Kecewa Kinerja Bupati Simalungun, Gemapsi Desak DPRD Bentuk Pansus
Selasa, 28 September 2021 - 23:12 WIB
loading...
Massa Gemapsi berunjuk rasa di gedung DPRD Simalungun di Pematang Raya, Selasa (28/9/2021). Foto SINDOnews
A
A
A
SIMALUNGUN - Kecewa dengan kinerja Bupati Simalungun, Radiapoh H Sinaga yang setelah dilantik April 2021 hanya menjual foto dan menggalang dana untuk gotong royong atau 'Marharoan Bolon', massa Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Gemapsi) berunjuk rasa di Gedung DPRD di Pematang Raya, Kecamatan Raya, Selasa (28/9/2021).
Dengan mengenakan pakaian adat Simalungun, massa Gemapsi mendesak DPRD segera membentuk panitia khusus (Pansus) menyelidiki kebijakan Bupati Radiapoh yang mengingkari janji mewakafkan diri untuk Kabupaten Simalungun. Baca juga: Banyak Janji Tidak Terealisasi, Bupati Simalungun Dikecam DPRD
Dalam orasinya, Ketua Gemapsi Anthony Damanik, Jahenson Saragih dan Johanes Sakti Sembiring, mengecam kebijakan-kebijakan yang melukai hati masyarakat Simalungun.
"Kebijakan-kebijakannya sejak dilantik hanya melukai hati rakyat, dengan menjual photo bupati dan wakil bupati, spanduk-spanduk yang memberatkan kepala desa dan camat, mengangkat tenaga ahli, dan Sekda yang bukan dari etnis Simalungun," ujar Anthony.
Selain itu Jahenson Saragih juga menilai Bupati Simalungun Radiapoh Sinaga tidak menghargai masyarakat dengan menerima rekor MURI, padahal yang bekerja dan membiayai rakyat.
Dengan mengenakan pakaian adat Simalungun, massa Gemapsi mendesak DPRD segera membentuk panitia khusus (Pansus) menyelidiki kebijakan Bupati Radiapoh yang mengingkari janji mewakafkan diri untuk Kabupaten Simalungun. Baca juga: Banyak Janji Tidak Terealisasi, Bupati Simalungun Dikecam DPRD
Dalam orasinya, Ketua Gemapsi Anthony Damanik, Jahenson Saragih dan Johanes Sakti Sembiring, mengecam kebijakan-kebijakan yang melukai hati masyarakat Simalungun.
"Kebijakan-kebijakannya sejak dilantik hanya melukai hati rakyat, dengan menjual photo bupati dan wakil bupati, spanduk-spanduk yang memberatkan kepala desa dan camat, mengangkat tenaga ahli, dan Sekda yang bukan dari etnis Simalungun," ujar Anthony.
Selain itu Jahenson Saragih juga menilai Bupati Simalungun Radiapoh Sinaga tidak menghargai masyarakat dengan menerima rekor MURI, padahal yang bekerja dan membiayai rakyat.
Lihat Juga :