarakat masih keberatan mengenai syarat untuk bepergian.
Kendati demikian, ia memprediksi bakal ada lonjakan jumlah penumpang dalam waktu dekat. "Saya optimis ya mungkin ada peningkatan lah dan sebentar lagi akhir tahun, biasanya masyarakat berpergian pas mau akhir tahun dan momen liburan itu," tuturnya. Baca juga: Anies Ingatkan Wajib Vaksin Penumpang Bus Transjakarta, Netizen Semangat Beri Pendapat
Sebagai informasi, untuk kapasitas jumlah penumpang dalam satu bus masih dibatasi 50 persen. Para calon penumpang juga masih diwajibkan menunjukkan surat tes swab antigen negatif dan surat keterangan sudah vaksin minimal satu kali.
Sementara untuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Terminal Kalideres belum diterapkan. Hal itu lantaran pihak terminal masih menunggu kode 'barcode' dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Kendalnya kita adalah kita belum dapat barcode dari Kemenkes untuk membarcode aplikadi pedulilindungi itu," pungkasnya.
Kendati demikian, ia memprediksi bakal ada lonjakan jumlah penumpang dalam waktu dekat. "Saya optimis ya mungkin ada peningkatan lah dan sebentar lagi akhir tahun, biasanya masyarakat berpergian pas mau akhir tahun dan momen liburan itu," tuturnya. Baca juga: Anies Ingatkan Wajib Vaksin Penumpang Bus Transjakarta, Netizen Semangat Beri Pendapat
Sebagai informasi, untuk kapasitas jumlah penumpang dalam satu bus masih dibatasi 50 persen. Para calon penumpang juga masih diwajibkan menunjukkan surat tes swab antigen negatif dan surat keterangan sudah vaksin minimal satu kali.
Sementara untuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Terminal Kalideres belum diterapkan. Hal itu lantaran pihak terminal masih menunggu kode 'barcode' dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Kendalnya kita adalah kita belum dapat barcode dari Kemenkes untuk membarcode aplikadi pedulilindungi itu," pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :