Polisi Amankan Belasan Remaja yang Doyan Menghasut di Medsos untuk Tawuran
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 15:13 WIB
loading...
Kapolsek Tebet Kompol Alexander Yuriko Hadi saat paparan penangkapan belasan remaja, kepada wartawan, Jumat (1/10/2021). Foto: MNC Portal/Ari Sandita
A
A
A
JAKARTA - Polsek Tebet mengamankan 11 remaja yang doyan melakukan aksi saling menantang atau menghasut di media sosial (medsos). Tiga remaja lain pelaku tawuran di Bukti Duri yang videonya viral di media sosial juga diamankan polisi.
"Hari ini kami ungkap kasus, pertama hasil preventive strike terkait pencegahan tawuran, kami amankan 11 orang. Kedua terkait video viral tawuran di Jalan Bukti Duri Tanjakan, kami amankan 3 orang," ujar Kapolsek Tebet Kompol Alexander Yuriko Hadi kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).
Baca juga: Puluhan Remaja Hendak Tawuran di Kembangan, 41 Motor dan Senjata Tajam Disita Polisi
Dia menjelaskan, 11 orang pertama yang diamankan merupakan remaja tanggung yang kerap menantang kelompok remaja lainnya untuk tawuran melalui media sosial Instagram dengan akun @mentengdalamofficial. Satu di antaranya merupakan admin berinisial ENP (26), dan sisanya masih berumur di bawah 17 tahun.
"Jadi, mereka ini kami amankan sebelum terjadi tawuran saat tim melakukan patroli siber. Mereka mengaktifkan mode privasinya saat mau menantang kelompok lain, seperti dengan kata-kata, woy cemen lu, dan semacamnya," tuturnya.
"Hari ini kami ungkap kasus, pertama hasil preventive strike terkait pencegahan tawuran, kami amankan 11 orang. Kedua terkait video viral tawuran di Jalan Bukti Duri Tanjakan, kami amankan 3 orang," ujar Kapolsek Tebet Kompol Alexander Yuriko Hadi kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).
Baca juga: Puluhan Remaja Hendak Tawuran di Kembangan, 41 Motor dan Senjata Tajam Disita Polisi
Dia menjelaskan, 11 orang pertama yang diamankan merupakan remaja tanggung yang kerap menantang kelompok remaja lainnya untuk tawuran melalui media sosial Instagram dengan akun @mentengdalamofficial. Satu di antaranya merupakan admin berinisial ENP (26), dan sisanya masih berumur di bawah 17 tahun.
"Jadi, mereka ini kami amankan sebelum terjadi tawuran saat tim melakukan patroli siber. Mereka mengaktifkan mode privasinya saat mau menantang kelompok lain, seperti dengan kata-kata, woy cemen lu, dan semacamnya," tuturnya.
Lihat Juga :